#3 Lihat ke Dalam Saja

Viewing Outside

Viewing Outside

Sudah ikutan kasih ide tantangan di 31 Days Writing Chalenge and Giveaway gw? Belom? Gampang kok, cukup kasih ide postingan sekreatif mungkin! 😀

Postingan hari ini dari Vivi The Oktarianysah. Suka iri gak sama kehidupan orang? Gimana caranya  menghibur diri sendiri biar gak kepikiran lagi?

Gw suka iri ama orang lain ga?

Oh puhleeessseeee… yaiyalaaah. Namapun manusia idup ya. Ada yang udah gak ngerasain iri sama sekalii? Ada? Kasih tahu dong kakaaaa resepnya.

Dasarnya gw cowok yang mana adalah makhluk yang kompetitif ya, jadi kayaknya in constant mode of comparing. Temen ini udah itu, temen itu udah gini lalalili. Ada banyak temen seangkatan management trainee di tempat kerja lama dulu yang akhirnya kuliah di luar negeri. Ada sodara yang bangun rumah baru. Ada temen kantor jalan ke Eropa atau training ke Jepang. Ada temen lama pindah ke Kanada. Banyak deh. Trus gw iri gak? Irilah.

Bentaran aja tapinya. Gak mau lama-lama karena kalo dibawa mikir lama-lama irinya jadi setres sendiri kan? Malah mikir kok gwnya gak bisa kayak mereka ya?

Lah jelas aja bedalah ama mereka. Lhawong yang gw lakukan ama yang mereka lakukan juga beda kok. Prioritas-prioritas mereka beda dan ekspektasi gw dalam hidup juga beda ama mereka. Ini yang gw pake untuk get over perasaan iri tadi.

Temen-temen gw kuliah di luar negeri setelah tetep stay di perusahaan yang kalo gw stay mungkin gw gak bisa jadi orang yang sama dengan yang sekarang, yang pindah ke negara lain sudah siap menanggung konsekwensi jauh dari orangtua yang mana adalah salah satu hal penting buat gw sekarang dan ini itu dan lain sebagainya.

Bukan meghibur diri karena kalo menghibur diri kan kesannya masih “terluka” sama perasaan iri tadi dan hiburannya ya pikiran itu. Tapi dengan memikirkan hal di atas itu rasa iri bisa dikebasin jauh-jauh. Beneran jadi gak ngerasain irinya.

Perasaan pengen ngelakuin apa yang dilakuin mereka? Tetep adalah. Tapi instead of kepikiran rauwis-uwis dan sutris jadinya malah lebih jernih dan akhirnya bisa milahmilih mana yang bisa dicapai dan mana yang enggak. Kalo bisa langkah apa yang perlu dilakukan?

Dulu sih sempet yang frustasi sendiri mikirin yang iri-iri ginian. Tapi sekarang? InsyaAllah sih udah enggak.

Makanya kalo lihat blogger yang cerita jalan-jalan ke Korea, keliling Indonesia ato weekend trip keliling Eropa gw selalu komen semoga suatu saat bisa ke sana di samping komen lainnya. Karena jadi doa buat diri sendiri. Dulu waktu masih ngerasa iri rauwisuwis gw langsup tutup itu window. Hahaha. Sirik tanda tak mampu emang yes.

Lihat temen blogger dapet job posting keren berharga jutaan rupiah? Diapprove wordads? Punya follower ribuan? Iri bentar. Trus ikut seneng buat temen itu dan pelajari gimana caranya. Hahaha. Meskipun bukan itu tujuan utama ngeblognya (insyaAllah diposting di dalam challenge sebulan ini sebagai jawaban tantangannya Mba YSalma ).

Jadi ya dengan merubah cara pikir aja sebenernya gw bisa merubah rasa iri menjadi motivasi. Lihat ke dalam diri aja apa yang mau gw raih, kemana gw menuju dan bagaimana diri sendiri beberapa hari, minggu, bulan dan tahun ke belakang? Did I improved? Kalo udah gitu kenapa gw harus iri sama orang lain kan? Do I really need to constantly comparing to others? I only need to count my blessings.

Life is not a competition unless you were kids joining hunger games (well at least for me it works that way).

Thanks Vivi buat tantangan yang bikin berkontemplasi pagi-pagi. 😀

Posted from kopaja 620. Hehehe.

Advertisements

78 Comments

  1. bemzkyyeye
  2. Dwi Puspita
  3. adejhr
  4. Faris
  5. duniaely
    • -n-
  6. dian sigit
  7. -n-

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya ya. Terimakasih! (^_^)

Refresh
Translate »
Want to read other posts in English in this blog?Open
+
%d blogger menyukai ini: