Blog Perencanaan Keuangan

Menu
  • FIRE
    • Dana Pensiun
  • Perencanaan Keuangan
    • Kredit
      • Kredit Umum
      • KPR
      • Kartu Kredit
      • Kredit Online
    • Asuransi
    • Dana Darurat
    • Dana Pendidikan
    • Tips Hemat
  • Investasi
    • Emas
    • Business
    • Crypto
    • ORI-SukRi
    • Reksadana
    • Saham
    • P2P Lending
  • Kamus Keuangan
  • Stories
    • Keluarga
    • Buku
    • Film
    • Musik dan CD
    • Office Life
    • Di Balik Blog
    • Inspirasi
  • About Me
    • Site Map danirachmat.com
    • Contact
    • Paid Post
    • Postingan Tamu
    • Disclaimer
Home
Fragment
My Ways to Make the Most of My Time
Fragment

My Ways to Make the Most of My Time

dani 07/12/2011

WordPress for Android Apps

Officially I’m a commuter among many others. Gw hidup di daerah remote dari Jakarta dan menghabiskan cukup banyak waktu harian gw commuting dengan naik kereta selama perjalan pulang pergi rumah-kantor. Masuk kantor jam 8.00 pagi sampai jam 17.00. Dan gw kerja di perusahaan Jepang di mana waktu sangat dihargai. I can’t use my remote area where I live as an excuse. So un-professional right?

Buat menyiasati ini gw berangkat pagi-pagi. Jam 5.15 gw udah berangkat dari rumah untuk ngejar kereta yang berangkat jam 6. Bukan apa-apa, dikereta jam 6 ini penumpangnya masih lumayan dikit. Jadi gw bisa tidur. :D. Perjalanan selama 40 menit dari Serpong ke Jakarta. Oke gw bilang tadi gw bisa tidur. Tapi masa sih tidur? 5 jam tidur di rumah menurut gw cukup buat memulihkan tenaga. Apalagi tidur di kereta bisa dengan suksesnya selalu bikin gw pusing dan disorientasi arah. Pulang kantor sekitar jam 7 karena ga mungkin banget kerja bareng orang Jepang bisa tenggo (Lain kali gw bisa nulis soal kerja bareng orang Jepang nih). Lagian sekalian nunggu sholat maghrib. 40 menit lagi harus gw lewatkan di atas commuter line.

I need to make this more than 2 hours time useful for me. Gw ga mau tidur! (Kecuali terpaksa*). Apa yang bisa gw lakukan? Banyak!

Pertama gw bisa dengerin musik dari HP gw. Lumayan bisa update library musik yang parah banget. Tapi gw belum bisa jadi tipe orang yang hip mengikuti perkembangan musik terbaru. Paling kalo udah denger lagu sekali, lagu itulah yang bakal tinggal di playlist music player gw.

Oke, gw harus cari alternatif lain. Baca! Itu bisa jadi pilihan yang menarik buat dilakukan. Gw bisa bawa buku Steve Jobsnya Walter Isaacson yang baru dibeliin Bul versi bahasa Inggrisnya dan baca, sekalian keliatan kayak orang pinter karena baca buku tebal berbahasa Inggris di tengah orang yang ngantuk-ngantuk di kereta. But hey! What is the train fully loaded? I didn’t get any seat or turn out that 40 minutes is way too short to read? Gw bisa duduk sejam lebih baca di toilet pas (maaf) e’ o’ (okay TMI, too much info) :P. Buku yang gw bawa-bawa alhasil hanya bakalan jadi bahan pemberat tas cantik Medco punya Bul (hehe, pinjem barang istri boleh kan?)

Ato, gw bisa bbm an, ym an ato gtalk an dan segala macem social networking yang lain. Tapi gw ga seaktif itu socially, temen-temen gw masih dikit dan jam segitu ga mungkin gw ngajakin ngorol orang trus dibales. Either mereka masih (sudah) tidur ato mereka juga sama-sama kayak gw. Dalam perjalanan.

Okay, ngeblog. Nulis. Hehehe. Meskipun gw sendiri bukan belom jadi penulis. Gw juga belom aktif blogwalking dan ikut komunitas blogger. Dan mungkin kegiatan nulis terkesan ribet. Banyak yang harus dilakukan dan dipikirkan sepertinya. But turns out that writing while commuting is a lot fun. I did it for the first time in my first day commuting. Gw tulis tentang pengalaman naik kereta pertama gw. Dan hey, ternyata ga ribet loh. Menyenangkan malah. Dan gw bisa lakukan sambil dengerin laguy di HP gw yang memang cuma itu-itunya. Yang harus gw lakukan hanyalah berjuang mencari tempat duduk supaya gw bisa nulis. Gw baca katanya orang yang nulis lebih bahagia dibanding yang ngga nulis. Bener ga sih ini?
Sebenernya banyak sih yang lain yang bisa dilakukan. Bisa aja gw jadi fashion police dan mengamati gaya pakaian orang-orang buat gw jadiin referensi berbusana ato gw tulis reviewnya dan gw kirim ke majalah fashion. Tapi setelah gw amatin kok ya sama semua ya. Celana panjang, baju hem lengan panjang garis-garis. Rambut jambul Tintin dan sepatu hitam laras panjang. So, its not a good idea.

Ato bisa aja networking di kereta ini. Cari temen. Tapi setelah dipikir-pikir dan gw liat mereka banyakan yang tidur bok. Bahkan dengan berdiri berpegangan di hand rail. So. Coret dari daftar. 😛

Blogging, lebih aktif menulis. Lagipula gw baru di acc ama is Bul buat beli Blackberry Apollo yang ciamik banget dengan koneksi 3Gnya ini. Make provider andalan gw (ga sebut nama ah) perjalanan 2×40 menit terasa menyenangkan.

Sambil duduk dikelilingi bapak-bapak yang memandang iri

-tanahabangserpong departed 07.05 pm:eta 07.45 pm-

Share
Tweet
Email
Prev Article
Next Article

Related Articles

Struktur Pikiran daNi Rachmat
di postingan ini gw mau bahas sedikit isi struktur dari …

Struktur Pikiran daNi Rachmat

Buat review film Maze Runner The Scorch Trials gw bilang …

Review Film Maze Runner The Scorch Trials

About The Author

dani

4 Comments

  1. bintangtimur

    Hehehehe…mangkanya udah banyak posting baru di blog ini 😀
    Sip…sip, saya juga setuju kalo nulis itu bikin kita lebih bahagia.
    Isi, tata bahasa dan apapun itu menjadi tidak terlalu penting kalau kita sudah mencurahkan apa yang ada di benak dan hati kita lewat sebuah tulisan…setuju kan, Dan?

    13/12/2011
    • danirachmat

      Setuju banget Mba! 🙂

      Nulis ibarat mengurai benang kusut dipikiran. Sedikit demi sedikit apa yang masuk ke otak dikeluarkan lewat tulisan.

      Btw terimakasih atas tulisan-tulisan Mba yang sangat menyenangkan untuk dibaca. 🙂

      13/12/2011
  2. Asop

    Oke oke, posting-an ini semakin membuat saya iri aja pengen punya hape smartphone ber-OS android. :mrgreen: Gak usah android lah, iPhone aja saya pengen. 😆
    Alasannya, apalagi kalo bukan untuk mobile blogging sewaktu-waktu? :mrgreen:
    Tanpa harus membuka laptop, asal ada jarngan GSM dan HSDPA, saya siap blogwalking dan posting. 🙂

    24/12/2011
    • danirachmat

      hahahaha. Kalo iPhone saya juga pengeennn… 😛

      26/12/2011

Leave a Reply Cancel Reply

Beli e-book Kebebasan Finansial Level 1

Podcast

Postingan Terbaru

  • Strategi Investasi Jangka Panjang untuk Dana Pensiun di Tengah Ketidakpastian Pasar
    Strategi Investasi Jangka Panjang untuk Dana Pensiun …
  • Keuntungan Investasi Saham Jangka Panjang di Tengah Fluktuasi Pasar
    Keuntungan Investasi Saham Jangka Panjang di Tengah …
  • 4 Pekerjaan untuk Usia 60 Tahun ke Atas sebagai Sumber Penghasilan Tambahan
    4 Pekerjaan untuk Usia 60 Tahun ke …
  • 13 Usaha Tanpa Modal Besar untuk Usia 50 an agar Tetap Produktif dan Mandiri
    13 Usaha Tanpa Modal Besar untuk Usia …
  • Dana Pensiun BPJS Ketenagakerjaan bagi Karyawan Swasta: Seberapa Cukup?
    Dana Pensiun BPJS Ketenagakerjaan bagi Karyawan Swasta: …

Postingan Paling Populer

  • Contoh Perusahaan Dana Pensiun di Indonesia dan Cara Kerjanya
    Contoh Perusahaan Dana Pensiun di Indonesia dan …
  • Cara Menghitung Kebutuhan Dana Pensiun bagi Freelancer dan Pekerja Mandiri
    Cara Menghitung Kebutuhan Dana Pensiun bagi Freelancer …
  • Apa Itu Reksa Dana dan Bagaimana Cara Kerjanya untuk Pemula
    Apa Itu Reksa Dana dan Bagaimana Cara …
  • Strategi Investasi Jangka Panjang untuk Dana Pensiun di Tengah Ketidakpastian Pasar
    Strategi Investasi Jangka Panjang untuk Dana Pensiun …
  • Pentingnya Menyusun Bujet Harian untuk Memaksimalkan Tabungan FIRE
    Pentingnya Menyusun Bujet Harian untuk Memaksimalkan Tabungan …

Blog Perencanaan Keuangan

Copyright © 2026 Blog Perencanaan Keuangan
Design by Mamat

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
Go to mobile version