4 Hal Penting yang Diperlukan untuk Kerja di Bank

Tulisan kerja di bank ini jadi tulisan paling laris sepanjang masa di blog ini. Gue sekalian update biar tetap terkini yes.

Jadi… Silahkan menikmati tulisan tentang pengalaman gue kerja di bank. Kali-kali aja ada yang bisa dipelajari jadi pengalaman buat manteman. #sungguh_topik_yang_tak_menarik

Seperti biasa, manteman bisa membaca dari awal sampai akhir tulisan ini. Atau bisa juga membaca sesuai topik tulisan di daftar isi ini:

Seluk Beluk tentang Kerja di Bank

  1. Kerja di Bank Kuliah Jurusan Apa?
  2. Skill dan Keahlian yang Diperlukan
  3. Kelebihan Kerja di Bank
  4. Gak Enaknya Kerja di Bank
    Diatur Ketat
    Target yang Tinggi
    Jam Kerja yang Lama
    Skin Deep Appearance

Kesimpulan: Kerja di Bank? Silahkan!

4 Persiapan untuk Kerja di Bank

Seluk Beluk tentang Kerja di Bank

Kerja di Bank Harus Kuliah Jurusan Apa?

Diantara sekian pembaca blog ini ada yang pengen kerja di bank ga? Ada? Masih sekolah ato udah kuliah?

Beberapa kali gue ikut gathering sama anak muda jaman sekarang, gue gak nemu yang kerja di bank. Jarang banget yang cerita kalo mereka pegawai di bank A ato Bank B.

Apalagi pas gue jadi pembicara di acara yang audiensnya anak SMA. Gak nemu satupun yang bilang mau kerja di bank.

Tapi, kalo ada yang pengen banget kerja di bank dan bingung mau kuliah jurusan apa, lanjutin baca yashhh.

Kalo kalian masih sekolah dan pengen masuk bank, gosah bingung. Kalo pengeeeen banget pilih jurusan teknik ato pertanian, masuk ajah.

Sebagian besar temen angkatan gue jaman ODP di Mandiri dulu, lulusan teknik ato kalo gak ya lulusan pertanian. Sampe-sampe ada seloroh kalo IPB itu Institut Perbankan Bogor.

Baca juga tulisan tentang Tes Masuk Officer Development Program Bank Mandiri.

Tapi, selain itu jurusan akuntasi, manajemen dan ekonomi juga bisa jadi pilihan. Peluang lebih besar masuk sih ke bank. Pastinyalah!

Jurusan terbanyak di angkatan gue sih dari manajemen dan akuntansi.

Kembali ke atas

Skill dan Keahlian yang Diperlukan untuk Kerja di Bank

Skill dan keahlian yang diperlukan untuk kerja di bank ini sebagian besar bisa didapatkan dari training. Jadi bukan kayak melukis atau menyanyi yang bakat bawaannya berperan besar.

Jadi, skill dan keahlian yang dibutuhkan akan sangat tergantung unit kerja dimana kita ditempatkan nantinya. Jadi gak harus tahu tentang saham dan reksadana dari awal kok. Semua bakalan bisa dipelajari.

Baca juga tulisan tentang Investasi Reksadana Online di IPOTFUND.

Kalo menurut gue yang dari awal karir sampe sekarang kerja di marketing corporate, kemampuan dasar komputer itu penting. Gatek boleh, tapi jangan keterlaluan.

Jangan sampe gak ngerti sama sekali yang namanya Word ama Excel. Kalo bisa sih ngerti sampe ke fungsi-fungsi dan juga shortcut menggunakan keyboard. Bakalan dianggep dewa dah

And You know what? You can climb your way up through dengan pamerin kemampuan berkomputer itu. Tentu saja harus didukung dengan kemampuan kalian mengerjakan pekerjaan utama kalian.

Selain itu Bahasa Inggris dan bahasa major lainnya akan sangat membantu waktu apply kerja di bank. Terutama fresh-grad yang apply di entry point. Apalagi kalau pengennya kerja di bank asing.

Trus satu yang gak kalah pentingnya adalah ketelitian yang mendampingi sifat rajin, konsisten, pandai bergaul, ramah dan baik hati. Paling gak ke nasabah, baik itu eksternal maupun internal. Meskipun banyak banker yang sengit dan nyelekit ke rekan kerjanya. *semacam curcol

Hahaha. Banyak ya tuntutannya.

Kembali ke atas

Penampilan untuk Kerja di Bank

Ada yang bilang kalo orang bank di Indonesia ini terlihat cantik-cantik dan ganteng-ganteng? Lihat aja diriku ini. GGS, GUE GANTENG SANGAT! *capslock jebol*

Wajar kok. *kemudian disambit mesin ATM*

Baca juga tulisan tentang Kehidupan Glamor Banker Jakarta.

Gak semua bagian di bank menuntut penampilan, cuma yang berhadapan sama customer. Biasa, rekruitmen menyaratkan penampilan dengan tinggi minimal sekian-sekian.

Tapi nih ya, gak ada kok syarat harus ganteng atau cantik. Persyaratan yang mendampingi umumnyaadalah berpenampilan menarik. Menarik loh ya. Kayak gue gitu. Ehe.

Karena gue dulu applynya di management trainee, penampilan BUKAN salah satu kriteria penilaian. Kalau ternyata turn out gue diterima karena seganteng ini ya gimana yaaa. Gak bisa ngomong apa-apa gue. #DisledingMassal

Jadi, kalo kamu ngerasa gak ganteng ato gak cantik tapi cukup menarik, pede aja buat apply.

Kembali ke atas

Kelebihan Kerja di Bank

ebanking

Sama seperti kerja di tempat lain, banyak kelebihan

Karena gue ada di corporate banking yang nasabahnya perusahaan-perusahaan (paling) gede di Indonesia, makan di restoran mewah udah jadi hal yang biasa. Karena untuk meeting dengan direksi nasabah pasti top restoran yang dipilih sebagai lokasi.

Those kind of things I get in regular basis.

Tapi kebahagiaan terbesar gue kerja di bank bukanlah itu.

Gue bisa lihat ekspresi lega nasabah gue ketika masalah mereka terselesaikan adalah kenikmatan terbesar yang gue rasakan. Lega karena gue bisa membantu mereka tenang berpikir dan menjalankan usahanya.

Apalagi kalo misalkan mereka mendapatkan keuntungan dari menjalankan apa yang gue sarankan. Kayak nasabah yang untung jutaan rupiah karena beli reksadana dari gue.

You’ll know when someone start to trust you, rasanya aselik luar biasa.

Selain itu, dengan kerja di bank, sedikit banyak gue jadi bisa mempelajari gimana ekonomi negara ini bekerja. Gue jadi tahu beraneka macam investasi.

Tentang reksadana, saham, emas, surat utang negara dan hal-hal lain yang berkaitan dengan perencanaan keuangan.

Silahkan baca postingan-postingan berikut buat ikutan belajar juga tentang apa yng gue dapatkan:

>> 4 Pelajaran yang Harus Diketahui tentang Investasi Emas
>> Investasi Saham Online Berkala Otomatis di Indopremier

Jadi, enaknya kerja di bank itu justru lebih ke bisa ngerti gimana ekonomi negara ini bekerja. 😀

Kembali ke atas

Gak Enaknya Kerja di Bank

Ini sama juga dengan kerjaan lain, banyak kelebihan banyak juga kekurangan. Apa aja?

Rigidly regulated

Karena pertama kali kerja di bank BUMN, hal yang paling gw inget adalah petuah trainer senior dari unit internal audit.

Jangan pernah lupa, ketika kalian sign kontrak kerja dengan bank berarti satu kaki kalian sudah masuk penjara. Pastikan diri kalian sendiri aman untuk memastikan teman dan atasan kalian aman.

~ trainer ODP Mandiri

Like seriously, aturan di bank BUMN itu ketat banget. Apakah diluar bank BUMN lebih longgar?

Ya, tapi tetep banyak banget aturan yang mengikat profesi banker di manapun itu. Karena yang diurusin adalah duitnya orang.

Gak mungkin kan kerja ngurusin duit orang lain, tapi aturan gak ketat. Mulai dari Peraturan Bank Indonesia, Peraturan OJK, aturan Basel untuk risk management, endesbra endebsre lalala lilili.

Daripada pusing harus ikut aturan ini itu, mending gosah apply kerja di bank sekalian dah. Ehe.

Ketatnya aturan bank ini lebih ketat dibanding spandexnya superhero Marvel dah.

Kembali ke atas

Target dan Budget yang Setinggi Cita-cita di Langit

Sekarang ngomongin soal target. Gak ada cerita tuh bisa santai, nyantai kek di pantai.

Dari akhir tahun sekitar bulan November – Desember, omongan soal target tahun depan sudah mulai. Rata-rata sih naik 20% dibanding tahun sebelumnya. Tentu saja sambil membahas bagaimana perolehan tahun itu.

Target buat apa sih? Semuanyaaaa! Termasuk kelakuan kalian di kantor. LoL!!

Kalo marketing kredit ya target keuntungan dari kredit, rata-rata penggunaan kredit sampai ke target spreadnya. Belum lagi tentang target kolaborasi dengan unit lain.

Hahahaha. Ya namapun orang martketing ya.

Tulisan lama gue dengan gaya curhat bisa dibaca di tulisan Orang Marketing.

It will be a constant battle on your daily life. And if you’re up for that kind of life, just grab it. Menyenangkan kok!

Kembali ke atas

Jam Kerja di Bank

Nggak sih, gw belom pernah ngerasain kerja two or three days straight. I go home everyday.

Tapi pasti ada saat-saat kudu stay di kantor sampe sekitar jam 8 ato jam 9 malem. Tapi ini di situasi dan kondisi bank swasta. Bukan bank BUMN.

Pas gue dulu di bank BUMN, setiap hari pulang dari kantor rata-rata paling cepet jam 8 malem dan standarnya jam 11 malem. Dua-tiga kali sebulan pulang di atas jam 1 malem. Been there done that.

Masuk di hari Sabtu dan Minggu? Pernah banget lah.

Tapi itu semua tergantung lu sendiri sih. Mau atau gak melakukan itu.. Hihihi. Kalo gak mau ya cari cara untuk bilang gak mau atau malah gak usah kerja di bank sekalian.

Kembali ke atas

Skin Deep Appearance?

Oiyes, satu lagi, jangan ketipu ama penampilannya orang bank. Parlente mentereng belom tentu kok gajinya segede orang-orang di industri lain *iya apa iya? Bahahahaha

Apalagi kalo level lu masih di level cungpret macem gw. Bhahahaha.

Kalo pengalaman gue sih ya gaji gue yang waktu itu masih single masih gak cukup kalo dipake nongkrong di Starbucks. Apalagi kalo harus ngopi cantik tiap weekend dilanjut nonton film terbaru dengan baju trendi masa kini.

Baca juga tulisan Tips Hemat Nongkrong di Starbucks.

Baca guidance gaji terbaru di Indonesia dari Kelly Services.

Kesimpulan: Kerja di Bank, Sebuah Profesi yang Menua

Dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, kerja di bank tidak seglamor dulu. Bahkan banyak yang bilang profesi banker sedikit demi sedikit dibunuh oleh teknologi.

Banyak fungsi yang dulu hanya bisa ditemukan di bank, saat ini tergantikan oleh teknologi. Seperti misalkan usaha pinjam-meminjam yang digantikan oleh pinjaman online.

Baca juga tulisan 7 Pertimbangan Penting Menjadi Investor Pinjaman Online.

Tapi, bagaimanapun juga, gue rasa profesi banker masih akan ada sampai beberapa tahun ke depan. Kerja di bank masih bisa dijadikan sebagai salah satu pilihan profesi yang menjanjikan.

Karena perkembangan teknologi yang sedang pesat-pesatnya ini masih membutuhkan infrastruktur perbankan. Mereka membutuhkan sistem lalu lintas keuangan ini.

Selain itu, luasnya Indonesia dan masih belum meratanya teknologi juga menjadi salah satu penyebab kenapa bank masih dibutuhkan.

Bagaimanapun, bekerja di bank memberikan banyak keutungan buat gue. Dan gue yakin, untuk banyak orang yang bekerja di bank juga.

Bisa baca juga postingan gw tentang Kerja di Bank dan Kejadian Ajaibnya. 😀

Kalo ada pertanyaan atau ada yang mau didiskusikan, bisa langsung drop komen di bawah. I would love to hear from you all. Atau bisa juga colek gue di media sosial gue ini:

Twitter: @danirachmat
Instagram: @danirachmat

Atau kirim aja email ke halo@danirachmat.com.

Kembali ke atas

PS:
– CungPret stands for kaCung kamPret
– Semua cerita di sini inih cerita banking industry di Indonesia loh ya. Setahu gw doang. Kalo ada yang tahu lebih banyak please do let me know.

Dan kalo ngerasa postingan Kerja di Bank ini bisa berguna buat yang lain, feel free to share yak!

270 Comments

  1. Yeye
  2. Evi
      • nhana
  3. dian_ryan
  4. duniaely
  5. De
  6. Lidya
  7. Pungky KD
  8. Desember 27, 2013
  9. Vincentia
  10. Adam bellamy
  11. MerryIdwar
  12. wiluk
  13. Meli
  14. rainyranny
  15. Meli
  16. harlita
  17. erika
  18. dian
  19. susan
  20. elisa
  21. yosephine
      • ronggo
  22. Desi Normaya
  23. Anonim
  24. riska yuriani
      • rudi
  25. inel
  26. vika
  27. nadia
  28. nadia
  29. miratunfuad
  30. Shinta
      • Firman
          • Firman
  31. Febry
  32. Rizky hidayat
  33. Aulia
      • Aulia
  34. Firman
  35. Ms dan
  36. Rahman
  37. dinda
    • nadia maharani
  38. Awan
  39. Andi
  40. Halomuda
  41. Ivone
  42. widya
  43. Miftah
    • Soal Psikotes Kerja
  44. resi
  45. Yuniar
  46. indri
  47. jarumpok
  48. Raga Raja Nakalelu
  49. Husnul Tamrin
  50. Chynthia
  51. Dea
  52. agungrdhn
  53. Top Training Indonesia
  54. Dyna
  55. risma
  56. Parasmita Wulandari
  57. Della
  58. Della
  59. Dila
  60. Ndra
  61. Dee
  62. faidatun
  63. MeinH
  64. Ayu
  65. Ayu
  66. Zai
  67. Frensi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya ya. Terimakasih! (^_^)

Refresh