Mau Lebih Baik Jadi Orang Tua? Finding Dory Film yang Tepat Buat Belajar

Yep-yep-yep-yep, ini review film Finding Dory, film terbarunya Disney Pixar! Dan harus gw taruh di sini: DISCLAIMER: SPOILER ALERT IS ON!

Tapi sebelum lanjut ke postingannya, ini nih trailernya film Finding Dory yang amat sangat gw sarankan buat ditonton para orang tua (iya orang tua!)!

Gimana, sudah nonton trailernya kan? Sekarang balik ke review film Finding Dory dan kenapa orang tua HARUS nonton film ini ya! *dani terlebhey banget dah

Rating: PG (Parental Guidance, for the full understanding about rating, read the post about rating in Indonesian Film Industry)
Genre: Animation, Adventure, Comedy
Director: Andrew Stanton, Angus MacLane
Duration: 1 hour 37 minutes
Star: Ellen DeGeneres (Dory), Albert Brooks (Marlin), Ed O’Neil (Hank), Hayden Rolence (Nemo), Sloane Murray (Young Dory), Sigourney Weaver (Sigourney Weaver), Kaitlin Olson (Destiny), Ty Burell (Bailey), Eugene Levy (Charlie), Diane Keaton (Jenny)
Critics Review: 8.6/10 IMDB; 78/100 metacritics; 95% Rottentomatoes

Semua gambar di sini diambil dari website Finding Dory Disney Indonesia.

Blurb of The Movie

Review Film Finding Dory untuk Menjadi Orang Tua yang Lebih Baik

Review Film Finding Dory untuk Menjadi Orang Tua yang Lebih Baik

Film ini mengambil setting setahun setelah kejadian di film Finding Nemo. Setelah semua kembali ke Great Barrier Reef di Australia. Semua hidup bahagia dan Dory akhirnya menjadi bagian dari keluarga Marlin dan Nemo.

Sampai suatu kilatan random di ingatan Dory menyadarkannya tentang keberadaan orang tuanya. Sedikit demi sedikit Dory mengingat masa kecilnya. Diapun ingin bertemu kembali dengan orang tuanya yang sayangnya tinggal di Jewel of Morro Bay California.

Dory harus kembali menyeberangi lautan dari Australia ke California hanya untuk menemukan bahwasannya tempat orang tuanya tinggal adalah sebuah laboratorium raksasa bernama Marine Life Institute. Bagaimana Marlin dan Nemo menemani Dory dan bagaimana perjalanan menempuh lautan harus hanya setahun setelah petualangan mereka? Apakah Dory akan kembali menemukan orang tuanya dengans segala keterbatasan ingatannya?

Review Film Finding Dory dan Kenapa Orang Tua Harus Nonton Film Ini!

We are big fans of Nemo, Marlin and especially Dory! Dari sejak beberapa bulan lalu

Dan pas film ini tayang, kamipun bela-belain nonton show yang jam sembilan (iya bareng A dan berpuluh-puluh orang tua lainnya yang ajak anak mereka). Dan kami berpendapat worth the effort. Film ini baguuuusss!

Bahkan gw sarankan para orang tua buat nonton film ini dan ambil pelajarannya buat bisa jadi orang tua yang lebih baik. Jadi ini nih review film Finding Dory yang sempat bikin mata gw berkaca-kaca ini.

Ground Story Kuat

Gw awalnya ragu sama film ini. Apakah akan bisa menandingi kehebatan Finding Nemo yang sepuluh tahun lebih yang lalu berhasil ngaduk perasaan gw. Bagaimana Dory yang pelupa, the clown character bisa jadi punya cerita yang solid.

Ternyata justru dari kelemahan karakternya itulah cerita dibangun. Short term memory loss yang diderita Dory-lah yang memungkinkan cerita di film ini dibangun dengan kuat.

Pixar  gak sembarangan menceritakan bagaimana penyakit yang membuat Dory jadi bahan tertawaan di Finding Nemo dan bikin film itu hidup. Ternyata penyakitnya memang ada di dunia nyata.

Coba baca tulisan Brain Disorder Movie Reviews yang ngebahas aspek teknik tentang penyakit Dory ini.

Review Film FInding Dory

Review Film FInding Dory

Flashback ke masa lalu Dory kecil bersama orang tuanya bikin gw nangis. Bahkan waktu gw nulis review film Finding Dory inipun gw merinding.

Kedua orang tua Dory normal, tanpa ada kekurangan suatu apapun. Tapi dua ikan Tang biru yang baik-baik saja inipun menghasilkan anak dengan kekurangan seperti Dory. Namapun orang tua ya, mereka masih tetap mencintai Dory sepenuh hati.

Seolah bisa menangkap bagaimana isi hati para orang tua, Jenny dan Charlie pun berusaha menyiapkan Dory sebaik mungkin untuk bisa menghadapi masa depannya. Hati gw langsung tertusuk-tusuk dan ngelirik ke A di sebelah gw sambil kepikiran gimana anak ini nanti ngadepin masa depan setelah gw ama Bul gak ada (amit-amit, semoga kami selalu diberikan umur panjang dan mendampingi A sampai dia siap berdiri di kakinya sendiri ya).

Dari dasar inilah film dibangun. Baik Finding Nemo maupun Finding Dory, mengutamakan cerita hubungan orang-tua dan anaknya yang memiliki kekurangan fisik (phisically challenged). Bagaimana Marlin, Charlie dan Jenny inilah yang bisa kasih pelajaran yang oke banget sebagai orang tua.

Gimana sebagai orang tua harus bisa menerima kondisi anak yang dititipkan kepada kita dan apa yang mestinya kita siapkan. Ah gitu deh, kalian harus nonton… Banget!

Teman-Teman yang Istimewa

Gak ada ceritanya film petualangan tapi gak ada teman-teman yang menemani sepanjang cerita. Gw sih paling ngarepin genk akuarium yang dulu nemenin si Finding Nemo.

Marlin dan Nemo yang jadi tokoh utama di film sebelumnya, di film ini diberikan porsi yang cukup untuk gak sampai dilupakan. Tokoh-tokoh di film lama dihadirkan proporsional di awal cerita. Bahkan Crush pun jadi cameo di Finding Dory ini.

Hank The Septopus (Revief Film Finding Dory)

Hank The Septopus (Revief Film Finding Dory)

Hank, si octopus yang kemudian dinamain seenaknya jadi septopus sama si Dory jadi pencuri perhatian. Karakter yang ngingetin gw sama si antagonis Dave di film Penguins of Madagascar ini lucu banget.

Gimana sikap sinisnya Hank yang ditanggapi dengan enteng sama si Dory berhasil menumbuhkan rasa sayang dan persahabatan antara dua makhluk yang lebih mirip pemangsa sama mangsanya ini.

destiny-in-finding-dory

Destiny the Whale Shark

Kehadiran Hank aja udah cukup segar buat membumbui petualangan si Dory, sampai kemudian muncul Destiny si Paus Hiu dan juga Bailey si emm… apa ya terjemahannya Beluga Whale, yang alat navigasi di kepalanya menurut dia rusak. Padahal seharusnya Beluga Whale bisa mengirimkan gelombang sonar untuk melihat benda-benda di kejauhan.

Asli dua tokoh ini kocak abis. Gak jauh beda sama si Bailey, Destiny yang whale shark ini kan seharusnya bisa berenang dengan sangat anggun, etapi dianya juga punya disability yang gak memungkinkan dia bisa berenang dengan anggun itu.

Bailey the Beluga Whale

Bailey the Beluga Whale

Kombinasi Bailey, Destiny dan Dory jadi kocak abis. Belum lagi tokoh-tokoh lain kayak Becky si burung (atau bebek?) gila, sama orang tuanya si Dory. Pixar never fail deh buat nyiptain karakter-karakter berkepribadian yang kaya. Gak monoton dan semuanya bikin seger.

Inget gak film Inside Out yang bisa spot on gambarin karakter-karakter kepribadian dalam kepala kita? Atau Arlo dan Spot dari The Good Dino yang hidup di alternate universe di mana dinosaurus yang berkuasa instead of manusia?

Empat jempol gw kasih semua di review film Finding Dory ini buat karakter-karakter ciptannya.

Humor yang Segar di tengah Cerita Mengharukan

Yep, Pixar lagi-lagi berhasil menyisipkan guyonan-guyonan khasnya yang lucu tapi gak maksa. Berkat Dory dan Ellen DeGeneres tentunya. Bahkan karakter Marlin yang cukup grumpy pun bisa jadi guyonan yang bikin ketawa.

Satu scene yang paling bikin serem mungkin waktu Dory tersesat, tapi itupun akhirnya berujung dengan ketawa ngakak.

Kalo saja humor-humor gak disisipkan di sana-sini, film ini bisa jadi film yang cukup sedih. Seperti gw bilang tadi, temanya tentang parenting buat anak yang berkebutuhan khusus ini bener-bener pushing all the right button gw sebagai orang tua.

Oiya, di film ini akhirnya ketahuan dari mana lagu fenomenal yang dinyanyikan Dory berasal. Inget kan lagu:

“Just keep swimming, just keep swimming…. swimming-swimming-swimming”

dan beneran bisa apa nggaknya Dory bahasa Paus juga ketahuan di sini! Gw sih paling penasaran sama beneran gak sih Dorynya ini bisa bahasa paus. Hahaha.. (^o^)

Adanya Piper yang Tak Terlupakan

Nah, selain review film Finding Dorynya sendiri, di setiap film-filmnya Pixar kan selalu ada ya short movies yang keren-keren abis.

Piper - Short Movie di depan Film Finding Dory

Piper – Short Movie di depan Film Finding Doryr

Gak terkecuali di film Finding Dory ini, short movienya sendiri judulnya Piper.

Cerita Piper pun gak lepas dari tema parenting. Mengambil tokoh seeekor anak burung camar (iya camar kan ya yang di tepi pantai?) yang takut pergi ke pantai buat cari makan.

Bagaimana kemudian Piper kenalan dengan keong-keong yang mengajarkan dia menjadi pemburu makanan paling canggih di antara sekumpulan burung camar lainnya.

========

Jadi buat review film Finding Dory ini, gw bilang amat sangat menyarankan buat ditonton. Kalo perlu bawa anak sekalian biar pas ada bagian soal hubungan orang tua-anak bisa langsung noleh ke samping dan pandangin anak kita yang paling disayang. Enjoy!

Powered by WP Review
Advertisements

49 Comments

  1. akbar121
  2. Fee
  3. Silvi
  4. eda
  5. Ety Abdoel

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya ya. Terimakasih! (^_^)

Refresh
%d blogger menyukai ini: