Puasa dan Pengaruhnya ke Keuangan Keluarga

Eciyeee, sok iyes banget ya judulnya. Yuk obrolin gimana mengatur keuangan rumah tangga di bulan puasa yang udah mau datang lagi.

Perencanaan keuangan beneran dibutuhkan loh menghadapi momen bulan nan suci ini. Gak cuma ibadah yang harus jalan.

Gak ada salahnya kok bulan puasa ngomongin soal duit. Yegak? Jan sampe aja malah saking keuangan gak teratur, ibadah gak khusyuk karena duit kurang. *inisih self note banget buat gue. Ihik

Cara mengatur keuangan rumah tangga di bulan puasa

Cara mengatur keuangan rumah tangga di bulan puasa

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga di Bulan Puasa (Versi Kami)

Tahun lalu kami sekantor pindahan ke gedung baru. Karena itu harus ada penyesuaian dengan kondisi baru itu.

Karena penyesuaian ini, tahun lalu kerasanya lumayan berat buat nyisihin duit buat nyumbang. *yakali lo aja yang pelit Daaan! Hehehehe.

Mungkin yang bisa relate sama postingan ini cuma teman-temin yang suami istri pada kerja dan ngantor di daerah padet kayak Rasuna Said atau daerah perkantoran utama. Rasanya di bulan puasa bukannya malah hemat, malah boros. yegaksih? Makanya perlu penyesuaian.

Tapi gue rasa penyesuaian di bulan Ramadan harus dilakukan banyak orang deh. Menghemat di bulan puasa itu adalah sesuatu yang harus dilakukan! Karena kalau nggak, bakalan kedodoran di lebaran.

Baca juga postingan financial check untuk masa depan yang lebih baik tentang dasar-dasar perencanaan keuangan.

Penyesuaian Jam Kerja dan Biaya Transportasi

Satu hal yang paling kerasa selama bulan puasa (selain gak makan dan minum siang hari ya *ditoyor berjamaah) adalah perubahan jam kerja. Sebagian besar perusahaan pasti ada pemotongan jam kerja kan ya?

Memilih transportasi sebagai salah satu cara mengatur keuangan rumah tangga di bulan Ramadan

Memilih transportasi sebagai salah satu cara mengatur keuangan rumah tangga di bulan Ramadan

Pemotongan jam kerja ini ternyata berbanding lurus dengan tingkat kemacetan di jalan.

Jam pulang kantor yang semakin cepat di Ramadan beriringan dengan tingkat kemacetan. Click To Tweet

Kayak misalkan di kantor gue yang jam kerja masuk tetep jam 8 tapi pulang jam setengah lima. Depan kantor nih udah kayak tempat parkir umum berjamaah. Bahkan mulai dari jam 4!

Ntahlah itu orang-orang mau ngapain ya jam segitu udah pada di jalan. Giliran jam 5 pas gue nyari ojek, yassalam! Gak ada yang mau ambil kalo pesen ojek online. Karena macet di mana-mana! Pake ojek konvensional harganya pasti dipatok gilak! 

Baca juga postingan tentang demo sopir taksi tentang transportasi online.

Peningkatan arus lalu lintas yang berujung kemacetan pasti meningkatkan biaya transportasi yang harus dikeluarkan. Uang bensin yang sebelumnya cukup buat seminggu, mungkin hanya bertahan tiga atau empat hari. 

Penyesuaian cara bertransportasi adalah salah satu cara mengatur keuangan tumah tangga di bulan Ramadan. Kalau tetap bertahan tanpa perubahan, siap-siap adanya pembengkakan anggaran transportasi.

Anggaran Makan untuk Berbuka dan Sahur

Jangan belanja makanan di waktu lapar. Bakalan banyak yang terbuang. Click To Tweet

Iya gak sih? Berasa gak kalo pas puasa justru keinginan beli makanan ini itu malah semakin besar?

hemat-makan-di-luar-untuk-mengatur-keuangan-rumah-tangga-di-bulan-puasa

Mengatur keuangan rumah tangga di bulan puasa melalui pengaturan pola makan

Karena memanglah belanja (terutama makanan) di waktu lapar sungguh sangatlah berbahaya.

Apalagi kalo di satu keluarga, sami istri bekerja. Begitu sampe rumah, bisa jadi energi sudah habis untuk ngulik dapur. Masak bisa jadi pilihan terakhir.

Makan di luar bisa jadi pilihan utama. Gue sampe pernah nulis tentang cara tetep hemat tapi tetep gaya makan di mall tiap hari karena kantor yang emang dikelilingi mall-mall dan tempat nongkrong paling mutakhir di Jakarta.

Tapi, tantangan terbesar makan di luar adalah menahan godaan lapar mata. Memang tempat makan bisa disesuaikan dengan budget, tapi nafsu ketika lapar biasanya menggila.

Dengan kondisi seperti kami, ternyata ada cara-cara tertentu yang bisa dilakukan untuk tetap stay on the budget.

Tidak langsung makan besar ketika berbuka salah satunya.

Baru Ramadan tahun lalu gue aplikasikan tips ini. Jadi pas buka puasa, gue minum air putih banyak-banyak. Sholat dulu, baru kemudian makan. Biasanya nafsu makan setelah berbuka dengan ta’jil minum air cukup menekan nafsu makan.

Pun budget buat ngopi-ngopi kece, biasanya pas Ramadan bakal kepangkas habis. Kalopun masih mau ngopi kece, silahkeun dibaca juga tulisan tips ngopi hemat tapi tetep gaya.

Selain itu, makan sepiring berdua buat pasangan juga ampuh banget buat menekan biaya. Bihihik. Cari restoran yang ada menu makan tengahnya. Restoran Chinese Food jadi andelan karena satu piring sayur dan lauk bisa dimakan berdua. Kalopun misalkan kebanyakan bisa dibungkus.

Atau beli seporsi masakan kuah macem rawon dan soto, tapi pesen nasi dua. Beli satu porsi masakan kuah ini bisa juga dipakai untuk sahur sekeluarga kalau memang tidak mau memasak.

Meskipun makan di luar terus, gak ada alasan kalau pengeluaran gak bisa dikelola dengan baik kan? Pas Ramadan tahun lalu, ternyata pengeluaran makan ini masih lebih kecil dibandingkan ongkos transport tiap hari.

Penyesuaian Biaya Sosial(isasi) – Menghemat untuk Biaya Buka Bersama

Nah biaya sosial yang satu ini tentunya adalah buat buka puasa bersama. Tahu sendiri kan kalo buka bersama jadi event yang rame dan happening banget buat menjalin ajang silaturahim di bulan Ramadan ini.

Dengan jarak rumah tinggal dengan lokasi-lokasi buka bersama yang jauh, ketika A masih di daycare, mau gak mau Bul harus naik taksi ke rumah kalo gw lagi ada acara atau sebaliknya.

Biaya naik taksi konvensional ke rumah di bulan puasa bisa sampe Rp. 200.000 sekali jalan. Naik naik taksi online pun habis Rp. 150.000-an. Makanya kami di bulan puasa harus benar-benar membatasi keikutsertaan di acara-acara seperti ini.

Belum lagi harga makanan di tempat berbuka yang kalo di Jakarta rasanya udah jarang di bawah Rp. 30.000 hanya untuk makanannya aja. Ditambah minum bisa-bisa sampai di atas Rp. 50.000,-

Gak mungkin kan ngumpul rame-rame mau gosip seru silaturahim di tempat yang panas, becek dan harga makanannya di bawah Rp. 20.000 (sudah termasuk minum es teh manis)? *ihik̋

Apakah acara buka bersama itu gak penting? ya penting gak penting sih.

Kalo semua disanggupin dan semua didatengin, bisa tekor. Yhakali duit tinggal metik dari pohon kan.

Jadi, Pentingkah Menghemat Selamat Bulan Ramadan?

Banyak ahli keuangan yang menyarankan untuk berhemat di bulan puasa. Lebih ketat berpegang pada budget dan tidak jor-joran. Karena kalau tidak mati-matian berhemat, bisa-bisa kita tekor waktu lebaran.

Jangan sampai tergoda hawa nafsu untuk membeli makanan secara berlebihan. Belum lagi ditambahkan dengan acara-acaa buka bersama yang gak habis-habis. Kalau dituruti semua, bisa-bisa kelar keuangan keluarga.

Sebagai penutup postingan dan untuk lebih mendalami cara mengatur keuangan rumah tangga di bulan puasa ini, masilah kita simak video dari Kompas TV yang menghadirkan pakar perencanaan keuangan Prita Ghozie ini.

Yang kedua tentang mengatur keuangan rumah tangga di bulan puasa dari KompasTV bareng perencana keuangan Prita Ghozie:

 

54 Comments

  1. hbr online
  2. De
  3. tofan
  4. eda
  5. Bba
  6. mastur sumenep
  7. Erin

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya ya. Terimakasih! (^_^)

Refresh