Kategori
Perencanaan Keuangan

Pelajaran Hidup dari Pandemi COVID-19 yang Akan Saya Ingat Selamanya

Pandemi COVID-19 telah meluluhlantakkan tatanan hidup manusia yang sudah berusia ratusan tahun. Hampir dua tahun, kita sudah berjuang melawan wabah ini. Meski tanpa mengecilkan upaya pemerintah, tapi kita harus melihat realita. Bahwa pagebluk ini belum juga terlihat hilal ujungnya. Diperparah lagi dengan second wave yang sekarang melanda. Ribuan orang harus meninggal dunia setiap hari. Sekali […]

Kategori
Perencanaan Keuangan

Sikap Bijak Berutang: Ini Cara untuk Memilikinya

Setiap kali saya “window shopping”, saat itu pula saya lihat ada fasilitas membeli dengan pembiayaan kredit. Nama lainnya: berutang. Karena itulah, saya rasa penting banget bagi kita untuk punya sikap bijak berutang. Jadi bayangkan. Belanja online itu gampang banget. Sudahlah barangnya didiskon atau dapat cashback, bisa gratis ongkir, masih bisa tukar poin belanja, masih pula […]

Kategori
Perencanaan Keuangan

Menentukan Prioritas Keuangan supaya Duit Bermanfaat Pas di Kebutuhan

Yah, namanya juga manusia. Sudah biasa punya banyak mau, sayangnya sumber daya (baca: duit) juga pas-pasan. Mau dikasih penghasilan berapa pun—1 juta, 10 juta, sampai 100 juta—juga tetap saja nggak pernah merasa cukup. Kurang bersyukur? Bisa jadi. Tapi juga ada masalah lain: memang kita diharuskan untuk bisa menentukan prioritas keuangan. Saat pemasukan dan pengeluaran nggak […]

Kategori
Investasi Perencanaan Keuangan

Terlambat Investasi? Nggak Apa, Ini yang Saya Lakukan untuk Kejar Ketinggalan

Idealnya, kita memang seharusnya memulai sejak masih muda. Masih di awal karier, itu lebih baik. Tapi, kalau misalnya kayak saya, yang dulu alergi sama istilah “investasi”, ya bisa mulai investasi di usia 40-an juga nggak apa. Jangan sampai karena merasa terlambat investasi, malah jadi nggak invest sama sekali. Itu namanya mencelakakan diri sendiri. So, kalau […]

Kategori
Investasi Perencanaan Keuangan

Menunda Investasi, Ini Beberapa Akibat yang Saya Rasakan Sekarang

Ya, begitulah. Sukanya mikir terlalu panjang, untuk satu hal penting. Giliran soal belanja flash sale aja, langsung gercep. Hadeh, kadang meskipun sudah di-self pukpuk dan menenangkan diri dengan kalimat, “Nggak papa telat. Yang penting sekarang sudah mulai!” Tapi ya tetep aja, ada rasa menyesal kenapa menunda investasi. Oh well, sebenernya sih ya udahlah ya, yang […]

Kategori
Perencanaan Keuangan

Manajemen Risiko Keuangan Pribadi: Apa Saja dan Bagaimana Cara Mengelolanya?

When it comes to risks, saya itu cemen. Saya nggak suka menghadapi risiko. Jika memang yang saya lakukan itu akan berisiko, saya harus memastikan bahwa ada plan B, plan C, yang bisa meminimalkan efek dari risiko itu. Termasuk juga risiko keuangan pribadi. Tapi kan, pekerjaannya gitu-gitu aja? Freelancer, penulis, ibu rumah tangga, … Si suami […]

Kategori
Perencanaan Keuangan

Meraih 200 Juta Pertama sebagai Freelancer

Sebagai seorang freelancer, saya berjuang dengan penghasilan yang tidak tetap. Kadang ya capek, setiap bulan berharap-harap cemas klien saya tidak memutus kontrak dan tetap melanjutkan jobnya untuk saya. However, setelah sekian lama, akhirnya saya bisa juga mencapai target tabungan yang saya inginkan. Saya bisa meraih 200 juta pertama dengan penghasilan sebagai freelancer. Mungkin buat sebagian […]

Kategori
Perencanaan Keuangan

Be a Proud Sandwich Generation

Beberapa kali saya melihat keluhan, sindiran, atau hal-hal lain bernada menyalahkan about being a sandwich generation. Seolah-olah dengan menjadi seorang sandwich generation itu cilaka banget. Benarkah secelaka itu? Di artikel kali ini, saya akan bercerita sedikit tentang “konsep” sandwich generation, terutama dalam keluarga saya; sebuah kondisi yang konon bisa bikin kita berat menjalani hidup, tetapi […]

Kategori
Perencanaan Keuangan

Saya Butuh Self Reward dan Itu Bukan Pemborosan

Buat saya, memotivasi diri supaya terus semangat menjalani hari-hari sibuk karena pekerjaan itu penting. Semakin penting artinya ketika akhirnya saya memutuskan untuk menjadi pemburu proyekan, alias freelancer. Kalau orang kantoran, ada atasan dan HR yang siap membantu, jadi freelancer itu memang beneran jadi single fighter. So, harus sering-sering kasih self reward, juga pukpuk ke diri […]