[Kamis-Buku] Papomics

Judul Buku: Papomics
Format: Komik
Pengarang: Haris Nurfadhilah; Harry Martawijaya; Muhammad Nurul Islam; Oyasujiwo
Penerbit: anak kita
Jumlah Halaman: iv+100

What is it to be a father?

Beda sama Kamis-Kamis sebelumnya,  kali ini gw mau review buku/komik Papomics.  Ini juga buat menuhin janji yang pernah gw bikin ke temen kantor gw yang lama (dadah-dadah ke Mbak Dewi Fitriasari – semoga gak salah nulis ejaan namanya ya Mbak).

Gw dapet buku ini karena menang giveaway reviewnya komik Mak Irits di goodreads buatannya Mbak Rahmi yang pernah direview di blog ini juga. Dapetnya komik Papomics.  Awalnya gak ngeh apaan sih komik buku ini isinya.

Ternyata oh ternyata komik tentang pengalaman para penulisnya jadi seorang Ayah/Bapak/Papa.

Baca komik eh buku ini hati gw langsung hangat.  Gw jadi bisa mengintip sedikit kehidupan keluarga-keluarga muda seumuran keluarga kami.  Lebih-lebih ke cerita dari sisi seorang ayah/bapak ya.  Kalo selama ini kan gw lebih banyak tahu cerita dari sisi para emak-emak yang kece superbadai gitu ya.  Cerita keluarga ya dari kacamata sudut pandang Ibu-Ibu. Lewat buku ini gw jadi sedikit lebih tahu bagaimana para ayah yang lain.

Beda dengan buku Sabtu Bersama Bapak yang sarat berisi muatan yang cukup berat bagaimana menjadi seorang ayah,  buku ini lebih ke cerita sehari-hari.  Ada 4 pengarang/penulis/komikus yang menyumbang ceritanya di sini.  Masing-masing dengan gaya penulisannya sendiri-sendiri.

Pas baca komik ini gw ketawa-ketawa sendiri gak jelas gitu deh. Beberapa penulis anaknya sudah di atas A usianya. Jadi bisa ngebayangin gimana nantinya dan apa yang gw bakalan alami. Sampe kemudian gw baca ulang dari awal ada cerita yang bikin gw kaget luar biasa.

Ternyata oh ternyata cerita pertama yang ditulis oleh Haris Nurfadhilah ini di bagian akhirnya menyebut nama istrinya yang sama banget sama nama temen kantor gw yang ternyata adalah beneran nama temen kantor! Dan di sana diceritakan kisah sedih keluarga mereka yang pernah gw posting di Kisah Sedih.

Pas kejadiannya beberapa tahun lalu, gw sampe gak berani ngomong sama Mbak Dewi karena gak ngerti harus ngomong apa dan takut salah. Hiks. Tapi beliau orang yang tabah dan sabar dan Insya Allah dia dan keluarga sudah bisa melaluinya.

Nah, gw gak tahu apakah buku ini dijual bebas karena di halaman pertama bukunya distempel kalau buku ini tidak untuk dijual. Jadi gw gak bisa sarankan untuk beli. Tapi bener deh, baca buku ini hati gw rasanya hangat. Selain itu, fakta bahwa komik ini dibuat dan diterbitkan oleh dan di Indonesia bikin semangat doodle-doodle dan gambar-gambar gw bangkit lagi. Hihihi.

Buat Mbak Rahmi, terima kasih banyak sudah dikasih buku ini. Buat Mbak Dewi dan para bapak-bapak penulis cerita, makasih ya sudah disharing pengalaman hidupnya.

PS: Mbak Dew, sori ya kelupaan mulu bikin postingannya. 😀

Buku lain yang pernah gw review di blog ini:
[display-posts category=”books-2″]

Advertisements

21 Comments

  1. azmihoffmann
  2. MS
  3. Dedis Lesmana
  4. dewi Fitriasari
  5. Haris Nurfadhilah

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya ya. Terimakasih! (^_^)

Refresh
Translate »
Want to read other posts in English in this blog?Open
+
%d blogger menyukai ini: