6 Alasan Investasi Saham yang Langsung Bikin Buka Rekening Sekuritas

Sekali lagi tulisan lama yang gue publish ulang. Tulisan tentang 5 Alasan Investasi Saham.

Nah, biar afdol, setelah baca tulisan ini, sebaiknya kalian langsung daftar Sekolah Pasar Modal yang diadakan sama Bursa Efek Indonesia. Gratis kelasnya! Untuk belajar tentang investasi saham.

Baca juga tulisan tentang Belajar di Sekolah Pasar Modal Bursa Efek Indonesia.

Sekarang ini sudah gak ada yang masih berpikir kalo investasi saham itu serem kan? Apalagi kepikiran kalo investasi saham bukan buat guweh, saham itu serem dan sebagainya dan seterusnya.

Kalo masih ada yang berpikir gitu, baca tulisan ini. Mungkin setelah tahu kenapa kalian harus investasi saham, jadi langsung yakin buat buka rekening sekuritas.

Baca dulu tulisan tentang Pertimbangan Buka Rekening Sekuritas.

Seperti biasa, manteman bisa membaca dari awal sampai akhir tulisan ini. Atau bisa juga membaca sesuai topik tulisan di daftar isi ini:

6 Alasan Investasi Saham yang Bikin Langsung Pengen Buka Rekening Sekuritas

  1. Inflasi itu Nyata dan Akan Menghantam Keras Mereka yang Mengabaikannya
  2. Ikut Punya Perusahaan yang Produknya Kita Pakai Setiap Hari!
  3. Merasakan Manisnya Dividen dari Keuntungan Perusahaan
  4. Bisa Punya Banyak Perusahaan
  5. Banyak Pilihan Perusahaan untuk Dibeli
  6. Ikut Jagain Ekonomi Negara

Kesimpulan: Gak Ada Lagi Alasan Buat Gak Investasi Saham

6 Alasan Investasi Saham yang Bikin Langsung Pengen Buka Rekening Sekuritas!

Alasan-alasan ini gue dapatkan setelah ikut kelas pasar modal yang gue sebut di awal tadi. Beberapa jadi sangat personal. Semoga bisa menyentuh hati manteman semua #eaaa

1. Inflasi itu Nyata, Senyata Gaji yang Masuk Rekening Tiap Bulan

Udah tahu kan yang namanya inflasi? Kenaikan harga barang dari tahun ke tahun. Kalo mau baca lebih lengkap definisinya, bisa dibuka di halaman Wikipedia yang ini.

Inflasi ini aja mestinya cukup buat jadi alasan investasi saham!

Percaya gak,  harga motor udah naik 640% dari cuman Rp. 2, 5 juta di tahun 1991 jadi Rp. 17 juta tahun 2015. Okelah kalian gak makan motor. Kalo KFC gimana? Si jagonya ayam ini juga mengalami inflasi.

KFC ini mengalami inflasi sekitar 10,88% pertahun sejak 32 tahun yang lalu! Sempet rame dibahas di twitter dan gue bahas juga jadi thread singkat.

Itu baru motor sama KFC loh, belom uang sekolah anak dan segudang kebutuhan biaya lainnya. Bayangin KFC aja tiap tahun harganya naik 10,88%!

Trus kalo masih ngarepin duit bertambah dengan hanya ditaroh di deposito (lebih-lebih tabungan) cuma karena aman dan dijamin pemerintah, amsyong! Berapa coba gue tanya bunganya? 7% sebelum dipotong pajak 20%.

Sekarang coba lihat sahamnya Unilever yang di tahun 2003 harganya cuman Rp.  3.350. Tahu gak sekarang harganya berapa per lembar?  Rp.  44.950 per tanggal 5 Juli 2019! ato sudah 1.341,79% naik dari tahun 2003.

Gue jadi ngayal babu kan gimana seandainya di tahun 2003 itu gue dah tahu gimana cara beli saham dan punya ini saham UNVR. Huhuhu.

Pernah ada nih satu “ahli”  di radio Smart FM bilang gini:

“Kalo investasi di saham itu segitu bahayanya sampe-sampe orang yang masuk ke pasar saham pasti rugi,  orang paling kaya di dunia kok ya dari investasi di saham ya? “

~ mamam tuh!

Kembali ke atas

2. Ikut Punya Perusahaan yang Produknya Selalu Kita Pakai

Percaya ato nggak,  kita ini ikut menentukan harga saham di lantai bursa cuma dengan menjalani hidup sehari – hari loh. Kitalah penentu keberlangsungan bisnis mereka. Dan ini seharusnya kuat banget buat jadi alasan investasi saham.

Berkat kitalah fundamental perusahaan-perusahaan yang ada di Bursa Efek Indonesia bisa membaik. Berujung dengan kepercayaan investor untuk membeli sahamnya dan meningkatkan nilai saham perusahaan.

Gak percaya? Hawong kita yang tiap hari pake produknya. Coba lihat gambar di bawah ini ya mantemanku sheyeengg:

5 Alasan investasi saham: kita pakai produknya

Pagi-pagi, bangun tidur yang dicek pertama kali ada komen baru atau berapa likes di feed IG. Providernya pasti salah satu dari 3 operator telekomunikasi Indonesia.

Baca tulisan tentang Belajar Fundamental Perusahaan Melalui Analisa PER dengan Studi Kasus 3 Perusahaan Telekomunikasi di Indonesia.

Gak lama pasti mandi dan bersih-bersih badan biar wangi segar seharian. Ada gak produk yang kalian pake dari gambar di atas? Ini cuma beberapa dari sekian produk yang ada loh. Pasti ada kan?

Habis itu lanjut sarapan. Biasa makan roti? no? Minum teh anget aja ato makan besar pake sambel? Produk yang kalian makan/minum kemungkinan besar diproduksi oleh perusahaan yang sahamnya dijual di bursa.

Trus berangkat kerja naik apa? Motor? Mobil? Ato kendaraan umum? Taksi? Dua produsen otomotif terbesar di Indonesia sahamnya dijual juga di bursa. Belom lagi ngomongin perusahaan konstruksi yang proyeknya bikin kita kejebak macet.

Saham perusahaan mereka bisa kita beli dengan mudah di Bursa Efek Indonesia!

Nyampe kantor gue, peripheral dan peralatan kantor disediakan oleh, lagi-lagi, perusahaan yang kita bisa ikut punya sahamnya. Paling gak saham induk perusahaannya.

Sore-sore mau nyemil es krim, nongkrong cantik beli kopi mahal dan gaul, saham perusahaannya bisa kita ikut punya juga. Oh come on, don’t tell me you still don’t know about this! 😀

Baca juga tulisan Tips Hemat Ngopi di Starbucks!

Bahkan ketika kita sampe rumah dan beberes, cuci piring, ngepel dan bejibun pekerjaan rumah tangga lainnya, siapa yang produksi?

Dari buka mata di pagi hari sampe nutup mata lagi di malam hari, kita ikutan berkontribusi ke keuntungan perusahaan-perusahaan tersebut. Dan mereka gak pelit loh, di akhir tahun mereka bisa juga bagi balik keuntungan ke kita. Asalkan kita mau jadi pemegang saham mereka.

Gue pribadi sih ngerasa literally ikut menghidupi perusahaan-perusahaan itu. Daripada cuma berperan sebagai konsumen, gue memutuskan untuk ikut punya perusahaannya. Apalagi begitu tahu mereka bagi balik keuntungan yang mereka dapet ke pemegang saham, ya gue juga pengen dapet dong. Makanya kemudian gue memutuskan untuk mulai investasi saham.

Gue jelaskan soal pembagian balik keuntungannya ini di poin berikutnya.

Yakin ini gak cukup kuat dijadikan alasan investasi saham?

Kembali ke atas

3. Ikutan Ngerasain Keuntungan Perusahaan Lewat Investasi Saham

Alasan investasi saham yang ketiga. Bisa ikutan ngerasain keuntungan perusahaan yang produknya kita pakai!

Karena tiap hari jutaan rakyat Indonesia beli produk-produknya perusahaan yang terdaftar di bursa ini, mereka pasti untung dong. Yakan bisnis pasti ujung-ujungnya cuan ya.

Seperti gue sebut di bagian sebelumnya, keuntungan ini dibagi ke pemegang saham dalam bentuk dividen. Berapa besarnya? Tergantung dari keuntungan perusahaan setiap tahun dan keputusan RUPSnya.

Besaran dividen ini ditentukan per tiap lembar sahamnya. Misalkan: Pembagian dividen PT DRKG Tbk sebesar Rp. 50 per lembar saham.

Duit cash Rp. 50 per lembar saham mungkin kecil banget ya untuk disebut sebagai keuntungan investasi saha, Tapi inget, bisa aja RUPS perusahaan memutuskan membagikan Rp. 2.000 per lembar saham.

Baca juga tulisan tentang Belajar Fundamental Perusahaan: Memahami Rasio Dividend Yield Perusahaan dengan Studi Kasus Perusahaan Telekomunikasi di Indonesia.

Ingat ya, dividen itu PER LEMBAR SAHAM. Jadi, kalikan dividen yang akan dibagi dengan jumlah lembar saham yang kalian punya. Misalkan aja kalian punya 1.000 lot saham perusahaan DRKG. Artinya dividen yang akan kalian terima adalah sebesar (1 lot = 100 lembar):

= 1.000 x 100 x Rp. 50
= Rp. 5.000.000,-

Kalo kalian gak mau ikutan beli saham perusahaannya, ya sori-sori-sori-jek kalian gak akan dapet bagian keuntungan. Padahal yang bikin perusahaan untung adalah duit kalian yang dibeliin produknya mereka.

Kalo yang punya saham perusahaannya masih perusahaan asing, ya duit dari kita akan lari ke mereka. Dana dari ekonomi Indonesia akan bocor lari ke asing.

Narasi inilah yang sebenernya harus dipahami banyak orang. Kebocoran keuangan negara bukan sepenuhnya karena pemerintah gak becus ngurus negara. Kita juga ikut andil.

Duit Indonesia bocor keluar karena kita (rakyat) gak mau ikutan beli saham perusahan Indonesia. Akibatnya keuntungan lari ke investor asing dalam bentuk dividen. 😛 Twitkan ini!

Kembali ke atas

4. Bisa (Ikut) Punya (Banyak) Perusahaan

Alasan investasi saham yang ini sih adalah hasil ngayal babu gue. Di film-film jaman gue kecil dulu, orang kaya adalah orang yang punya perusahaan. Rumahnya gedongan dan mengendarai mobil sedan.

Dengan investasi saham, gue bisa mewujudkan salah satu hayalan babu impian yang gue punya. Punya perusahaan. Bahahahahah!

IDX Trading Floor

Beda dengan investasi di properti yang butuh modal gede, investasi saham modalnya bisa kecil sekali. Bahkan lebih kecil daripada pemasukan bulanan gue. Jadi gak bakalan bikin bangkrut dan jebol rekening tabungan.

Karena beli saham minimal hanya satu lot yang isinya 100 lembar saham. Kalo misalkan memang ada satu perusahaan yang disuka, kenapa gak tiap bulan gue nabung 1 lot lembar saham kan?

Siapa yang bisa nyicil punya perusahaan ini? Nyicil beli saham perusahaan dengan cara nabung saham bulanan bisa dilakukan oleh siapapun!

Bahkan emak-emak yang tiap bulan cuma bisa nyisihin duit buat arisan doang, bisa ikut nyicil buat beli perusahaan! Daripada duit diikutin arisan, ato malah dipake belanja perintilan yang jadi duit mati, kenapa gak dibelanjain perusahaan aja kan?

Baca juga tulisan tentang Emak-emak Belanja Saham.

Kembali ke atas

5. Banyak Pilihan Perusahaan Buat Dimasukin Kantong Belanja

Kalo kita usaha sendiri, semua duit kita akan lari ke satu usaha ini. Mungkin semua tabungan kita akan habis ke sana. Kemudian, di akhir hari kita cuma punya satu perusahaan yang kita besarkan dengan seluruh daya dan upaya yang kita punya.

Beda dengan kalo kita investasi di pasar saham. Apapun yang dijual di sana bisa kita beli. Kayak kalo kita belanja ke pasar. Barang dagangan apapun tersedia untuk dimasukkan ke keranjang.

Mau fokus punya usaha di bidang telekomunikasi? Bisa! Mau jadi penguasa infrastruktur? Bisa banget! Ato mau (ikut) punya perusahaan di bidang keuangan, consumer goods sekaligus otomotif? Gak ada yang ngelarang!

Banyak Pilihan Perusahaan

Sekarang sudah ada lebih dari 600 perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Mulai dari yang kecil-kecil dan agresif banget untuk berkembang sampai dengan yang sudah besar dan matang.

Masih cari alasan investasi saham yang lain? Gimana kalo untuk ikutan jagain ekonomi negara?

Kembali ke atas

6. Ikut Jagain Ekonomi Negara

Agak berat nih poin terakhir alasan investasi sahamnya.

Karena sebagian besar pemodal di Indonesia masih berasal dari dana asing, efeknya apa?

Kalo misalkan ada gonjang-ganjing di politik dan ekonomi dunia, para investor asing ini akan rame-rame cabut. Mereka akan pindahin dana ke tempat yang dianggap aman.

Karena mereka mau cabut, otomatis duit yang tadinya ditanamkan dalam saham yang harganya dalam Rupiah, akan dibelikan US Dollar, Japanese Yen ato mata uang apapun dari negara asal mereka. Efeknya? Rupiah tertekan mamen.

Dollar yang jadi major currency akan naik tinggi banget. Dan ini tentu saja bakalan berimbas ke ekonomi nasional.

Importir akan ngerasain beratnya impor. Produksi terhenti. Barang-barang yang bahan bakunya impor jadi mahal banget. Ujung-ujungnya pemerintah naikin suku bunga biar narik dana asing masuk. Yang kena semakin luas.

Coba kalo kalian semua yang baca blog ini sudah ikutan investasi di saham dan dana yang ada di bursa 65%nya dana masyarakat Indonesia sendiri. Pas ada krisis di luar, dana asing yang cabut efeknya gak akan sedahsyat itu sama Rupiah. Perekonomian gak akan jatuh terlalu dalam.

Yatoh?

Jadi kalo ada yang teriak-teriak negara dijual ke asing dan belom ikutan investasi di pasar modal Indonesia, ya dia ikut andil jual negara. Hawong saham perusahaan Indonesia aja dia gak mau ikutan beli.

Makdarit iklan “Cintailah produk-produk Indonesia” itu mestinya gak cuman diketawain doang. Dilakukan dan jadikan alasan investasi saham! Bangga sama perusahaan-perusahaan Indonesia. Cintai perusahaannya, beli sahamnya! Yekan? 😀 Hayoloh, alasan apalagi?

Kembali ke atas

Kesimpulan: Masih Cari Alasan Investasi Saham?

Masih gak mau investasi saham? Ato masih takut buat masuk ke pasar modal Indonesia?

Kalo jawabannya iya, bisa jadi memang profil risikonya gak pas sama saham dan reksadana mungkin ya. Lebih baik investasi di instrumen yang lebih cocok untuk tipe risiko yang lebih konservatif.

Pertimbangkan buat investasi di surat berharga negara. SBN. Inimah aman jaminan mutu.

Baca juga Tentang Investasi di Obligasi Ritel Negara.

Fiuh!

My very last words untuk postingan ini: masa sih gak mau ikutan ngerasain untung dari pasar modal Indonesia. Masa gak mau ikut merasakan apa yang dihasilkan dari perusahaan di Indonesia. Masa gak mau duit yang kita belanjain tiap hari balik ke kita lagi.

Masa masih butuh alasan investasi saham lainnya lagi?

Kalo ada pertanyaan atau ada yang mau didiskusikan, bisa langsung drop komen di bawah. I would love to hear from you all. Atau bisa juga colek gue di media sosial gue ini:

Twitter: @danirachmat
Instagram: @danirachmat

Atau kirim aja email ke halo@danirachmat.com.

Kembali ke atas

PS:

  • 1 lot : 100 lembar saham
  • Buka account trading online saham tidak terlalu mahal, di Mandiri Sekuritas bisa mulai dari Rp. 2 juta, nominal minimal berbeda untuk sekuritas yang lain. Malahan ada kok sekuritas-sekuritas yang awal buka rekeningnya sekarang terjangkau banget. Jadi poin ini gak lagi jadi penghalang alasan investasi saham.

41 Comments

  1. Wida Zee
  2. RedCarra
  3. Budi Mulyono
  4. kornelis sopo
  5. Nur Jannah Syahid
  6. Tofan
  7. Wia
  8. Eddy
  9. Dinar
  10. Winkthink

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Ad Blocker Detected

Saya menyajikan blog ini dan segala isinya gratis. Untuk mendukungnya, iklan ditampilkan di blog ini. Mohon dukungannya untuk mendisable ad blocker yang dipakai di bwosernya ya. Terimakasih! (^_^)

Refresh