KPR

Sudah Niat Beli Rumah? Ini Nih, Pilihan Cara Bayarnya!

Pilihan pembayaran beli rumah yang mana nih yang kalian pilih? Ada banyak loh caranya. Ato jangan-jangan masih belum tahu?

Pilihan Pembayaran Beli Rumah Idaman

Buat yang pernah beli rumah, apartemen ato properti pasti pernah ngerasain pusingnya milih metode bayar. Ujungnya capcipcup belalang kuncup aja milih mau bayar rumah pake cara apa.

Apa gue aja ya yang ngalamin ini? Hahahaha. 

Kalo ngumpulin DP buat beli pake cara kredit pasti dah pada tahu lah ya. Wong pernah ditulis di Alternatif Pilihan Mengumpulkan DP Beli Rumah Idaman.

Seperti dua postingan sebelumnya, gue kasih juga Daftar Isi buat postingan ini:

Pilihan Cara Pembayaran Rumah Idaman:

Jadi, Apa Saja Pilihan Pembayaran Beli Rumah Idaman yang Ada?

Cash Keras

Horang kayah? Ato dah nabung lama? Duit nganggur aja di rekening? Langsung aja bayar pake cash! Karena PALING MURRRAH!! Click To Tweet

Yes, tentu saja paling murah cash keras ini. I will get back to that later. 

Dari namanya aja udah cash keras ya. Mungkin, karena susahnya dipenuhi (oleh rangorang macem gue) makanya dikasih nama keras di belakangya. Padahal seharusnya cash aja cukup kan. Semacam hard-core gitu.

Yakalo gak yang bener-bener horang kayah ya pasti butuh nabung bertahun-tahun untuk bisa punya duit buat bayar rumah idaman tunai. Cem akad nikah aja, bayar tunai kan?

Pilihan Pembayaran Beli Rumah Idaman dengan Cash Keras
Pilihan Pembayaran Beli Rumah Idaman dengan Cash Keras

Soal murahnya tadi, opsi bayar tunai keras ini emang yang paling murah. Udah pada tahu kan kalo harga properti yang dipasang di iklan biasanya sih harga cash keras ini. Jangan gampang kagum dan heran. 

Kalo ada baliho segede Ultraman di pinggir jalan bilang rumah di daerah A seharga Rp. 300 juta, itu harga cash mamen! Beberapa kali kami nanya sih gitu kejadiannya. Hahahahaha.

Emak-Emak Belanja Saham
Mulai ngumpulin duit dengan investasi saham!

Bedanya bisa sampai beberapa puluh juta (ato malah nyampe angka ratusan juta) kalau dibandingkan dengan cara bayar properti lainnya. 

Kenapa bisa begitu? Yakarena developer gak nanggung risiko lagi begitu terima pembayaran tunai keras kan.

Udah hilang lah risiko gagal bayar dari kita sebagai pembeli. Developer gak perlu ngegaji orang admin buat nagih, buat terbitin tagihan denda kalo kita telat bayar dan bisa langsung bayar material bangunan dan kontraktor yang ngerjain.

Makanya bisa murah.

Jadi, kalo pengen bayar rumah idaman, apartemen atau properti lainnya, pake aja tunai keras… Duitnya dari mana? Ya kumpulkan sendiri. Pake investasi dan atur keuangan keluarga dengan benar.

Kembali ke atas

Cicilan Bertahap Developer

Apalagi piliah pembayaran rumah idaman yang kalian punya? Sudah pernah denger Cicilan Bertahap Developer?

Cicilan Bertahap Developer ini bukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) atau KPA (Kredit Pemilikan Apartemen) ke bank. Penyedia cicilan langsung si developer yang ngebangun properti. Click To Tweet

Cicilan bertahap developer ini biasanya jadi bagian program promosi yang dibuat sama si developernya waktu tahap pemasaran awal proyeknya. Biasanya bisa dibundling juga dengan cicilan DP sekian kali.

Contohnya aja gini: Cicilan DP 3x dan angsuran bertahap developer 33x. Kalo ada yang kayak gitu, berarti itu door to door tenor dari developernya 3 tahun aka 36 bulan. Program kek gini ini biasanya gak terlalu lama periodennya.

Gue dulu pernah nemu yang cicilan bertahap developernya sampe 48x. Lumayan lama, sampai 4 tahun. Belom pernah nemu yang sampe 5 tahun atau lebih sih. 

Karena jangka waktu yang tidak terlalu panjang dan tidak melibatkan pihak ketiga, pilihan pembayaran rumah idaman ini bisa dibilang yang termurah kedua setelah cash keras. Karena urusannya langsung antara developer dan pembeli rumahnya. Harga cicilan bertahap developer ini biasanya gak terlalu jauh dari harga cash keras. 

Uang muka dengan pilihan pembayaran ini pun biasanya lebih ringan dan itu tadi, bisa dicicil. Kayak pengalaman kami dulu pas beli apartemen, uang mukanya cuma 15% dari harga properti dan bisa dicicil 3x.

Kembali ke atas

Contoh Ilustrasi Cicilan Bertahap Developer

Kalo bingung ngebayanginnya, kita bikin contoh aja gini. Ada rumah seharga Rp. 500 juta dengan opsi cicilan 33x dengan uang muka 15% kayak kami dulu. Uang muka bisa dicicil 3x. 

Tanda jadi pembelian seperti transaksi properti pada umumnya Rp. 5 juta. Total angsuran berarti 36x (3 angsuran uang muka dan 33 angsuran sisanya). Hitung-hitungannya bakalan kayak gini:

  • Tanda jadi Rp. 5 juta
  • Uang muka 15% atau setara Rp. 75 juta dicicil 3x – masing-masing cicilan Rp. 25 juta.
  • Angsuran pertama (cicilan uang muka 1) Rp. 20 juta (Rp. 25 juta dikurangi uang tanda jadi)
  • Angsuran kedua dan ketiga (cicilan uang muka 2 & 3) masing-masing Rp. 25 juta
  • Angsuran ke 4-36 masing-masing Rp. 12,9 jutaan per bulan (Rp. 425 juta dibagi 33x).

Pilihan pembayaran rumah idaman yang inipun lebih fleksibel. Besaran uang mukanya bisa dinego. Mau digedein atau dikecilin. Kalo semakin gede uang mukanya, cicilan per bulannya jadi lebih murah. 

Kalo misalkan ada keterlambatan bayar, developer pasti akan mengenakan denda. KPR dan KPA juga ada denda sih, cuma beda sama dengan yang timbul dari telat bayar KPR dan KPA.

Keterlambatan pembayaran menggunakan cicilan bertahap developer gak masuk ke laporan debitur BI, sementara telat bayar KPR dan KPA akan memengaruhi peringkat kredit kita. Click To Tweet

Kembali ke atas

Kalau Ada Kesulitan, Apakah Bisa Diubah ke KPR atau KPA? Kalau Gak Bisa Lanjut Bayar Gimana?

Angsuran per bulannya memang berat kan ya. Kalo misalkan gaji per bulan Rp. 30 juta aja, buat ngangsur rumah seharga Rp. 500 juta di atas, hampir setengah gaji udah habis. Bisa gak sih kalo ada kesulitan pembayaran, pilihan pembayaran rumah idaman dengan cicilan bertahap developer ini diganti KPR?

Kalo dari info developer yang kami beli apartemen waktu itu sih bisa dialihkan ke KPA. Tapi ada penyesuaian-penyesuaian yang harus dilakukan. 

Salah satunya yang paling kerasa adalah penyesuaian harga propertinya. Misalkan dengan cicilan bertahap developer harga Rp. 500 juta, maka dengan KPA harga bisa naik menjadi Rp. 650 juta.

Uang yang sudah terbayar sebagai angsuran akan dianggap sebagai DP kalo emang sudah mencapai atau lebih dari DP 30% (besaran DP juga tergantung bank yang dipakai). Kalau angsurannya kurang dari ketentuan DPnya? Ya HARUS nambah mamen!

Seandainya berujung ke bener-bener gak bisa bayar cicilan dari pilihan beli rumah idaman yang ini, maka developernya punya opsi untuk jual rumah idaman/apartemen kita ke orang lain. Dan itu sudah diperjanjikan di awal.

Uang yang sudah kita bayar akan dibayarkan ke kita lagi. Tentu saja setelah dikurangi biaya-biaya.

Oh ya, pilihan pembayaran pembelian rumah idaman dengan menggunakan cicilan bertahap developer ini cuma bisa dipake buat pembelian properti baru ya. Terutama untuk proyek-proyek yang masih dalam tahap pembangunan dan baru dibuka pemasaran dan pernjualannya. Jadi biasanya sambil nyicil sambil nunggu properti jadi.

Kembali ke atas

KPR/KPA Bank

Kalau ini mungkin semuanya sudah familyer kali yes? Pilihan pembayaran rumah idaman atau properti lainnya dengan menggunakan kredit dari bank. 

Memilih cara pembayaran menggunakan KPR berarti sudah siap sama komitmen jangka panjang. Termasuk biaya-biaya  dan juga berbagai macam persyaratan yang menyertainya.

Jujur kata gue juga gak paham banget KPR ini biayanya apa aja. Cuma kebayang aja sebagian besarnya. Bahahahaha. Belom pernah ya bok soalnya.

Biaya yang gue maksud di atas itu belum termasuk biaya bunga yang harus dibayar ke bank loh ya. Soal bunganya sendiri aja kita harus teliti dan tahu apakah banknya pakai bunga flat atau efektif. Trus apakah bunganya fix atau floating. 

Kalo kagak paham, bisa-bisa kejepret bunga dah. Untungnya akiks orangnya baik hati dan sudah nulis soal bunga-bunga tadi di blog ini. 

Beda harga antara KPR dan harga cash keras bisa lumayan jauh. Kalo dihitung semua sama bunga, perbedaan bisa mulai dari beberapa puluh juta sampai ratusan juta.

Keuntungannya menggunakan pilihan pembayaran rumah dari bank ini salah satunnya jangka waktunya yang lumayan lama buat. KPR/KPA kan bisa mengangsur sampai 15 tahun, bisa bikin kita bernafas lebih lega dibandingkan kalo harus pake cicilan bertahap dari developer kan yes.

Tapi yang benar-benar harus disiapkan sih memang DP alias uang mukanya kalau memang mau KPR atau KPA. Bisa juga baca langsung ketentuan uang muka kredit pemilikan rumah dari Bank Indonesia. 

Nantinya, gue mau bikin postingan panjang yang ngumpulin beberapa postingan tentang KPR ini. Di twitter pun pernah gue pernah bikin thread twitter dari postingan yang gue sebut di atas, tentang mengumpulkan DP KPR:

Kembali ke atas

Peer to Peer Lending

Alternatif pilihan pembayaran rumah idaman lainnya yang gue sebutkan di sini adalah dengan menggunakan peer to peer lending. Ini kalo misalkan susah ngajuin KPR sementara cash keras juga tak mungkin.

Opsi ini muncul bersamaan dengan fenomena fin-tech yang semakin ramai di era internet ini. 

Beberapa yang gue baca bilang kalo proses mereka yang paling mudah, cepat dan sederhana. Tidak seperti proses KPR/KPR di bank. Cukup klak-klik di internet.

Gue sendiri belom pernah eksplorasi sampai bagaimana opsi pembiayaan pembelian rumah idaman menggunakan peer to peer lending ini. 

Cukup menggoda memang bagaimana mereka menjanjikan segala kemudahannya. Tapi satu yang gue pelajari dari pengalaman kerja di bank selama ini:

Semakin MUDAH proses kredit, semakin MAHAL biayanya. Click To Tweet

Perhatiin kan bagaimana kartu kredit bisa pasang bunga sampe lebih dari 10% setahun? Atau KTA yang sehari jadi itu, pernah hitung bunganya?

Baca juga tulisan tentang Bagaimana Menjaga Keamanan Kartu Kredit.

Kalo dari perspektif peminjam, tingkat risiko sebuah pinjaman dicerminkan di tingkat bunga yang dikenakan. Semakin analisa njelimet dan semakin banyak pengamannya, suku bunga semakin kecil. Semakin berisiko, suku bunga semakin besar.

Selain itu, coba diperhatikan baik-baik syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh perusahaan P2P lendingnya ini ya. Banyak banget kan cerita di Twitter soal orang penagihan tunggakan dari perusahaan P2Pnya.

Pe-er terakhir kalau mau pakai peer to peer lending adalah memastikan apakah bisa mendapatkan limit yang cukup besar. Karena sejauh ini untuk pinjaman individu setahu gue belom ada yang bisa kasih pinjaman sampai seharga rumah ya. 

Kembali ke atas

Pinjaman Home Ownership Program Kantor

Opsi terakhir ini sih teruntuk yang masih kerja kantoran. One of the perks being a corporate slave. *Padahal perbudakan di atas dunia sudah dihapuskan. 🤣

Baca juga postingan Kerja di Bank.

Dengan menggunakan pinjaman dari kantor sebagai pilihan pembayaran rumah idaman, bunga yang harus dibayar akan lebih murah dibandingkan kredit umum. Bahkan ada beberapa perusahaan yang memberikan subsidi bunga sehingga karyawan hanya perlu membayar angsuran pokoknya.

Opsi pilihan ini dibuat oleh perusahaan terutama buat jagain karyawan-karyawan terbaiknya buat gak resign. Part of the retention program.

Kalo ternyata di tengah jalan resign, ya berarti harus lunasi sisa pinjamannya.

Biasanya sih kalo kerjasama dengan bank dan perusahaan kasih subsidi bunga, sisa bunga yang belum kebayar harus dibayar oleh si karyawan buat dilunasi. Ya memang wajar kan ya kalau begitu. 

Kembali ke atas

Kesimpulan: Mau Ambil Pilihan Pembayaran Properti yang Mana?

Kalo sudah ada properti yang diincer, pertimbangkan baik-baik pilihan pembiayaan properti yang mau diambil. Jangan sampe ambil pilihan yang ternyata memberatkan.

Karena ada pilihan yang mungkin terkesan ringan dan mudah di awal, ternyata setelah dihitung-hitung jatohnya mahal banget. Kumpulkan info sebanyak mungkin. 

Cuma tiap-tiap pilihan pasti bakalan butuh uang muka akan DP. Uang muka inilah yang perlu dikumpulkan sedini mungkin. Kalo bisa sekarang ya mulai sekarang.

Mulai investasi, jangan dihabiskan mulu itu duit tanpa jelas ke mananya. Mulai dari reksadana, saham, emas ato apapun pilihan investasi yang paling cocok dengan kondisi pribadi. Karena waktu adalah teman paling baik buat kita untuk berinvestasi. 

Postingan-postinga bertema investasi berikut sangat gue sarankan buat dibaca:

Gimana menurut manteman tentang pilihan pembayaran beli rumah idaman ini? Share dong pemikiran manteman di kolom komen. 

Kembali ke atas

Advertisements

3 Comments

Psst... Rugi loh, habis baca gak komen. ;)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya ya. Terimakasih! (^_^)

Refresh