Web Vast World & Anonymity for Shady People : Story of Randompeps

World Wide Web is a vast world that I’m afraid only to imagine it

Postingan ini bakalan jadi postingan yang cukup panjang. Jadi kalo gak cukup kepo dan males baca bisa diskip aja. Tapi boleh komennya ya Kakaaa….. πŸ˜€ *modus*

Blogosphere adalah dunia yang sangat luas, bahkan untuk di Indonesia sendiri dan gw terlalu naif. Kenaifan itu akhirnya bisa dimanfaatkan oleh orang yang gw khawatirkan untuk ditemui. Penipu.

sore ini, Pepi upload postingan berjudul terimakasih yang menjelaskan tentang kejadian yang akan gw jelaskan di bawah. Silahkan buka blognya di randompeps.wordpress.com. Silahkan dibaca dan disimpulkan sendiri. Saya sendiri punya sikap atas postingan itu.

I believe goodness in people dan gw gak nyangka kalo kepercayaaan itu yang akhirnya bikin gw jadi korban penipuan karena terlalu percaya sama orang yang belom tahu in person.

Sekitar bulan September – Oktober 2012 gw kenalan ama blog Randompeps. Sebuah blog yang dari segi tampilan sederhana dan berisi tulisan penuh optimisme dari si empunya blog. Ceritanya sih awal 20 an, interior design graduate dan nikah muda sama anak lulusan arsitek. Mereka lagi ngerintis usaha UKM. Sounded perfect. I fell in love with her writings dan sesekkli si Pepi (@pupeps di twitter) upload art work hasil karyanya dia dan Dedo (she claimed her husband). Cerita lengkap dateng sendiri deh ke sana, kalo ternyata udah ditutup gw masih ada kok webnya kali aja mau baca.

Social Climber

Gw tahu blog penipu ini dari komen di salah satu blog ibu-ibu yang punya komunitas sesama ibu-ibu hitz lainnya. Baca tulisan mereka rasanya dunia ini full of possibility and positivity. Turned out si Pepi ini salah satu di antara geng mereka. I took it for granted bahkan ga nanya ke salah satu anggota yang lain yang Bul kenal lumayan deket.

Setelah semuanya terkuak baru gw tahu kalo si Pepi ini adalah social climber. Dia ngedeketin satu persatu orang untuk bisa masuk ke dalam lingkaran pergaulan suatu komunitas dan kemudian orang yang gak lagi dia butuhkan dianggurin. Kejam? iya banget. Sok akrab dan sok kenal, saling mensyen dan saling komen. Semua anggota komunitas mengira dia adalah teman yang lain dan ternyata in the end of the day she is nobody’s friend.

Modus

Seperti yang sudah ditulis rekan blogger yang lain dan mungkin udah pada tahu karena jadi korban (yang semoga sih enggak ya), modus si Pepi ini ada beberapa macem. Modus yang bakal gw tulis di sini adalah modus untuk penipuan kali ini aja yang gw termasuk jadi salah satu korbannya.

Pinjem Uang

Korban modus ini adalah orang-orang yang merasa jadi temen deketnya Pepi. She played it well dan sampai di suatu titik mengemukakan alasan dia korban kdrt, lagi sakit, supplier telat bayar padahal harus bayar kuliah adek dan sebagainya. Dia pinjem uang dan janji dibalikin beberapa waktu kemudian.

As expected, ga ada satupun janji yang terwujud. Utang ga dibayar.

Book Sale & Customized Artwork

Sekitar bulan Oktober, Pepi announced that she will have a book sale. Dari ratusan koleksi bukunya dia mau jual separoh harga. Logikanya kalo orang mau jualan barang di online kan pajang foto ya. Pepi nggak (dan dengan bodohnya gw percaya aja). Telen mentah-mentah bulet-bulet. Pesen buku dan bayar pas hari pemesanan atau satu hari setelahnya.

Selain itu, Dedo yang diakui sebagai suaminya punya bakat seni, orang tuanya pun konfirmasi soal ini. Dia bisa gambar bagus. Jauh sebelum book sale ternyata Pepi sudah jualan artwork karya mereka. Macem-macem mulai game puzzle dengan gambar pemesan, mug dan yang semacem itu. For some well known and reputable blogger, they really made the order and sent it. Review pun dibuat oleh pemesan di blog mereka. Banyak dong yang pesen.

Apakah kemudian pengiriman lancar? Yes, seperti dugaan cengceremen (minjem istilah Pepi) semua, mostly gak nyampe. Bayangkan aja, nama ekspedisi PT Pos Indonesia, TIKI dan jasa pengiriman barang melalui travel Cipaganti dijadikan kambing hitam. Mulai dari barang pecah, gak ketahuan juntrungan dan segudang alasan lain. Padahal gw ngirim barang ke rumahnya Bibi yang Bandung coret aja nyampe jauh lebih cepat dari perkiraan. Ditanya resi? ada aja alesannya.

Memanfaatkan Prasangka Baik

Motif paling gak berperasaan si Pepi adalah memanfaatkan prasangka baik orang. Ga enak kan tiba-tiba nanya ke orang lain pernah punya masalah keuangan ama orang lain ato ga? Si Pepi tahu banget ini dan dia ekploitasi habis-habisan.

Worst part we the victim not only our money being robbed but also forced to think good about her for months. Gw sendiri berpikir kalo emang ada masalah dan Pepi sedang berusaha menyelesaikan. Dih! rugi banget kan?

Kejahatan Berulang

Pas Kamis kemarin semua orang memutuskan untuk mempublish kasus ini, temuan kami bahwasannya Randompeps bukankah blog pertama yang dipakai untuk menipu tervalidasi. Beberapa temen blogger dan penggiat twitter memberikkn kesaksian kalau mereka sudah menjadi korban balik ke tahun 2009.

Dari hasil googling dan kekuatan internet yang menyimpan apapun sekali kita posting, ditemukan beberapa nama yang dipakai oleh Pepi. Sheno Monkey, Nona Noto dan Wonderfulife denggn menggunakan berbagai penyedia blog gratis. Nama-nama itu hanya beberapa dari nama-nama lain yang dia pakai.

Sepanjang berganti-ganti nama ini, Pepi ketahuan climbing di berbagai komunitas yang beda-beda. Mulai dari BlogCamp group, beberapa blogger muda yang penuh idealisme dan juga blogger-blogger cemerlang Indonesia. Bahkan Pepi waktu pake nama Noto berhasil memposisikan diri sebagai anak muda kebanggaan bangsa yang bahkan RA Kartinipun bangga. Muda, pandai menulis, mengasuh banyak anak terlantar, dengan project beraneka ragam sampai menerbitkan majalah. Kalau ditarik benang merah, cerita yang dia pergunakan selalu too good to be true.

The Story Behind

Gw gak bayangin apa yang bakalan dilakukan oleh blogger-blogger gaul nan cerdas itu sampe bisa dapet informasi soal Pepi ini sebelumnya. Lead petunjuk sekecil apapun diikuti dan ditelusuri.

Nama-nama yang dipakai oleh si Pepi ini antara lain: Noto, Ata, Sheno, Ata Notonegoro, dan yeah… our beloved Pepi.

Di blog randompeps dia cerita soal Dedo yang menurut asumsi kami adalah suaminya meskipun secara spesifik gak pernah disebut sebagai suami karena di cerita itu mereka tinggal bareng, tidur bareng, kruntelan dan sebagainya. Di salah satu sms dia ngaku jadi korban KDRT which means harus ada rumah tangga dong ya?

Ternyata nama lengkap Pepi yang berhasil di dapet adalah Oktasari Nurhirhaningsih. Nama lengkap Dedo inisialnya S/G. satu suku kata dipakai sebagai gabungan nama Sheno- She*** dan Noto.

Dia ngaku anak interior design? bohong. S yang anak interior design di universitas ternama di negeri ini. Pastinya bohong kalau Dedo anak arsitek dan lagi ambil S2 karena dia anak interior design. Sementara Pepi? There’s another story there.

Dedo yang diakui sebagai suami pun belom pernah menikah sama Pepi. Diakui dari pembicaraan telepon dengan salah satu TimSus yang gw curiga bentar lagi bakal ganti nama jadi TimOlShop.

Pemilik rekening yang gw transfer pertama kali diakui Pepi sebagai asistennya, tapi waktu dikonfirmasi lewat telepon (pas dia nelepon mau bo’ong ketika kartu atm sudah diblokir) dia ngaku itu adeknya. Sekar ada dua di dalam manajemennya dia dan sekar asistennya nipu dia dan bawa lari semua uangnya. Bagaimana uang yang ada di rekening adeknya bisa dibawa lari oleh asistennya dengan nama yang sama?

Semua cerita yang dibangun oleh Pepi, adiknya, rumah tangga tempat Dedo tinggal yang broken home, adik-adik Pepi yang masih kuliah dan segala macam kebohongan yang ditampilkan ternyata memiliki dasar-dasar kenyataan tapi kemudian diputarbalikkan oleh (maaf) otak yang sudah rusak dan terlalu banyak berhayal ditambah dengan keinginan untuk mendapatkan uang mudah.

Ngelihat betapa twistednya cerita hidup si Pepi yang udah ngalahin Cinta Fitri dan Tersanjung yang 7 season itu (eh ato lebih ya?) Gw pribadi punya pendapat kalo sebenernya Pepi ini beneran butuh bantuan tenaga medis profesional.

Sepanjang gw kenal Pepi, gw tidak pernah ngelihat mukanya langsung, padahal seluruh (so called) temen-temennya dia paling gak pernah sekali upload foto keluarga ato foto mereka. Penasaran dan gw pernah tanya, jawabannya adalah “Gw gak mau orang nanti beli produk gw karena ngelihat siapa kami, tapi gw mau mereka beli karena melihat karya kami.” Dan setelah berhasil dikonfirmasi ke orang-orang yang ketemu dengan Pepi, paling gak fotonya sebagai berikut:

Kemudian Apa?

Setelah banyak korban berkumpul dan berusaha bagaimana bisa bertemu dengan Pepi, ternyata kondisi belum memungkinkan kami buat bisa ketemu dan ngomong langsung. Setelah itu Dedo/She/G tiba-tiba nawarin untuk menyelesaikan segala transaksi bisnis yang tertunda dan kami diharapkan buat ga mempublish tulisan yang menjelekkan nama orang “hanya” karena transaksi bisnis yang terganggu.

Untuk transaksi bisnis yang terganggu tidak ada yang namanya delay selama lebih dari satu bulan, ekspedisi yang gagal kirim berkali-kali atopun beribu alasan untuk tidak memberikan resi pengiriman. Trus gimana yang uangnya dipinjem dengan berbagai alasan tapi gak dibalikin? Apa itu bisnis juga?

She/G/Dedo, kami gak tahu anda siapa dan hubungan dengan Pepi. Kenap Anda mengambil posisi menggantikan semua kerugian bisnis yang diakibatkan Pepi? Apa hubungan Anda dan Pepi? Dalam kapasitas apa Anda melibatkan diri? Apa mau Anda?

Apa yang dilakukan oleh Pepi mungkin sudah mencapai ranah kriminal karena dia mempergunakan rekening orang tanpa seizin pemilik untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan cara

Jadi tujuan dibuatnya postingan ini bukan untuk menjelekkan seseorang karena yang gw tulis insyaAllah ada bukti dan ada saksinya. Postingan ini dibuat agar supaya yang lain bisa ngambil pelajaran dari sini dan kedepannya informasi mengenai Pepi ato siapapun namanya bisa di googling dan ditemukan lagi untuk dibaca.

Pelajaran yang gw sendiri ambil adalah jangan terlalu cepet percaya akun anonim di web.

Banyak orang jahat di internet tapi gak sedikit juga orang baik di sana. Jadilah lebih gaul. Dan JANGAN GAMPANG PERCAYA apalagi KETIPU.

Other links

Buat yang mau baca cerita dari sudut pandang korban atau calon korban lain silahkan dibuka link di bawah ini:
– Leony : Keajaiban ASI
– Lafamilledewijaya : Jangan Ada Grifter di Antara Kita
– Bemzkyyeye : Buat Pepi/Noto/Ata/Okta
– Ndutyke : Pepi PEnipu PIntar
– Plovea : Penting untuk Dibaca
– My Daily Thank You Note : Cerita Pepi
– Endless Laugh : Tuti Tukang Tipu
– d-rahmans : Aku Tertipu Dia
– Silulak : Blogger Penipu
– Cerita Nadya : Becareful Befriend with The Unknown
Β Celoteh4ti : (masih) tentang Pepi dan Liku-Liku Pengiriman Buku

Kalo ada postingan baru tolong kabarin ya. ntar gw update dimari.

PS:
– sebenernya masih banyak yang mau diceritain tapi kok males ketik ya. Butuh minum panadol banyak nih. Kalo nanti niat update bakal diupdate lagi deh. Hihihihi. Diupload dulu biar gak ketinggalan.
– forgiving not always comes with forgetting.

Advertisements

287 Comments

  1. Januari 25, 2013
  2. Evi
  3. metamocca
  4. bemzkyyeye
  5. Teguh Puja
  6. aqomadin
  7. Pungky KD
  8. t3ph
  9. Chelle Handojo
      • Chelle Handojo
  10. Awan
      • Bibi Titi Teliti
  11. 'Ne
  12. rhey
  13. Bibi Titi Teliti
  14. Melly Feyadin
  15. Akhmad Muhaimin Azzet
  16. easy
  17. rizarahmi
  18. Januari 28, 2013
  19. ongakudewi
  20. ayankmira
  21. elmoudy
  22. mekanik komputer
  23. Pakdhe Cholik
  24. applausr
  25. fingerplant
  26. Januari 30, 2013
  27. cepy
  28. Ophoeng
  29. Januari 31, 2013
  30. Abi Sabila
  31. Danni Moring
      • Danni Moring
          • Danni Moring
  32. marsudiyanto
  33. zahraflo
  34. winny widyawati
      • winny widyawati
  35. Ina
  36. sayafirda

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya. (^_^)

Refresh
Translate Β»
Want to read other posts in English in this blog?Open
+
%d blogger menyukai ini: