Short Selling Diobrolin Santai (Bekal Nonton The Big Short :P)

Short Selling ini jadi tema yang dibahas di film The Big Short di samping Credit Default Swap, Mortgage Back Securities, Sub Prime Mortgage dan cenchu saja kehidupan para banker Wall Street dan bagaimana dunia keuangan di Amrik sono bekerja. Oh how I enjoyed watching the movie. Ketawa ngakak sampe sedih warbiyasak pas nonton filmnya.

Gw gak tahu apakah yang gak bekerja industri keuangan akan menikmatinya sebanyak gw menikmati film itu.

Kalo belom pada tahu apa sih inti ceritanya film yang menurut gw bakalan jadi film terbaik versi Dani tahun 2016 ini better googling dulu ato nunggu review gw nanti siangan. Bahahaha… *Trus ditimpa truk pengantar duit. Filmnya sendiri cerita soal orang-orang yang untung besar dari kondisi keuangan dan banking industry di Amerika waktu krisis tahun 2008 kemaren. Mereka dapet untung jutaan dollar dari yang namanya short selling.

Apaan tuh?!! *zoom-in-zoom-out-muka-gw-yang-nutup-satu-mata *iya-kayak-Jaja-Miharja *Kalo gak tahu berarti kalian masih muda ato gak pernah nonton tipi Indonesia 😛

Bokkk, bahasan gw Minggu pagi kok berat bener ya? Tapi semoga mantereman semua gampang mencerna postingan gw ini sebelum akhirnya memutuskan nonton film The Big Short nanti ya. Karena mungkin akan membingungkan buat yang gak bersentuhan sama dunia trading. Kita tundalah dulu ya melanjutkan cerita soal financial checkup dan juga gimana nyehatin arus cash flow kemaren ya. 😀

Short Selling dan Posisi Trading

FInancial Market

Jadi ya, di dunia trading, gak cuman keuangan, baik itu komoditi, saham, valas ato yang lain ada yang namanya posisi. Posisi itu yang nunjukin kita punya barang yang lagi diperdagangkan ato nggak. Nah short selling itu posisi di mana kita jual barangnya pas kita gak punya barang. Mulai ada tanda tanya banyak di atas kepala? *grin*

Jadi kan kalo orang mau dagangin barang kudu punya barangnya dulu ya? Mau jualan Kaynn, Tulisan ato Abekani kan kudu punya barangnya dulu, potret di IG baru kemudian dijual. Ato paling gak kita sudah ada kesepakatan beli dengan orang lain buat dijual kan? Kalo belom ada barangnya trus ada orang mau beli dan transfer duit bisa kalang kabut dong kita ntar. Lha barangnya siapa yang mau dikasih ya?

Pas posisi kita udah beli dan udah menjadi pemilik barang, itu namanya Long Position. Kebalikannya dari long position, iyes, short position, kita jual barang tapi belom punya barangnya.

Mekanisme short selling kalo di dunia nyata misalkan gini, kita udah kontak-kontakan sama yang punya dan mau jual tas Chanel dia butuh duit, dese udah kasih kita poto buat dijual, kita maunya jual lagi dan langsung deh pasang di IG kita karena punya follower serebuan yang suka bener sama tas Chanel ini. Eh langsung dong temen baik kita transfer duitnya ke rekening kita buat tas Chanel itu karena pas kebetulan dia seneng banget.

Elhadalah ternyata orang yang butuh duit yang punya tas chanel tadi ternyata udah kadung terima pembayaran dari temennya yang lain. Akibatnya, kita jual tas yang kita belom punya dan itu namanya Short Selling. Pilihannya ada dua, batalin deal kita dan balikin duit yang sudah kita terima, ato cari tas Chanel lagi di harga yang lebih murah dari transaksi yang kita buat.

Kebayang gak?

Nah di dunia trading, secara umum sangat dimungkinkan untuk ambil posisi long ato short. baik itu komoditas, forex atopun saham. *bok, bertele-tele banget ya penjelasan gw? Ada video singkat tentang Short Selling nih:

Tujuan Short Selling/Short Position

Posisi apapun itu di dalam trading tujuannya buat apa? Iyes! Cari keuntungan! Demi duid dan profit. Prinsip paling mendasar trading tetep berlaku, beli di harga murah dan jual di harga mahal. Tak iyes?

Lah kok bisa untung dengan short selling? Dengan jualan dulu barang yang kita gak punya?

Ini kalo misalkan pas waktu melakukan trading, kita ngelihat tren penurunan harga yang berkelanjutan. Yup, siapa bilang harga turun terus menerus cuma bisa takut dan sutris? Ini bisa jadi kesempatan emas buat para trader yang handal. Turunan prinsip dasar trading bisa diaplikasikan: jual di harga murah dan beli di harga lebih murah lagi.

Inget postingan Help! Duitku hilang! (Ketika Harga Saham dan Reksadana Jatuh!)? Di situ gw bahas tentang averaging kalo pas harga saham ato reksadana jatuh.

Jadi, trader dengan nyali gede dan kemampuan analisa yang warbiyasak pas harga turun akan jual barang dagangan mereka duluan. Ketika menurut analisa mereka harga sudah sampai di titik terbawah mereka akan beli barangnya di sana. Di akhir hari posisinya square kan? Gak pegang apapun, gak short dan gak long.

Bencana misalkan kalo setelah ngambil posisi short/short selling ternyata harganya gak sesuai dengan analisa dan prediksi mereka. Misalkan jual sesuatu di harga Rp. 5.000 dengan harapan barang yang tadinya seharga Rp. 6.500 bakalan menyentuh Rp. 4.000 dan nantinya akan beli di harga Rp. 4.000 itu, eh ternyata harganya gak jadi turun. Setelah dijual ternyata harganya malah merangkak naik ke Rp. 5.700 misalkan.

Emang gak bisa dibatalin kalo misalkan salah ambil posisi dan kondisinya berbalik gini? Gak bisa!

Buat para trader di financial industry, ada yang istilahnya my word is my bond. Haram hukumnya membatalkan deal yang sudah dibuat. Trader itu yang dipegang omongannya. Jadi gak bisa mencla-mencle, sekarang mau jual eh dua jam kemudian diingkari. Karena itulah telepon mereka direkam dan setiap transaksi dicatet dengan teliti oleh sistem. Gak bisa maen seenaknya sendiri batalin. Kalo misalkan salah ambil posisi yaudah terima aja kerugian dari kesalahan itu. Coba transaksi lagi besok dan bikin untungnya buat nutup kerugian ya besok lagi.

Ah pasti dah kebayang deh transaksi short selling ini kan ya?

Selling House

Itulah yang dilakukan oleh orang-orang di film The Big Short itu. Mereka short sellingkan kontrak Credit Default Swap (CDS) di waktu pasar properti Amrik lagi kuat-kuatnya. Seolah-olah mereka buang duit untuk hal yang gak mungkin kejadian (harga properti menurut bayak orang waktu itu gak mungkin turun). Mereka pun dapet untuk gede. Milyaran dollar Amrik waktu ekonomi negara itu beneran ambruk.

Seru kan?

Emang Short Selling Diperbolehkan?

Yang pasti sekarang short selling itu diatur ketat. Setahu gw buat para trader dan anggota bursa di Indonesia, jualan saham short selling tidak diperbolehkan kecuali sudah memenuhi kondisi tertentu. Mengutip berita di Liputan 6 tentang Short Selling:

Sekretaris Perusahaan BEI, Irmawati Amran menjelaskan, transaksi short selling hanya bisa dilakukan dalam rangka menjalankan ketentuan dalam Peraturan Bapepam dan LK Nomor V.D.6 tentang Pembiayaan Transaksi Efek oleh Perusahaan Efek bagi Nasabah dan Transaksi Short Selling oleh Perusahaan Efek.

Selain itu, transaksi short selling juga harus mengikuti Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor III-I tentang Keanggotaan Marjin dan Short Selling dan Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor II-H tentang Persyaratan dan Perdagangan Efek dalam Transaksi Marjin dan Transaksi Short Selling.  

Kalo mau baca aturannya, ada file pdf dari perpustakaan Universitas Indonesa tentang Aturan Transaksi Short Selling. Panjang banget pas gw mau baca. Pusyiang duluan cyn akikes. 😛

Gw sendiri sih kagak berani. Karena itu keknya pas training pemilihan trader treasurynya Bank Mandiri gw gak bisa kepilih. Gak punya kecepatan analisa dan keberanian seorang trader yang bisa melakukan short selling ini. Bahahaha. Padahal kalo kondisi market lagi drop short selling bisa sangat menguntungkan. 😛

Adududuh banyak banget yang bisa diobrolin sebenernya kalo soal market, trading lalalili. Bukan ilmu yang canggih sih yang gw tahu, cuma basic-basicnya doang tapinya. Semoga gak pada bosen ya baca postingan macem ginian. Hihihihi… Meskipun gak aktif trading, gw seneng sekali belajar tentang dunia ini. Paling gak kalo orang ngomong gwnya tahu.

Mungkin karena emang dasarnya gw pedagang ya, seperti yang gw tulis waktu Hari Ibu kemarin tentang gimana gw mulai belajar prinsip pasar modal.

Jadi kalo nanti nonton film The Big Short udah tahu kan jadinya short selling itu apaan dan kenapa judulnya The Big Short? 😀

Kalo ada yang mau dibahas colek aja ya gw di komen ato di twitter @danirachmat.

Advertisements

31 Comments

  1. tofan
  2. tofan
  3. Runtrader - Hanya Seorang Trader
  4. suryahardhiyana
    • dani

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya. (^_^)

Refresh
Translate »
Want to read other posts in English in this blog?Open
+
%d blogger menyukai ini: