Alternatif Bagus Investasi Syariah dengan Sukuk Ritel 2016

Ada yang cari investasi syariah yang aman? Sudah denger Sukuk Ritel 2016 (resminya sukuk ritel seri 008)?

Kalo belum denger, pemerintah sudah mulai buka penerimaan order atawa pemesanan dari hari Jum’at minggu lalu. Gw yang awalnya gak terlalu peduli karena gak berniat beli lagi malah jadi penasaran pengen beli. Apa pasal? Pemerintah turunin lagi suku bunga acuan perbankan dari 7,25% ke 7%.

Dengan kupon 8.3% gross, sukuk ritel 008 ini bisa jadi alternatif investasi yang menarik. Sangat menarik malahan kalo buat investasi jangka menengah. Kalo buat jangka panjang sih kurang cocok, untuk dana pensiun misalnya, yang lebih cocok untuk jangka panjang begitu bisa baca postingan gw kemaren tentang Dana Pensiun.

Investasi Syariah Dengan Sukuk Ritel

Investasi Emas

Investasi Emas

Kali aja ada yang bertanya-tanya sukuk itu apa, secara singkatnya sukuk itu obligasi yang berdasarkan prinsip syariah.  (Pengertian investasi obligasi sendiri pernah gw tulis di tulisan Beli Obligasi Ritel Negara (ORI)  dan Sukuk Ritel? Hayuk Aja!

Yup. Berdasarkan prinsip syariah. Jadi utang pemerintah melalui sukuk ini punya underlying pembiayaan dan pengembalian keuntungan pun atas dasar bagi hasil. Cuma, buat memudahkan investor dan calon investor disebutkanlah kupon untuk surat hutang pemerintah syariah seri 008 ini 8.3% gross (sebelum pajak). Kalau untuk pajaknya sendiri sih 15% dari kupon yang di hasil hitungan akhir kupon nett adalah sebesar 7.055% per tahun. Pembayaran kupon dilakukan secara bulanan yang akan dikreditkan ke rekening investor.

Trus mahal gak Dan? Tergantung sih ya ada duitnya atau nggak. Hehehe. Minimal pembelian Sukuk Ritel 2016 ini sama kayak minimal pembelian ORI dan sukuk ritel seri sebelumnya. Rp 5 juta dan kelipatannya sampai maksimal Rp. 5 milyar per nasabah.

Jadi mestinya gak perlu ragu ya buat beli Sukuk.

Jangka Waktu dan Keuntungan Investasi di Sukuk Ritel serta Risikonya

Menghitung keuntungan investasi

Menghitung keuntungan investasi

Sukuk ritel 008 ini punya karakteristik yang sama dengan seri-seri sebelumnya. Pun dari jangka waktu. Dengan jatuh tempo dalam waktu 3-5 tahun, jenis investasi ini cocok buat dijadikan pilihan untuk pengembangan dana dalam jangka waktu menengah.

Khusus buat Sukuk ritel 2016 ini jangka waktunya 3 tahun.

Jadi kalau misalkan kita beli sekarang di tahun 2016, dana kita baru akan dibayar balik sama pemerintah tahun 2019. Otomatis dikredit ke rekening yang kita pake buat beli dan gak perlu repot-repot ngurus ina inu lagi. Beda kayak deposito yang kalo kita gak dateng pas jatuh tempo ya dana gak akan otomatis dikredit ke rekening. 

Trus untungnya apa kalo mau investasi di Sukuk Ritel 008 yang diterbitkan pemerintah di Februari 2016 ini?

(1) Sukuk dan ORI Lebih Aman

Yaiyalah. Dikeluarkan sama pemerintah kan. Kalo sampe ada yang meragukan keamanan Sukuk tapi masih simpen duitnya di deposito, gw sarankan cek ulang terms and conditions depositonya deh.

Hayamosok produk yang dijamin sama pemerintah lebih aman dari produknya pemerintah sendiri kan?

(2) Yield lebih tinggi

Kalo ini sudah pasti berkaitan sama kuponnya. Dengan suku bunga acuan turun ke 7%, suku bunga simpanan di perbankan nasional pasti bakalan turun.

Sedangkan dengan kupon 8.3%, yang didapatkan investor di angka 7.055% net pajak. Sementara bunga deposito tertinggi di Bank Mandiri sesuai data di website adalah 6.5% sebelum pajak. Setelah pajak hanya dapat 5.2% setahun.

Jadi gak ada alesan bilang deposito lebih menguntungkan kan?

(3) Potensi kenaikan harga

Satu lagi potensi keuntungan investasi  Sukuk Ritel atau Obligasi Ritel Negara adalah adanya potensi kenaikan harga dari instrumennya sendiri. Jadi selain pesan waktu diluncurkan,  kita juga bisa beli obligasi ritel ini lewat pasar sekunder. Tinggal hubungi banker masing-masing aja dan bilang mau beli ORI atau Sukuk dari pasar sekunder.

Harganya dinyatakan dalam persentase yang mana kalau tidak ada kenaikan atau penurunan,  harga obligasi ya di 100%. Dengan kondisi suku bunga turun kayak sekarang (denger di radio target pemerintah sampe ke 5% –  6%) harga obligasi akan naik. Kenapa? Karena kuponnya gak berubah. Jadi bisa bayangin kan kalo suku hunga turun ke 6% sementara kupon Sukuk tetep di 8.3%? Orang akan rame-rame memburu Sukuk dan Obligasi yang kuponnya jauuuuh di atas.

Hukum supply and demand berlaku. Semakin banyak dicari, semakin naik lah harganya.  Di pasar sekunder gak jarang ORI dan Sukuk seri sebelumnya dijual di harga 101%, 102% dan seterusnya. Jadi kalo misalkan beli Rp.  5 juta,  trus dijual di harga 101% berarti pas kita jual kita akan terima Rp.  5 juta + 1%xRp. 5 juta (dikurangi pajak capital gain).

Btw intermezzo aja,  jadi keinget jokenya trainer gw waktu training treasury:

“marriage is like a zero coupon bond without maturity”

Nah sekarang kalo ngomongin risiko sukuk ritelnya, karena jangka waktu sukuknya sendiri 3 tahun,  jadi ya dana gak akan dikembalikan sebelum 3 tahun. Kalo misalkan sewaktu-waktu butuh duitnya, satu-satunya cara ya dengan dijual di pasar  sekunder yang mana tadi ada potensi keuntungan kan ya? Nah pasti ada dua sisi mata uang kan?

Kalo misalkan ternyata pemerintah menaikkan kembali suku bunga dalam waktu 3 tahun ini, harga sukuk akan turun. Bisa ke 99%, 98% atau 97%. Kalo perlu dan dijual pas marketnya segitu ya kita bakalan dapet dengan harga diskon tadi. Kalo kita beli pas harga diskon kan seneng ya, nah pas jual pas harga diskon kan sedih ya jadinya?

Kalo misalkan gak yakin, bisa kok dananya ditempatkan di reksadana pasar uang dulu. Ada produk yang returnnya sampe 7% an.  Dan bisa diambil kapan aja.  Cuman ya itu,  gak dijamin pemerintah. Tentang reksadana bisa dibaca di tulisan tentang apa saja yang wajib diketahui tentang reksadana.

Sukuk untuk Investor yang Bagaimana?  

Grow old prosper

Grow old prosper

Sukuk ini pas bener untuk investor-investor yang masih konservatif. Investor yang maunya aman-aman aja.  Nah kalo belom tahu diri masing-masing nih tipe investor apa bisa dicek pake alat yang linknya gw kasih di sidebar blog ini atau di halaman akhir blog.

Atau kalau nggak bisa baca juga postingan di mana gw ngelarang orang buat beli saham atau reksadana!

Nah terus bisa dipakai buat apa aja sih Sukuk ini?

Jadi kalau misalkan sudah ada rencana yang gak terlalu lama,  dananya sudah ada tapi takut kepakai,  pas banget buat ditempatin di Sukuk ritel 008.

Misalkan sedang menyiapkan tabungan dana pendidikan anak yang sekarang dananya sudah ada, ato biaya pernikahan, ato buat DP rumah tapi masih dikumpulin karena masih dua atau tiga tahun lagi. Pokoknyabyang dananya sudah ada tapi belom akan kepake. Daripada di deposito beliin deh Sukuk ritel 2016 ini. Tapi jangan lupa, pembayaran kupon yang  ditransfer ke rekening tiap bulan jangan lupa diinvestasikan ke reksadana pasar uang juga yang historically kasih return lumayan. Kalo nggak gitu dan kuponnya dipake ya sama aja bohon. Dananya gak berkembang dong.

Kalo misalkan belinya cuman Rp.  5 juta kan sebulan dapet Rp. 35 rebuan ya,  ya tiga bulan sekali beliin aja reksadana pasar uang Rp.  100rebuan. Ato kalo gak tiap bulan beli reksadana pasar uang ditambahin sama hasil kuponnya! Mayan kan?

Kapan dan Bagaimana Memesannya?

Stock Market

Capital market order

Hari Jum’at kemarin gw sempet datang ke Bank Mandiri dan Bank Danamon buat nanya ketentuan pembelian.  Apa aja sih syarat dan ketentuan pembelian Sukuk Ritel 2016 seri 008 ini? 

(1) Jadi nasabah di bank tempat beli karena dana pembelian akan didebet dari rekening itu. Pembayaran kupon dan ketika jatuh tempo pun akan dikreditkan ke rekening tersebut.

(2) menyerahkan copy KTP, NPWP dan copy buku tabungan (ini cuma Mandiri sih yang minta)

(3) Isi formulir pemesanan yang mana isiannya lumayan banyak. Tapi bisa minta dibantuin sama marketingnya kayaknya.

(4) Masa pemesanan dari tanggal 19 Februari 2016 sampe 03  Maret 2016 tapi tergantung kuota masing-masing agen. Kalo misalkan di Mandiri udah penuh kuota penjatahan di tanggal 23 Februari 2016 ya Mandiri gak akan bisa jual lagi. Jadi first come first serve.  

(5) Sebelum tanggal pemesanan berakhir dana harus sudab tersedia.  Kalau belum akan dianggap batal karena di hari terakhir pemesanan dana akan di lock sampe hari penjatahan dan untuk kemudian didebet oleh bank.

(6) Setelah dana didebet, berikutnya investor bisa meminta bukti pembelian ke bank. Tapi menurut gw ini gak perlu karena nantinya tiap bulan akan dibayar langsung ke rekening kita untuk kupon dan pokoknya.

Kalo misalkan ditanya banknya apa aja yang bisa melayani pembelian Sukuk Ritel 2016 seri 008 ini,  kemarin gw baca dari websitenya Kementrian Keuangan kalo sebagian besar bank bisa melayani pembelian Sukuk ini.  Sebut aja BRI, BNI, Mandiri, Danamon dan beberapa bank lain. Coba dibuka linknya buat list bank lebih lengkapnya.

======

Nah sebelum gw tutup postingan,  gw mau minta maaf dulu kalo telat bagi kabarnya. Ini aja kepikiran mau posting karena Mas Ef tanya dan gw inget soal berita turunnya suku bunga. Awalnya gak ada niat beli sama sekali ehlhakok malah tergoda.  Hahaha.

Semoga info alternatif yang bagus buat investasi syariah dengan sukuk ritel ini bisa bermanfaat ya. Gw sangat berterimakasih kalo ada yang mau share info ini ke temen yang barangkali membutuhkan.  Dan terakhir: BURUAN BELI!  daripada kehabisan!

Yours truly,
@danirachmat

Advertisements

29 Comments

      • samijan
  1. Aprillia Ekasari
  2. indra hariadi

Rugi loh, habis baca gak komen! #Eh?! ;-P

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya ya. Terimakasih! (^_^)

Refresh
Translate »
Want to read other posts in English in this blog?Open
+
%d blogger menyukai ini: