KPR

4 Pertimbangan Beli Rumah atau Sewa, Harus Pilih yang Mana?

Beli rumah atau sewa? Gue mau tulis 4 pertimbangan beli rumah atau sewa.

Kenapa gue nulis ini? Karena pertanyaan tentang beli rumah atau sewa ini banyak banget ditanyakan. Terutama dari teman-teman yang pertama kali bekerja.

Pilihan ini pernah dibahas oleh perencana keuangan populer di Instagram. Rangorang pun banyak mengamini pilihan sang perencana keuangan. Pilihan buat #SewaAja.

Gue pun tergelitik buat ngebahas. Pernah sih gue obrolin panjang lebar di IG Stories gue.

Kalo pengen tahu bisa buka dan follow akun instagram danirachmat yes.

Seperti biasa, buat baca postingan ini, manteman bisa baca dari atas ke bawah berurutan atau berdasarkan daftar isi ini:

Beli Rumah atau Sewa, Harus Pilih yang Mana?

Kesimpulan: Gue Pilih Beli Rumah

Beli Rumah atau Sewa, Harus Pilih yang Mana?

Jadi #PengabdiCicilan atau #NgontrakAja

Beli Rumah atau Sewa Aja?

Sering denger kan kalo males beli rumah karena gak mau keiket sama cicilan? Akibatnya jadi galau mau beli rumah atau sewa aja.

Rumah yang gue maksud di sini gak cuma rumah tapak ya, termasuk juga apartemen untuk tinggal. Ya sebenernya beli properti pada umumnya. Tapi mari kita sebut rumah.

Kenapa gak mau keiket sama cicilan KPR atau KPA? Kenapa gak mau menjadi #PengabdiCicilan?

Pertanyaan yang sebenernya gue juga bingung jawabnya. Pola pikir nakmuda jaman sekarang memang beda.

Bisa jadi nyicil rumah itu terlalu lama. Bisa jadi juga karena terlalu sayang sama duit yang kudu disetor ke bank tiap bulan. Atau malah karena cuma takut sama komitmen aja. #eaaa

Sementara itu, ngontrak rumah terlihat sebagai pilihan yang lebih mudah. Gak ada komitmen dan bisa pindah kapan saja. Kok rasanya kek orang disuruh milih, nikah vs pacaran aja. Hahahahaha.

Gue sendiri pernah ngalamin jadi kontraktor beberapa tahun. Ngontrak kosan di Jakarta selama beberapa lama setelah nikah. Waktu itu, gak pernah kepikiran mau beli rumah. Sampe akhirnya istri berbadan dua.

Masa awal nikah kami sempat ngontrak di Cibulan Raya. Berapa ongkos sewanya? Rp. 3,6 juta per bulan! It was crazy! Itu tahun 2011 loh!

Trus kami pun berpikir, kalo terus-terusan sewa mau jadi apa?

Baca juga: tulisan tentang Menyiapkan DP Rumah Idaman.

Kalo alasan yang bikin males beli rumah karena gak mau terikat angsuran, gue ada satu pertanyaan. Mau bayar ongkos sewa sampe kapan?

Percaya gak, kalo nyicil/ngangsur rumah masih ada jangka waktunya. 10 tahun, 20 tahun, 25 tahun? Lama memang. Tapi paling nggak ada jangka waktunya sampai cicilan selesai.

Beda dengan kalo milih #SewaAja. Selama masih butuh tempatnya, ya pasti harus bayar sewa.

Trus, mau sampai kapan bayar ongkos sewa? Selama kita gak punya alternatif lain, ya harus terus sewa. Perpetual expense, pengeluaran berulang yang gak jelas kapan selesainya. Click To Tweet

Jadikan jangka waktu ini sebagai pertimbangan pertama.

Kembali ke atas

Pertimbangan Kedua: Inflasi Harga Properti.

Inflasi harga properti bisa mencapai 10% – 20% per tahun

Yes, kenaikan harga properti yang bakalan dijadikan rumah. Baik itu rumah tapak maupun apartemen.

Kalau dari beberapa sumber berita, ketika pasar properti sedang ramai-ramainya, inflasi harga properti cukup luar biasa. Meskipun saat ini inflasi properti cukup rendah, akan tetapi ketika ada masanya ketika inflasi properti bisa mencapai 8% sampai 20% per tahun. Apalagi untuk properti di lokasi premium terutama di kota besar dan juga properti yang dimiliki pengembang terkemuka. Sumber berita bisa dicek disini, disini dan disini.

Dengan kenaikan harga yang cukup luar biasa ini, membeli properti sedini mungkin bisa jadi keputusan yang bijaksana. Semakin cepat membeli properti, harga yang kita bayar akan lebih murah.

Apalagi dengan sulitnya mencari investasi yang bisa seagresif perkembangan nilai properti.

Kalau beli propertinya ditunda-tunda, ada kemungkinan duit kitaga akan bisa mengejar harga rumah yang diinginkan. Apalagi kalau syarat yang diinginkan buat rumah idaman bejibun.

Di sini pertanyaan mau beli rumah atau sewa aja harus ditanyakan lagi. Yakin mau #SewaAja terus?

Baca juga tulisan tentang Pilihan Cara Membayar Rumah Idaman.

Ambil saja contoh, rumah seharga Rp. 300 juta.

Ketika menunda setahun saja untuk beli rumah itu, tahun depan harganya sudah naik sebesar Rp. 30 juta. Tentu saja dengan asumsi inflasi propertinya sebesar 10%.

Pertanyaannya, apakah bisa mendapatkan instrumen investasi yang pasti dapat 10% atau lebih?

Pertanyaan mau beli rumah atau sewa aja ini gak perlu lagi ditanyakan kalau suda bisa mendapatkan investasi yang returnnya di atas 10% per tahun. Dengan demikian, harga rumah pasti akan terkejar.

Kembali ke atas

Waktu Commuting VS Kebebasan Bergaul

Pertimbangan ketiga ketika galau mau beli rumah atau sewa aja: waktu commuting.

Waktu commuting jadi argumen kenapa sebaiknya gak beli properti adalah. Waktu dalam perjalanan menuju tempat kerja dan beraktivitas sehari-hari.

Argumen ini diajukan untuk menjustifikasi pilihan #SewaAja.

Remote Area Sebagai Pertimbangan Beli Rumah Atau Sewa Aja

Kenapa? dengan harga rumah yang sekarang, gak mungkin bisa beli rumah di tengah kota dekat dengan tempat kerja. Pilihan yang mungkin adalah membeli di pinggiran kota. Bahkan mungkin di kota-kota satelit yang mengelilingi kota tempat kita kerja.

Efek sampingnya sudah pasti perjalanan setiap hari membutuhkan waktu. Ibarat kata tua di jalan katanya. Daripada begitu, lebih baik menghabiskan waktu yang berharga tersebut untuk bersosialiasi katanya. Karena jaman sekarang bersosialisasi bisa jadi modal untuk advancing life.

Karir, proyek endesbra endesbre itu didapatkan dari bergaul. Is it really is?

Pertimbangan ini mungkin bisa jadi benar, bisa jadi nggak. Tergantung dari bidang kerja dan pergaulan seperti apa yang mau diikuti.

Syukur-syukur kalau pergaulan menjadi tumpangan untuk maju dalam hidup. Tapi kalau nggak, kebanyakan gaul bisa jadi malah menguras duit.

Apalagi jaman sekarang, cari penghasilan tambahan gak harus dari satu tempat saja. Bisa dilakukan remote dari segala penjuru dunia malah!

Baca juga tulisan tamu 7 Cara Mencari Penghasilan Tambahan!

Yang harusnya bisa diinvestasikan (ato malah dibayarkan ke cicilan rumah), malah habis gak jelas. Gimana? Sudah memutuskan buat beli rumah atau sewa aja?

Kembali ke atas

Ketenangan Pikiran dengan Memiliki Properti

Sungguh ini dulu gak pernah kepikiran ama gue. Pikiran tenang dengan punya properti. Punya rumah. Tempat yang bisa gue sebut rumah. Sungguh ini dulu gak pernah kepikiran ama gue. Pikiran tenang dengan punya properti. Punya rumah. Tempat yang bisa gue sebut rumah.

Dulu waktu ngekos, pikiran-pikiran gue selalu liar. Ada duit memang diinvestasikan untuk masa depan. Tapi gak ada purpose yang jelas dekat dengan keseharian.

Kadang gaul juga waktu bisa gak kekontrol. Pernah ada masanya gue sampe jam 1 pagi masih keluyuran di tengah kota Jakarta. Apakah merajut masa depan? Entahlah.

Pastinya menghabiskan duit bareng teman-teman tercinta. Saat itu keren aja rasanya jadi orang gaul ibu kota.

Bahkan ketika sudah menikah dan belom pindah ke rumah, rasanya pengen main aja. Males pulang ke kosan sempit meskipun mahalnya naudzubillah. Cuma bedanya, kelayapannya sama istri.

Ya ngemol, ya nonton, ya makan di luar aja. Pokoknya gak betah aja di kosan.

Tapi begitu ada rumah, pikiran ini udah gak lagi maen mulu. Adanya pengen pulang ke rumah aja. Jadi tenang dan teratur gitu isi kepala. Gak lagi mau coba makanan paling hits di Jakarta. Atau ketemu temen buat berbagi cerita.

Yaaaa, sekali waktu sih ada. Tapi gak tiap hari gaul di Jakarta.

Selain pikiran lebih tenang dan selalu pengen pulang ke rumah. Pikiran kami langsung laser focus mikirin buat bayar cicilan aja. Hahahahahahaha.

Baca juga tulisan tentang Pengalaman di Hari Pertama Commuting yang gue tulis tahun 2011!

Selain pikiran yang lebih tenanag, efek pasti dari hal ini adalah, sedikit demi sedikit, pengeluaran-pengeluaran gak penting pun berkurang. Terutama pengeluaran dari acara gaul santai. 😀

Kembali ke atas

Kesimpulan: Beli Rumah Mumpung Masih Bisa

Jadi, sudah memutuskan mau beli rumah atau sewa aja?

Keempat pertimbangan yang gue sebutkan di atas bisa kudu manteman pikirkan masak-masak deh. Bukannya bermaksud nakut-nakutin ya. Karena harga properti semakin lama bukannya semakin murah.

Tentu saja semua keputusan ada di tangan teman-teman. Mau beli rumah atau sewa aja, tentu ada positif negatifnya. Kalaupun manteman memutuskan mau sewa aja, selalu ingat untuk memutuskan setelah memertimbangkan semua sisinya.

Kalau memang ingin gaul, pastikan ikuti pergaulan yang produktif. Berkumpullah dengan orang-orang yang tepat. Bukan cuman habis duit tanpa jelas hasilnya.

Tapi dari sisi gue yang memang masih kolot ini, lebih baik beli rumah dibandingkan sewa aja. Kalo manteman gimana? Lebih baik beli rumah atau sewa aja? Share pendapatnya di kolom komen dong. 😀

Kalo ada pertanyaan atau ada yang mau didiskusikan, bisa langsung drop komen di bawah. I would love to hear from you all. Atau bisa juga colek gue di media sosial gue ini:

Twitter: @danirachmat
Instagram: @danirachmat

Atau kirim aja email ke halo@danirachmat.com.

Kembali ke atas

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya ya. Terimakasih! (^_^)

Refresh