Blog Perencanaan Keuangan

Menu
  • FIRE
    • Dana Pensiun
  • Perencanaan Keuangan
    • Kredit
      • Kredit Umum
      • KPR
      • Kartu Kredit
      • Kredit Online
    • Asuransi
    • Dana Darurat
    • Dana Pendidikan
    • Tips Hemat
  • Investasi
    • Emas
    • Business
    • Crypto
    • ORI-SukRi
    • Reksadana
    • Saham
    • P2P Lending
  • Kamus Keuangan
  • Stories
    • Keluarga
    • Buku
    • Film
    • Musik dan CD
    • Office Life
    • Di Balik Blog
    • Inspirasi
  • About Me
    • Site Map danirachmat.com
    • Contact
    • Paid Post
    • Postingan Tamu
    • Disclaimer
Home
Perencanaan Keuangan
Gak Ada Lagi Tanggal Tua, Cara Bijak Mengatur Anggaran
Perencanaan Keuangan

Gak Ada Lagi Tanggal Tua, Cara Bijak Mengatur Anggaran

penuliskonten 27/04/2024

Sudah makin mendekati akhir bulan nih. Sudah cek saldo belum? Apa kabarnya di tanggal tua ini? Nangys?

Sebenarnya, kamu bisa loh membuat keuanganmu enggak mengenal tanggal tua. Sepanjang bulan yang ada tanggal muda terooos.

Hah, emang boleh gitu?

Boleh banget dong.

Daftar Isi
  1. Gak Ada Lagi Tanggal Tua, Ini Tipnya
    1. 1. Sisihkan Uang Sedikit-Sedikit
    2. 2. Hemat dengan  Bijak
    3. 3. Jangan Mengandalkan dari Satu Sumber Pendapatan
    4. 4. Hindari Berutang
    5. 5. Jual Barang

Gak Ada Lagi Tanggal Tua, Ini Tipnya

Gak Ada Lagi Tanggal Tua

Ini memang “penyakit” para pengabdi gajian sih, yang menggantungkan diri paycheck to paycheck. Pas baru saja gajian, makannya di kafe dekat kantor. Pas sudah tanggal tua, bikin mi instan dua kali sehari.

Kira-kira, gajinya yang terlalu kecil, atau kita yang kurang pinter mengelola keuangan tuh, kalau kayak begitu? Biasanya sih, dijawab karena gaji terlalu kecil. Padahal jelas-jelas di awal bulan cekout-cekout mulu, ngafe mulu, pesen makanan online mulu. Hahaha.

Yuk, coba langkah berikut, biar enggak merana di tanggal tua.

1. Sisihkan Uang Sedikit-Sedikit

Menyisihkan uang setiap hari bisa menjadi langkah sederhana namun efektif untuk mengatur keuangan. Mulailah dengan jumlah kecil, seperti Rp5.000 atau Rp10.000.

Tempatkan uang tersebut di amplop, dompet, celengan, atau botol. Lakukan rutin setiap hari. Ketika mendekati akhir bulan, jumlah uang yang terkumpul, meskipun terlihat sedikit, bisa sangat membantu memperpanjang napas hingga gajian berikutnya.

Dengan memiliki beberapa ratus ribu rupiah sebagai cadangan, ini bisa menjadi sangat berguna saat dibutuhkan.

Jika keadaan keuangan masih stabil di akhir bulan, sebaiknya simpan uang tersebut untuk keadaan darurat di masa yang akan datang. Hal ini dapat memberikan keamanan tambahan dan mencegah penggunaan uang secara tidak perlu.

2. Hemat dengan  Bijak

Belajar mengatur keuangan dengan bijak sangat penting. Namun, perlu diingat bahwa hemat bukan berarti pelit.

Misalnya, kurangi pembelian barang online yang tidak terlalu dibutuhkan. Membawa bekal dari rumah setiap hari juga bisa mengurangi pengeluaran untuk makan di luar. Saat ada midnight sale di tanggal cantik, kontrol keinginan untuk berbelanja.

Tenang, kamu enggak perlu menghentikan kebiasaan jajan sepenuhnya. Namun, jika bisa mengurangi pengeluaran, kenapa enggak kan? Uang yang berhasil dihemat bisa disisihkan ke dalam dana darurat, yaitu tabungan yang ditujukan untuk kebutuhan mendesak.

Gak Ada Lagi Tanggal Tua

3. Jangan Mengandalkan dari Satu Sumber Pendapatan

Jangan mengandalkan satu sumber keuangan saja. Jika hanya mengharapkan gaji bulanan, coba tambahkan pekerjaan atau bisnis sampingan.

Dengan ini, jika satu sumber keuangan tidak menghasilkan banyak, masih ada sumber lain yang dapat diandalkan. Ada banyak peluang yang dapat dimanfaatkan, seperti bisnis online. Bagi yang memiliki kemampuan atau hobi dalam bidang seperti menggambar atau desain, bisa mencoba menawarkan jasa secara profesional. Pendapatan dari kegiatan ini dapat menjadi sumber penghasilan tambahan.

4. Hindari Berutang

Hindari berutang, terutama kalau mindset kamu masih salah: utang itu solusi keuangan terutama saat kita enggak punya duit.

Utang bukan solusi, ketika kita enggak punya duit. Justru, utang baru boleh dilakukan kalau kita punya duit yang banyak!

Berutang bisa menambah beban keuangan di masa depan. Untuk mengantisipasi kebutuhan mendadak, mulailah berinvestasi pada instrumen yang bisa dicairkan sewaktu-waktu.

Reksa dana adalah salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan. Investasi ini menawarkan potensi keuntungan yang bisa lebih besar dibandingkan dengan deposito. Jika diikuti hingga jatuh tempo, investasi ini bisa memberikan imbal balik hingga 100%.

5. Jual Barang

Mulai seleksi barang-barang bekas seperti pakaian, tas, dan sepatu yang pernah dibeli secara impulsif. Pilih yang masih dalam kondisi baik dan layak pakai, lalu jual dalam garage sale. Uang hasil penjualan bisa sangat membantu di akhir bulan.

Menyelenggarakan garage sale tidak sulit; cukup pasang iklan di media sosial. Banyak orang tertarik pada barang preloved karena harganya yang lebih terjangkau.

Nah, inget tapi. Meskipun hal-hal di atas sudah kamu lakukan, tapi kalau pengelolaan keuangannya memang kurang sehat, ya teteup aja tuh bulan depan bakalan terulang lagi.

Jadi, kalau mau keluar dari kondisi ini, kamu memang perlu mengubah kebiasaan. Kelola keuangan dengan baik. Terutama yang poin 3 tuh: jangan cuma mengandalkan penghasilan dari satu pintu doang. Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan, supaya nambah penghasilan. Kamu hanya perlu kreatif dan bersedia bekerja keras.

Mau tahu bagaimana merencanakan FIRE dan membangun aset 300 kali gaji dengan lebih detail? Kamu harus banget punya buku ini. Kamu bisa baca dan belajar secara fleksibel, dan dapatkan insight lebih detail mengenai konsep FIRE.

Membangun Aset 300 Kali Gaji, oleh Dani Rachmat

Sudah bisa dibeli di toko-toko buku di kota-kota besar di Indonesia! Get your copy now!

Jangan lupa untuk follow akun Instagram Dani Rachmat ya, untuk berbagai tip keuangan dan investasi yang praktis dan bisa dipraktikkan sendiri. Juga berlangganan newsletter dengan melakukan registrasi di sini, yang akan dikirimkan setiap bulan berisi berbagai update dan tren di dunia keuangan. Jangan sampai ketinggalan berita!

Share
Tweet
Email
Prev Article
Next Article

Related Articles

Jadi Nasabah Cerdas
Disclaimer: Postingan ini sama sekali tidak bermaksud untuk menimbulkan keraguan …

Jadi Nasabah Cerdas

Turunnya Daya Beli, Apa Dampaknya pada Perjalanan Menuju FIRE?
Beberapa waktu terakhir, daya beli masyarakat dikabarkan makin kelihatan melemah. …

Turunnya Daya Beli, Apa Dampaknya pada Perjalanan Menuju FIRE?

About The Author

penuliskonten

Write. Write. Write. We just write, and write away! IG @penuliskonten.id

Leave a Reply Cancel Reply

Beli e-book Kebebasan Finansial Level 1

Podcast

Postingan Terbaru

  • Membeli Saham saat IHSG Memerah: Apa yang Perlu Dipertimbangkan Investor Saat Ini?
    Membeli Saham saat IHSG Memerah: Apa yang …
  • Cara Produktif di Masa Pensiun FIRE dengan Memanfaatkan Waktu Luang
    Cara Produktif di Masa Pensiun FIRE dengan …
  • Biaya Hidup Setelah Pensiun: Kesalahan Umum dalam Perencanaan Keuangan
    Biaya Hidup Setelah Pensiun: Kesalahan Umum dalam …
  • Apa Saja Ciri-Ciri Dana Pensiun? Ini Penjelasannya yang Mudah Dipahami
    Apa Saja Ciri-Ciri Dana Pensiun? Ini Penjelasannya …
  • Cara Investasi Obligasi Pemerintah untuk Pendapatan Pasif demi FIRE
    Cara Investasi Obligasi Pemerintah untuk Pendapatan Pasif …

Postingan Paling Populer

  • Contoh Perusahaan Dana Pensiun di Indonesia dan Cara Kerjanya
    Contoh Perusahaan Dana Pensiun di Indonesia dan …
  • Cara Menghitung Kebutuhan Dana Pensiun bagi Freelancer dan Pekerja Mandiri
    Cara Menghitung Kebutuhan Dana Pensiun bagi Freelancer …
  • Cara Masuk ke Dunia Pasar Modal Tanpa Takut Salah Langkah untuk Pejuang FIRE Pemula
    Cara Masuk ke Dunia Pasar Modal Tanpa …
  • Membeli Saham saat IHSG Memerah: Apa yang Perlu Dipertimbangkan Investor Saat Ini?
    Membeli Saham saat IHSG Memerah: Apa yang …
  • Dari Nol hingga Bisa: Cara Menjadi Trader Saham Pemula yang Siap Cuan
    Dari Nol hingga Bisa: Cara Menjadi Trader …

Blog Perencanaan Keuangan

Copyright © 2026 Blog Perencanaan Keuangan
Design by Mamat

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
Go to mobile version