Banyak orang mulai melirik investasi sebagai cara mencapai kebebasan finansial lebih cepat. Salah satu instrumen yang sering direkomendasikan adalah obligasi. Tapi, masih banyak yang bingung harus mulai dari mana. Belajar obligasi sebenarnya nggak serumit yang dibayangkan. Asal tahu dasar-dasarnya, instrumen ini bisa jadi sumber pendapatan pasif yang stabil dan aman.
Obligasi cocok buat yang ingin investasi dengan risiko lebih rendah dibanding saham. Selain itu, ada jenis obligasi yang bisa dibeli dengan modal kecil, jadi nggak perlu langsung keluar banyak uang. Kalau bisa memanfaatkan obligasi dengan baik, strategi FIRE bisa lebih cepat tercapai. Tinggal belajar obligasi dari cara kerjanya, pilih jenis yang sesuai, dan mulai berinvestasi secara konsisten.
Belajar Obligasi, Mulai dari Mana?
Belajar obligasi bisa terasa membingungkan di awal, terutama dengan banyaknya istilah yang terdengar teknis. Tapi, kalau dipelajari satu per satu, semuanya akan lebih mudah dimengerti. Berikut langkah-langkah sederhana yang bisa diikuti untuk mulai investasi obligasi dengan cara yang tepat.
1. Pahami Dasar-dasarnya
Obligasi itu sebenarnya mirip dengan pinjaman, tapi dalam skala besar. Pemerintah atau perusahaan butuh dana, jadi mereka menerbitkan obligasi.
Nah, investor yang membeli obligasi ini seperti meminjamkan uang ke penerbitnya. Sebagai gantinya, penerbit obligasi wajib membayar bunga atau yang disebut kupon. Ada juga obligasi diskonto, yang harganya lebih murah dari nilai tebusannya saat jatuh tempo.
Jenis obligasi juga beragam. Ada obligasi negara, yang diterbitkan pemerintah dan umumnya lebih aman. Ada juga obligasi korporasi, yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk pendanaan bisnis. Kalau mau yang lebih gampang diakses, ada obligasi ritel seperti ORI dan Sukuk Ritel (SR), yang bisa dibeli dengan modal kecil. Selain itu, ada juga obligasi indeks inflasi, yang nilainya bisa naik mengikuti inflasi supaya daya beli tetap terjaga.
Baca juga: Strategi Investasi Obligasi untuk Mencapai Tujuan FIRE
2. Kenali Risiko dan Keuntungan
Obligasi punya banyak keuntungan, terutama buat yang cari investasi dengan risiko lebih rendah. Salah satunya adalah pendapatan pasif dari kupon. Kupon ini bisa diibaratkan sebagai bunga yang dibayar penerbit obligasi kepada pemegangnya. Besarnya sudah ditentukan sejak awal, jadi lebih stabil dibandingkan saham yang harganya naik turun. Selain itu, obligasi juga cocok buat diversifikasi. Kalau portofolio investasi terlalu banyak saham, obligasi bisa jadi penyeimbang biar nggak terlalu berisiko.
Tapi, tetap ada risikonya. Salah satunya adalah risiko gagal bayar atau default. Ini terjadi kalau penerbit obligasi, baik perusahaan maupun pemerintah, nggak bisa bayar kupon atau pokok utangnya saat jatuh tempo. Makanya, penting buat cek kredibilitas penerbit sebelum membeli.
Ada juga risiko likuiditas, yang berarti obligasi nggak selalu mudah dijual di pasar sekunder. Kalau butuh dana cepat, bisa jadi sulit cari pembeli dengan harga yang sesuai.
Selain itu, ada risiko suku bunga. Harga obligasi di pasar sekunder bisa naik atau turun tergantung suku bunga. Kalau suku bunga naik, harga obligasi biasanya turun, karena investor lebih tertarik ke instrumen lain yang kasih imbal hasil lebih tinggi. Sebaliknya, kalau suku bunga turun, harga obligasi cenderung naik. Jadi, penting buat tahu kapan waktu yang tepat untuk beli dan jual obligasi.
3. Pelajari Mekanisme Perdagangan
Obligasi bisa dibeli di dua tempat, yaitu pasar primer dan pasar sekunder. Pasar primer adalah tempat pertama kali obligasi dijual oleh penerbitnya. Biasanya, ini dilakukan saat pemerintah atau perusahaan butuh dana dan menerbitkan obligasi baru. Harganya sudah ditentukan sejak awal, jadi lebih stabil.
Kalau ketinggalan beli di pasar primer, masih bisa beli di pasar sekunder. Di sini, obligasi diperdagangkan antara investor, mirip seperti jual beli saham. Harganya bisa naik turun tergantung permintaan dan penawaran. Kalau banyak yang tertarik beli, harganya bisa lebih mahal dari harga awalnya. Sebaliknya, kalau peminatnya sedikit, harganya bisa turun.
Sebelum membeli, penting buat belajar obligasi agar paham beberapa istilah dasar. Harga obligasi menunjukkan berapa nilai obligasi saat ini di pasar. Yield atau imbal hasil adalah persentase keuntungan yang didapat dari obligasi, yang bisa berubah tergantung harga di pasar sekunder. Sedangkan kupon adalah bunga tetap yang dibayar penerbit kepada pemegang obligasi secara berkala.
Makin paham mekanismenya, makin gampang buat menentukan kapan waktu yang tepat untuk beli atau jual obligasi.
4. Belajar Obligasi dari Sumber Tepercaya
Belajar obligasi nggak bisa asal-asalan. Penting buat cari sumber yang tepercaya biar nggak terjebak informasi yang salah.
Salah satu tempat belajar yang bisa diandalkan adalah Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan. Mereka sering mengadakan edukasi soal obligasi, terutama obligasi ritel seperti ORI dan Sukuk Ritel. Biasanya, informasi ini bisa diakses gratis lewat website resmi atau media sosial mereka.
Selain itu, banyak perusahaan sekuritas yang menyediakan materi edukasi tentang obligasi. Beberapa sekuritas bahkan punya seminar atau webinar gratis yang bisa diikuti siapa saja.
5. Mulai dari ORI dan SR
Buat yang baru mulai belajar obligasi, Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan Sukuk Ritel (SR) bisa jadi pilihan terbaik. Keduanya diterbitkan oleh pemerintah, jadi lebih aman karena dijamin negara.
Selain itu, modal awalnya juga nggak terlalu besar. Biasanya, bisa mulai investasi dari satu juta rupiah saja.
Salah satu keunggulan ORI dan SR adalah imbal hasil yang stabil. Pemerintah akan membayar kupon secara rutin, biasanya setiap bulan. Ini cocok buat yang ingin punya pendapatan pasif tanpa harus jual aset. Dalam strategi FIRE, pendapatan dari kupon bisa membantu menutupi kebutuhan sehari-hari tanpa perlu bergantung pada gaji.
Selain itu, obligasi ritel juga mudah dibeli. Banyak sekuritas dan bank yang menawarkan pembelian secara online. Prosesnya simpel, cukup daftar di platform yang bekerja sama dengan pemerintah, lalu pilih seri obligasi yang tersedia. Setelah jatuh tempo, modal awal otomatis akan dikembalikan.
Baca juga: Fund Manager: Pengertian, Tugas, dan Tip Memilih yang Terbaik
Belajar obligasi dari nol memang butuh waktu, tapi hasilnya sepadan. Dengan pemahaman yang tepat, obligasi bisa jadi sumber pendapatan pasif yang membantu mencapai FIRE lebih cepat. Mulai dari jenis yang aman seperti obligasi ritel, lalu pelajari mekanismenya sedikit demi sedikit. Yang penting, investasi dilakukan dengan konsisten dan sesuai dengan tujuan keuangan.
Mau tahu bagaimana merencanakan FIRE dan membangun aset 300 kali gaji dengan lebih detail? Kamu harus banget punya buku ini. Kamu bisa baca dan belajar secara fleksibel, dan dapatkan insight lebih detail mengenai konsep FIRE.
Sudah bisa dibeli di toko-toko buku di kota-kota besar di Indonesia! Get your copy now!
Jangan lupa untuk follow akun Instagram Dani Rachmat ya, untuk berbagai tip keuangan dan investasi yang praktis dan bisa dipraktikkan sendiri. Juga berlangganan newsletter dengan melakukan registrasi di sini, yang akan dikirimkan setiap bulan berisi berbagai update dan tren di dunia keuangan. Jangan sampai ketinggalan berita!