#15 Perbedan Unit Link, Tabungan Rencana dan Reksadana

Telepon Meja

Telepon Meja

Hari Senin, harinya orang mulai kerja. Gw? Masih cuti dong. Hahaha. Bahas soal duit-duitan yuk, yang enteng-enteng aja tapinya. Perbedaan Unit Link, Tabungan Rencana dan Reksadana dari pandangan gw (baca: setahu gw) aja ya. Mihihi.

Ide ini dicetuskan jiah oleh Adejhr yang dari Lampung dan bercita-cita masuk DSN, tantangannya ditulis dalam beberapa komen. Salah satu komennya sih ini:

“Aku pernah denger temen nawarin setiap bulan minimal nabung 500 itu dpt pasilitas asuransi. Detailnya aku kurang tau ni. Unit link ya? Ini sebenernya seperti apa ya. Kekurangan dan kelebihanya apa ya? Bisa di buat postingan ngak ni ehehe”

Jadi gw bahasnya dari beberapa sudut pandang berikut ini sesuai pertanyaan nasabah yang gw dapet ya.

Pemilik Produk

Kalo dulu, habis buka tabungan ato transaksi pasti gw akan tawarin tabungan rencana yang otonatis debet tiap bulan, gak bisa diambil selama minimal setahun, ga ada biaya admin dan bunga lebih tinggi. Oiya ada asuransinya gratis yang mana kalo penabung meninggal tabungan akan diteruskan setorannya. Ada yang ditawarkan hal yang sama? Itu tabungan pendidikan.

Tabungan pendidikan ini produknya bank langsung, bukan produk orang lain yang dijualin sama bank. Jumlahnya minimal Rp. 100ribu.

Kalo dirasa duitnya lebih banyak dan ga mau produk tabungan ini pasti akan ditawarkan unitlink dari produk bancassurance. Produk perusahaan asuransi yang dijual lewat bank. Biasanya customer service bank pasti kasih nasabah itu ke yang namanya sejenis dengan Financial Advisor. Karyawan perusahaan asuransi yang ditempatkan di Bank buat jualan bancassurance tadi. Jadi produknya milik perusahaan asuransi. Bank cuman jadi agen penjualan aja.

Sebelas dua belas sama bancassurace yang jualan unitlink, reksadana juga dijual di bank. Tapi reksadana ini ditawarin sama pegawai bank yang sudah punya sertifikasi Wakil Agen Penjual Reksadana (WAPERD). Jadi kalo datang ke jaringan cabang bank besar dan mereka bilang ga bisa jual reksadana jangan langsung nuduh bohong, bisa jadi di cabang itu belom ada yang punya sertifikasi WAPERD. Produknya punya siapa? Punyanya perusahaan penerbit reksadananya alias sekuritas yang menerbitkan reksadana.

Jaminan

Pertanyaan yang pasti muncul dari nasabah yang gw tawarin adalah aman ga kalo produk itu dibeli. Soal aman atau nggak pasti berhubungan sama dijamin atau enggaknya suatu produk. Dijamin sama siapa? sama LPS. Lembaga Penjaminan Simpanan.

Karena yang dijamin oleh LPS adalah simpanan nasabah di bank, jadi satu-satunya yang dijamin di antara ketiga produk tersebut ya cuman tabungan rencana (atau apapun nama yang dipake oleh masing-masing bank). Tapi inget, penjaminan cuma berlaku kalo maksimal sampai jumlah Rp. 2 milyar dan bunga yang diberikan tidak lebih tinggi dari bunga penjaminan LPS. Daam hal ini bunga tabungan rencana pasti masih dalam batasan LPS.

Kalo unitlink sama reksadana sudah pasti gak dijamin. Kalo ada yang jualan unitlink trus mengatasnamakan bank tempat produk itu dijual dan berusaha meyakinkan nasabah kalo simpanan/investasi mereka aman, hati-hati aja ya.

Setoran dan Bukti Simpanan

Ketiga produk yang gw bahas di sini bisa menerima setoran lewat pemotongan otomatis dari rekening atau setoran manual ke rekeningnya. Bedanya kalo tabungan rencana dan reksadana cukup ngurus sama customer service, tapi kalo unitlink biasanya perlu tanda tangan beberapa berkas tambahan di financial advisor itu.

Bukti simpanan kita apadong? Kalo tabungan rencana biasanya dikasih semacam sertifikat dan tiap bulan dikirim rekening koran ke rumah. Selain itu bisa juga dicek langsung ke customer service di bank.

Kalo unitlink mestinya dapet polis dari perusahaan asuransi sedangkan transaksi bulanan bakalan dapet laporan perkembangan aset yang dikirimkan ke rumah. Kalo mau cek hasil pengembangan investasi dan berapa saldonya biasanya yang ngebantu sih financial advisor karena sistem mereka emang terpisah dari sistemnya bank.

Lha kalo reksadana? Gak dapet bukti yang bisa dipegang berupa sertifikat ato apa-apa sih. Tiap bulan aja dapet laporan dari bank kustodian yang isinya berapa jumlah unit dan harga unit reksadana yang dimiliki. Kalo mau cek biasanya kudu dateng ke cabangnya bank yang punya sistem yang nyambung ke pencatatan reksadana di bank itu. Makanya kadang agak ribetnya reksadana sih di sini. Kalo gw pribadi beli reksadana selain di cabang jaringan Bank Mandiri gw juga beli di CommBank yang bisa pantau dari internet bankingnya.

Ada bank lain yang bisatransaksi dan awasin lagi via online kah?

Return / Imbal Hasil

Karena namanya tabungan, si tabungan rencana sih gak jauh-jauh dari tabungan ya. Lebih tinggi memang, tapi lebih rendah dari deposito. Katakanlah kalo tabungan itu baru dapet 2% pertahun dan deposito 4.5% per tahun, tabungan rencana ya di antaranya. Oiya, kudu diinget kalo itu belum kena pajak ya.

Besaran return di tabungan rencana sih tetap ya. Perubahan hanya terjadi kalo misalkan BI mengubah suku bunga acuannya. Itupun gak serta merta berubah.

Nah kalo reksadana dan unitlink tergantung banget sama produk apa yang dipilih. Apakah yang tingkat pengembangannnya lebih rendah untuk produk yang relatif lebih aman macem reksadana pasar uang, menengah kayak pendapatan tetap atau yang agresif macem reksadana saham.

Satu yang kudu diingat adalah berapapun hasil ilustrasi yang diberikan oleh financial advisor adalah berupa kinerja historis sebelumnya. Bukan jaminan kinerja ke depannya.

Tujuan Penggunaan

Kalo gw pribadi sih udah ga pernah lagi pake tabungan rencana. Kalo memang tujuannya buat investasi mending reksadana. Karena apa? Karena reksadana biaya lebih murah dan kinerja relatif lebih tinggi. Beli asuransi terpisah.

Kalo emang ga mau repot sih bisa beli unitlink, tapi dari pengalaman pribadi sih gak maksimal di dua-duanya. Perlindungan ama investasinya agak nanggung. Mungkin karena duit gw masih dikit jadi gak bisa beli produk unitlink yang wah banget. Jadi mending beli terpisah.

Tapi kalo memang belum mau unitlink dan atau reksadana bisa sih coba tabungan rencana. Gak usah ngarepin hasil yang berlipat-lipat lah, tapi cukup buat nabung biar nanti ada duit aja.

Semoga sih bisa menjawab pertanyaannya ya De. Meskipun dirimu gak pake produk bank konvensional lagi ya semoga artikel ini bisa bermanfaat buat yang lain.

Gitulah ya sederhananya perbedaan antara tabungan rencana, unitlink dan reksadana. Tantangan yang berkaitan sama tema personal finance dikit banget sih yang masuk. Ada yang mau nyumbang lagi? sekalian aja sumbangin ide ke giveaway blog ini yang sekaligus tantangan nulis selama bulan Desember. Siapa tahu bisa menang 4 bukunya Tere Liye, CD lagu terbaru (boleh milih sendiri deh) ato sepatu jalan buat cowok yang keren. Hihihi… Tinggalin ide tantangannya di postingan yang di link itu yaaa.. 😀

Advertisements

59 Comments

  1. Dwi Puspita
  2. adejhr
  3. bintangtimur
  4. adejhr
  5. aat

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya ya. Terimakasih! (^_^)

Refresh
Translate »
Want to read other posts in English in this blog?Open
+
%d blogger menyukai ini: