Kategori
Dana Pendidikan

Sudah Siap Tahun Ajaran Baru? (Hasil Menyimpulkan Curhatan Emak-Emak)

Sudah bulan Juni—yang artinya tahun ajaran baru akan segera dimulai lagi. Biasanya, tahap awal tahun ajaran baru ini diisi dengan berbagai persiapan dan pembelian barang-barang kecil yang jika ditotal jumlahnya bisa cukup banyak.

Yah, artikel bukan hendak membahas mengenai persiapan tahun ajaran baru bagi mereka yang baru mulai sekolah atau naik ke jenjang yang lebih tinggi ya. Karena jelas, kebutuhan mereka pasti banyak. Bukannya nggak perlu dibahas, tapi sudah banyak artikel yang membahas dana pendidikan yang cocok kan?

Tapi, ini ada yang suka keskip. Ternyata anak-anak yang hanya naik kelas pun memerlukan banyak barang loh! Terbukti setiap tahun ajaran baru, banyak orang tua juga harus berkunjung ke berbagai toko untuk membeli kebutuhan anak-anak yang naik kelas.

Itu baru berbicara tentang barang-barang yang harus dibeli. Soal sekolah sendiri, kadang ada saja yang memerlukan biaya tambahan. Akibatnya, sering kali orang tua menemukan uang dalam dompet menipis, padahal baru saja mengambil uang dari ATM. Hal ini bisa bikin frustrasi, “Tentu saja uang menipis, harus belanja ini itu, mengecek apakah barang-barang lama masih layak digunakan, dan membayar berbagai biaya. Meski anak-anak masih bersekolah di tempat yang sama, mengapa hal ini tidak diperhitungkan sejak bulan lalu?”

Nah loh! Ada yang  mengalami juga?

Intinya, persiapan barang-barang kecil untuk tahun ajaran baru itu nyata, tapi justru sering kali terabaikan karena kesibukan dan anggapan bahwa kebutuhan mereka tidak berubah karena masih bersekolah di tempat yang sama. Padahal, kebutuhannya juga cukup banyak.

Tentunya dalam mempersiapkan kebutuhan ini, kita tidak bisa sembarangan membeli semuanya untuk anak-anak. Beberapa barang yang masih layak digunakan dapat dipakai terus, sedangkan beberapa barang lain harus dibeli baru. Jadi, mari kita buat daftar periksa kebutuhan tahun pelajaran baru yang harus diperiksa dan dipersiapkan oleh para orang tua.

Persiapan Tahun Ajaran Baru

Persiapan penting untuk tahun pelajaran baru yang harus diperhitungkan dan dialokasikan oleh orang tua dengan baik, ini rinciannya.

Biaya pendaftaran ulang dan iuran sekolah

Ada kalanya saat anak-anak naik ke kelas baru, mereka diharuskan untuk mendaftar ulang. Ini mungkin juga disertai dengan pembayaran iuran sekolah lainnya. Hal ini tidak berlaku di semua sekolah. Misalnya, di sekolah negeri, hal seperti ini biasanya tidak ada. Namun di sekolah swasta, ada beberapa yang meminta pembayaran iuran sekolah di awal tahun.

Jadi, sebaiknya periksa apakah sekolah anak-anak anda memiliki kebijakan seperti ini.

Sebetulnya, berdasarkan aturan pemerintah, sekolah telah diberi peringatan untuk tidak meminta biaya apa pun dari orang tua untuk pendidikan anak-anaknya. Namun, ini mungkin sulit untuk sekolah swasta. Beberapa dari mereka masih memerlukan iuran sekolah di luar SPP yang dibayarkan setiap bulan, karena mereka membutuhkan bantuan untuk pengembangan fasilitas dan operasional. BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dari pemerintah biasanya hanya mencakup operasional dasar dalam pelayanan pendidikan. Sementara itu, sekolah tersebut juga memiliki kebutuhan lain yang cukup banyak.

Biaya SPP dua bulan

Hal ini sering kali tidak terpikirkan. Anak-anak biasanya mulai sekolah setelah liburan naik kelas di tengah bulan Juli, yang kemudian sekitar 2 minggu berikutnya sudah beralih ke bulan Agustus.

Jadi, pembayaran SPP terasa seperti membayar dua bulan sekaligus; membayar untuk bulan Juli dan Agustus, karena intervalnya tidak terlalu lama. Oleh karena itu, dampaknya cukup terasa.

Lebih baik jika hal ini juga diperhitungkan sejak awal, sehingga tidak terkejut. Bayar SPP, dan kemudian tidak lama kemudian sudah ditagih lagi.

Buku pelajaran

Untuk buku pelajaran, sekarang pemerintah telah memberikan bantuan berupa buku-buku yang telah disesuaikan dengan kurikulum. Ada paket buku untuk setiap jenjang yang diberikan secara gratis kepada siswa untuk digunakan selama setahun.

Ada orang tua yang cukup dengan membiarkan anak-anak menggunakan buku-buku yang disediakan oleh pemerintah. Namun, ada juga orang tua yang lebih suka membelikan paket buku sendiri untuk anak-anak mereka. Tentu saja, ini adalah pilihan individual. Alasan utamanya adalah agar lebih nyaman digunakan dalam belajar, karena buku pinjaman tidak bisa ditulis-tulis.

Mengintip di salah satu marketplace, satu paket buku tematik dijual dengan harga antara Rp70.000 – Rp90.000, yang sudah mencakup tema 1 sampai 8. Sangat terjangkau memang.

Namun, itu semua adalah pilihan, jadi terserah kebutuhan masing-masing. Ada orang tua yang merasa lebih baik menggunakan uang yang diperuntukkan membeli buku paket untuk membeli buku penunjang, seperti RPUL, RPAL (harus punya ini!), buku kumpulan rumus matematika, dan terutama buku-buku soal. Karena anak-anak saat ini cenderung tidak terlalu suka belajar hanya dengan membaca. Mereka perlu diberikan soal dan “masalah” untuk dipecahkan saat belajar.

Nah, buku-buku tambahan inilah yang lumayan mahal harganya. Masih mengintip di marketplace, harganya antara Rp80.000 – Rp130.000 per buku, tergantung pada ketebalannya dan penerbitnya. Namun, biasanya saat awal tahun ajaran, toko buku sering kali mengadakan book fair. Inilah kesempatan yang tepat untuk memburu buku-buku penunjang ini. Diskonnya cukup besar, bisa sampai 40%!

Atau kalau enggak, coba berburu buku bekas. Asal ada waktu untuk berburu dan mencari yang kondisinya masih baik, enggak ada salahnya kok memakai buku bekas. Harganya bisa separuh dari harga buku baru.

Buku dan peralatan menulis

Yang paling penting adalah buku tulis. Biasanya di toko buku disediakan buku tulis dalam paket, yang berisi 1 lusin. Ini lebih ekonomis, terutama kalau orang tua harus membelinya untuk lebih dari satu anak. Ini standar, dan tidak ada yang spesial. Paling banter ya berburu diskon lagi.

Peralatan menulis ini tidak harus dibeli. Jika peralatan sebelumnya masih bisa digunakan, maka gunakan saja. Paling-paling, hanya menambah stok sedikit, jika sewaktu-waktu kehabisan.

Seragam

Anak-anak sekarang tumbuh cepat, bukan? Ya, selain karena gizi yang baik, entah mengapa kecenderungan itu ada saat ini.

Pada tahun ajaran baru ini, bisa jadi orang tua harus beberapa seragam sekaligus untuk anak yang naik kelas. Karena, ya, seragam-seragam lama sudah terlalu kecil, terutama roknya yang sudah terlalu pendek atau celananya yang sudah cungkrang.

Ya barangkali memang sudah lama belinya kan? Biasanya sih buat anak-anak yang masih SD, pertumbuhan ketika mulai masuk kelas satu, dan mungkin sekarang kelas tiga atau kelas empat ya jadinya cukup signifikan. Kan ya enggak baik jika anak-anak dipaksa memakai seragam yang kecil. So, ini harus diperhitungkan.

Barang tambahan: sepatu, tas, dan lain-lain

Jangan lupa untuk memeriksa dan menganggarkan untuk ini jika memang diperlukan.

Ada yang setiap tahun selalu membeli sepatu baru untuk anak-anak. Enggak tahu kenapa, meski sudah membeli sepatu merek bagus untuk anak-anak agar lebih awet, tetapi pada akhirnya setiap akhir tahun pelajaran bentuknya selalu tidak layak pakai lagi. Jahitan yang lepas, sobek, dan lain-lain. Sungguh mengherankan.

Selain itu, mungkin juga ada barang tambahan lain yang perlu diperiksa dan disiapkan, tergantung pada kebutuhan individu masing-masing.

Les tambahan

Nah, buat yang butuh, les alias bimbel juga harus diperhitungkan. Terutama sih buat anak-anak yang ada di kelas terakhir.

Memang sih, sudah enggak ada ujian nasional. Tapi tetap saja, ada tes untuk bisa masuk ke sekolah dengan jenjang yang lebih tinggi. Seenggaknya, ya kudu siap kan? Dan perlu diketahui, peningkatan biaya bimbel ini per tahun juga sama dengan peningkatan biaya sekolah. Bahkan bisa lebih besar!

Intinya, selama kita sudah siap, pastinya bisa ditangani.

Nah, itu dia daftar yang harus kita siapkan dan anggarkan untuk keperluan tahun ajaran baru jauh-jauh hari. Banyak, bukan? YA.

Jadi, semangat ya, orang tua!

Jangan lupa untuk follow akun Instagram Dani Rachmat ya, untuk berbagai tip keuangan dan investasi yang praktis dan bisa dipraktikkan sendiri. Juga berlangganan newsletter dengan melakukan registrasi di sini, yang akan dikirimkan setiap bulan berisi berbagai update dan tren di dunia keuangan. Jangan sampai ketinggalan berita!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version