Kategori
Kamus Keuangan

Panduan Sederhana Cash Flow: Pengertian, Jenis, dan Cara Mengelola

Cash flow adalah arus kas yang memperlihatkan pemasukan dan pengeluaran keuangan secara rutin. Pernahkah kamu merasa pendapatan per bulan habis sebelum waktu gajian datang? Nah, bisa jadi, hal tersebut dipicu oleh kesalahan dalam pengaturan keuangan, terutama soal cash flow ini.

Karena itu, kamu butuh pencatatan cash flow agar pemasukan dan pengeluaran lebih teratur.

Yes, barangkali sebelumnya kamu pernah mendengar tentang cash flow, tapi belum benar-benar tahu apa manfaat dan kenapa cash flow penting? Yuk, kita bahas lebih dalam kali ini.

Pengertian Cash Flow

Dalam bahasa Indonesia, cash flow dikenal sebagai laporan uang kas. Sederhananya, cash flow adalah laporan jumlah uang yang masuk dan keluar—dalam hal ini bisa dalam konteks keuangan pribadi, bisnis, maupun organisasi—yang berguna untuk melacak keuangan kamu. Tujuan setiap orang atau bisnis sama, semua ingin cash flow positif.

Instrumen dalam laporan uang kas ini berupa uang yang masuk dan keluar. Cash inflow yaitu uang yang masuk, sedangkan uang yang keluar disebut cash outflow. Jika cash flow kamu positif, artinya kamu memiliki lebih banyak uang yang masuk daripada uang keluar.

Adapun uang masuk itu misalnya dalam bentuk gaji, laba usaha, hasil investasi, dan lainnya. Sementara uang yang keluar yaitu pengeluaran untuk kebutuhan, seperti misalnya kebutuhan pokok, bayar pajak, gaji karyawan, bayar tagihan, dan lainnya.

Namun, memang untuk mempertahankan cash flow yang positif itu enggak mudah. Banyak orang yang sudah mengusahakannya, tetapi cash flow tetep aja, nggak bisa dipastikan akan terus stabil. Meski sudah diusahakan, tetap saja, mesti keluar duit untuk ini dan itu.

Di samping cash flow positif saat pemasukan lebih besar, ada kondisi ketika pengeluaran akan lebih besar. Saat itu terjadi, cash flow kamu dapat dikatakan negatif.

Kembali ke atas

Jenis Cash Flow

Agar dapat lebih memahami apa itu cash flow dan pengelolaannya, kamu harus mengetahui beberapa jenis arus kas sebagai berikut.

Jenis Pemasukan

Berikut ini merupakan jenis pemasukan yang termasuk dalam cash flow yaitu pemasukan aktif, pemasukan investasi, dan pemasukan pasif.

Pemasukan aktif

Sumber dari pemasukan aktif ini adalah pendapatan utama atau pokok yang diterima secara rutin. Misalnya gaji bulanan, profit bisnis, honor, insentif, THR (Tunjangan Hari Raya), dan lainnya.

Pemasukan investasi

Hasil yang didapat dari profit investasi merupakan penghasilan sampingan yang diperoleh lewat instrumen investasi, misalnya dari reksa dana, saham, deposito, sukuk, atau penjualan properti.

Pemasukan pasif

Lebih dikenal dengan passive income, yaitu aset yang bekerja dan menghasilkan uang tanpa harus mengeluarkan energi untuk mendapatkannya. Pemasukan ini serupa dengan investasi seperti keuntungan dari rumah yang disewakan dan royalti karya buku atau musik.

Kembali ke atas

Jenis Pengeluaran

Sementara itu jenis pengeluaran cash flow dapat dikategorikan menjadi 3 jenis, yaitu pengeluaran tetap, pengeluaran tak terhindar, pengeluaran tambahan dan tabungan.

  • Pengeluaran tetap yang wajib dibayarkan, artinya pengeluaran ini harus dibayarkan, jika tidak nantinya kamu mendapatkan sanksi bisa berupa denda atau sejenisnya. Jenis pengeluaran ini misalnya pembayaran pajak, cicilan utang, asuransi, kpr, dan biaya pendidikan.
  • Pengeluaran yang tidak terhindarkan yaitu pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan pokok atau kebutuhan harian demi bertahan hidup. Misalnya biaya untuk makan, transportasi, paket internet, listrik, air, dan lainnya
  • Pengeluaran tambahan, merupakan jenis pengeluaran yang biasanya dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif, misalnya nongkrong di cafe, belanja pakaian, langganan streaming, atau lainnya.
  • Tabungan, yaitu jenis pengeluaran untuk disimpan dan digunakan pada waktu tertentu. Menabung dapat dilakukan di bank, atau melakukan investasi, deposito, dan sejenisnya.

Kembali ke atas

Cara Mengelola Cash Flow

Untuk memastikan kamu memiliki arus kas yang cukup agar bisnis atau rencana keuangan kamu tetap berjalan teratur, ikuti tujuh langkah berikut ini.

Catat pengeluaran dan pemasukan

Pertama kamu sangat wajib untuk mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran harian. Ini akan memudahkan kamu dalam mengalokasikan keuangan dengan lebih spesifik.

Selain itu, dengan membuat alokasi keuangan secara khusus kamu akan lebih mudah melakukan monitoring atau memantau dan evaluasi keuangan secara rutin.

Pencatatan alokasi keuangan ini dapat dibuat berbentuk catatan yang dikategorikan menjadi aset, liabilitas dan arus kas. Dengan begitu, kamu bisa menambahkan bagian khusus untuk menghitung nilai kekayaan saat ini.

Buat daftar aset

Masih dalam tahap pencatatan, aset yang kamu miliki saat ini perlu untuk dicatat. Maka, buatlah kolom berupa daftar aset yang dimiliki dan besaran nilainya.

Misalnya instrumen investasi beserta jumlah uang yang diinvestasikan dan total uang kamu pada rekening bank beserta saldo, saham dan nilainya sampai properti yang dimiliki. Pencatatan ini dapat membantu kamu mengetahui dan mengelola aset dengan tepat.

Menulis daftar liabilitas

Liabilitas adalah kewajiban bagi pihak yang berutang. Jika kamu memiliki pinjaman atau utang, kamu wajib membuat daftar liabilitas seperti pada daftar aset.

Hal ini perlu kamu lakukan supaya kamu nggak bingung dan dapat mengatur prioritas pembayaran, misalnya saldo kartu kredit dan cicilan di bank.

Menghitung total nilai kekayaan

Proses mencatat seperti yang dilakukan sebelumnya itu memiliki tujuan dan alasan sendiri. Nah, setelah kamu menulis seluruh daftar aset, liabilitas, dan arus kas harian, berikutnya hitunglah total dari masing-masing kategori tersebut.

Contohnya seperti total aset kamu bernilai Rp100 juta, total liabilitas senilai Rp15 juta. Dengan demikian, kamu memiliki gambaran singkat terkait jumlah aset yang dimiliki dan jumlah yang harus kamu keluarkan.

Kembali ke atas

Pentingnya membuat catatan cash flow

Di lembar catatan terpisah, kamu perlu membuat seluruh aliran arus kas bulanan dalam keuangan yang saat ini sedang berjalan sesuai dengan pencatatan sebelumnya. Tulis seluruh pengeluaran dan pemasukan yang ada pada setiap kategori.

Selanjutnya, jumlahkan seluruh pemasukan dan pengeluaran per bulan. Kemudian,lihat berapa jumlah selisih dari keduanya agar kamu mengetahui pemasukan bersih. Kamu juga akan melihat apakah arus kas kamu positif atau negatif.

Demikian panduan sederhana untuk memahami apa itu cash flow, dan bagaimana cara mengelolanya.

So, mau ngapain aja, semua berawal dari cash flow. Setiap masalah kesehatan keuangan bisa kamu lihat dari cash flow. Yes, memang sebegitu pentingnya cash flow.

Jadi, pastikan cash flow lancar dan positif, sebelum kamu beranjak ke tujuan keuangan yang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *