Investasi itu Gak Serem Kok (1)

Beberapa hari yang lalu, gw pulang ke Surabaya. Ketemu ama salah satu temen lama. Kami ngobrol banyak hal mulai dari keluarga baru kami masing-masing sampe ke masalah keuangan keluarga.

Beberapa cerita yang gw denger dari orang-orang yang gw kenal, terutama temen-temen, adalah mereka bingung gimana harus nabung. Dimana dan bagaimana juga produk apa yang harus mereka pilih.

Mereka bilang, “uang yang aku punya sih cuman segitu-segitunya aja, kira-kira bisa gak ya kalo mau nabung buat masa depan?”

Oke. Rasanya masalah yang sama juga dihadepin sama sebagian besar orang Indonesia. Menurut gw salah satunya karena akses ke bank itu masih kaku dan mahal. Kaku karena tampilan bank yang serba terjaga, rapi dan teratur bikin orang biasa membayangkan hal yang bukan-bukan kalo udah mau ke bank. Gw sendiri juga gitu dulu sebelum kerja di bank. Trus mahal juga jadi kesan yang ga bisa disingkirin dari Bank karena urusan bank selalu terkait sama masalah duit dan biaya administrasi. Dua hal ini bikin orang males ke bank dan akhirnya males buat mikirin investasi. Jangankan investasi, nabung aja males. 😛

Berkaitan sama keuangan keluarga, terutama kayak para keluarga muda kayak gw yang masih memiliki waktu panjaaaaaang banget ke depan, mau gak mau harus berurusan sama bank dan segala keribetannya kalo mau merencanakan masa keuangan keluarga. Bukan apa-apa, akses paling gampang buat berinvestasi dan ngatur keuangan keluarga ya lewat bank karena produk-produk investasi dijualnya ya lewat situ. Jadi kalo belom punya rekening bank, monggo silahkan buka dulu.

Trus bank mana yang mau dipilih? Kalo tujuannya memang buat investasi dan ngatur keuangan, pilih bank yang menyediakan layanan yang cukup lengkap dan jaringan luas. Biar gak repot kalo misalkan mau ngurusin investasi dan dana kita dari manapun. Biar bisa diurusin kapanpun juga, kalo bisa sih yang punya layanan e-banking juga. Jadi biar ga habis waktu dan tenaga. Dulu pernah nulis soale-banking disini.

Dari pengalaman gw pribadi gw, sampe saat ini bank dengan jaringan terluas dan memiliki layanan e-banking yang cukup oke dan bisa gw jadiin bank investasi gw masih Bank Mandiri dan Bank Commonwealth karena selain jaringan yang cukup luas, mereka juga jual produk investasi untuk nasabah retail biasa meskipun sistem penjualan masih harus dateng sendiri ke banknya (untuk Bank Mandiri) dan cabang yang ada gak terlalu banyak (tapi sudah menyediakan pembelian reksadana lewat internet banking untuk Bank Commonwealth). Selain itu BCA sebenernya juga sudah menyediakan layanan penjualan reksadana buat nasabahnya, tapi terakhir gw tanya (beberapa bulan lalu) layanan itu masih disediakan  untuk nasabah premium mereka dan pas terakhir kemaren gw lihat, di ATM BCA kita bisa beli reksadana meskipun masih terbatas produk dari satu manajer investasi saja.

Lebih lengkap dari masing-masinh bank bisa dilihat disini : Bank Mandiri, Bank Commonwealth dan BCA.

Semoga ada yang mau berbagi soal bank apalagi yang bisa dipakai buat investasi dengan tujuan perencanaan keuangan pribadi ini. Biar bisa nambah alternatif investasi dan perencanaan keuangan. 😀

Sekarang produk apa yang mestinya dibeli di Bank? Tergantung tuju kita sendiri mau apa. Bank sendiri punya berbagai macam produk yang mereka jual. Baik itu produk mereka sendiri, produk titipan perusahaan asuransi yang biasanya disebut Bancassurance maupun produk Reksadana/Mutual Fund.

Banyak pilihan. Bedanya kalo yang murni produk bank pasti dijamin sama pemerintah. Jaminan ini buat memberikan rasa aman ke nasabah perbankan supaya bank bisa melakukan tugas intermediasinya dengan baik. Menghimpun dana dari masyarakat dan disalurkan lewat kredit biar perekonomian negara bisa tumbuh. Kebayang dong kalo gak ada jaminan pemerintah? Orang ga ada yang mau simpen uangnya di bank dan akhirnya ga ada kredit yang bisa disalurkan yang berujung ke perekonomian yang gak berkembang.

Jaminan pemerintah buat dana masyarakat ini maksimal Rp 2 milyar dengan tingkat suku bunga tertentu per orang. Jadi hati-hati kalo bank udah nawarin bunga tinggi karena kalo udah lewat dari batas tertentu jaminan pemerintah sudah gak berlaku. Tingkat bunga penjaminan bisa dibuka di sini. Kecil kan? 😀 Jadi ya kalau mau aman return yang didapat ya segitu-segitu aja.

Yang termasuk dalam produk bank antara lain: tabungan, giro, deposito, tabungan rencana (tanpa embel-embel asuransi) dan produk-produk sejenis dengan beraneka ragam namanya.

Produk lain yang juga dijual di bank adalah bancassurance atau  segala macem produk asuransi yang dijual lewat bank. Bisa produk asuransi murni maupun unitlink. Buat ngejual produk bancassurance ini biasanya perusahaan asuransi bakalan nempatin agennya mereka buat duduk/sit in di bank. Namanya macem-macem tapi biasanya dikenal sebagai Financial Advisor. Mereka jualan langsung produk perusahaan asuransi yang ngegaji mereka di lingkungan bank/bank premise. Mestinya mereka paham banget produk perusahaan asuransi yang mereka jual ini. Kayak tukang gorengan yang jualan di depan indomaret/alfamart. Kelihatan lebih oke meskipun yang dijual sama-sama gorengan dibandingkan penjual gorengan di tempat lain.

Sedangkan produk reksadana dari Manajer Investasi dijual oleh personil bank. Karyawan banknya itu maksud ya mbak-mbak dan mas-mas customer service bank itu. Bank (dan karyawannya) hanya bertindak hanya sebagai agen penjual. Biasanya kurang paham mengenai produk titipan yang mereka jual. Sama kayak ibu-ibu yang punya warung dititipin pisang goreng sama tetangganya. Pas ditanya pisang apa, goreng pakai minyak apa dan sebagainya si Ibu warung ga bisa jawab dengan meyakinkan. Padahal mungkin pisang goreng bikinan si tetangga lebih enak, lebih bergizi dan lebih murih dari gorengan didepan indomaret/alfamart tadi.

Karyawan Bank adalah wakil dari bank sebagai agen penjual  reksadana mesti punya sertifikasi yang disebut sertifikasi  WAPERD (Wakil Agen Penjual Efek Reksadana). Sertifikasi ini sebenernya untuk meyakinkan bahwasannya si karyawan bank itu benar-benar memahami risiko apa yang terkandung di dalam produk investasi. Jadi gak hanya nawarin produk dengan return gede tanpa ngerti risikonya seperti yang pernah kejadian di tahun 2005.

Trus gimana milih produk yang cocok? Balik lagi. Apa tujuan kita? Buat yang ini ntar gw tulis lagi deh. Hehe. Mau jalan dulu ke kantor. Udah siang.

::7.20 pagi stasiun sudirman::
::broken vow – Josh Groban playing::

Share

Advertisements

9 Comments

  1. bintangtimur
    • danirachmat
  2. Bibi Titi Teliti
    • danirachmat
  3. Surya
    • danirachmat

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya ya. Terimakasih! (^_^)

Refresh
Translate »
Want to read other posts in English in this blog?Open
+
%d blogger menyukai ini: