Kategori
Dana Pensiun Perencanaan Keuangan

Pilih Mana Buat Dana Pensiun: DPPK, DPLK, atau Siapkan Sendiri?

Dana pensiun, dana yang sebenarnya bikin males aja kalau dipikirin. Tapi ya, mau nggak mau, harus dipikirin. Pasalnya, pasti di masa tua nanti, pastinya kita masih memerlukan biaya untuk memenuhi kebutuhan hidup, yang jumlahnya juga nggak sedikit. Apalagi nanti kalau sudah tua, kita nggak lagi bekerja atau memiliki penghasilan tetap.

Seharusnya kita bisa sadar dan mulai mempersiapkan dana pensiun jauh-jauh hari.  Misalnya, kita bisa mulai investasi dari 20 tahun atau 30 tahun sebelum usia pensiun.

Namun, beberapa dari kamu mungkin merasa kebingungan dalam memilih dana pensiun yang memiliki nilai investasi menguntungkan.

Untuk karyawan swasta dan pengusaha ini terdapat 3 jenis pilihan persiapan dana pensiun yang bisa dipilih, seperti ikut program DPPK, DPLK, atau lebih baik kita siapkan sendiri (mandiri).

Nah, agar kamu bisa mendapatkan gambaran, yuk, kita lihat satu per satu, antara mempersiapkan dana pensiun melalui DPPK, DPLK, ataupun menyiapkan sendiri.

Dana Pensiun: DPPK

DPPK (Dana Pensiun Pemberi Kerja) adalah suatu program pensiun yang diadakan oleh pemberi kerja dan berperan sebagai pendiri. Dapat diartikan, bahwa perusahaan mengelola sendiri bagi karyawannya.

Pendirian dana pensiun oleh pemberi kerja ini tidaklah diwajibkan oleh pemerintah, akan tetapi dianjurkan karena memberikan manfaat yang sangat positif untuk karyawan perusahaan tersebut. Yang bisa ikut serta tidak hanya karyawan internal saja, namun bisa juga karyawan dari perusahaan lain.

Dana Pensiun Pemberi Kerja dapat menyelenggarakan program persiapan pensiun dengan manfaat pasti, dengan iuran yang dibebankan pada pemberi kerja dan juga karyawannya. DPPK ini juga bisa diambil jika yang bersangkutan resign atau di saat akan pensiun, yang besarannya sesuai dengan ketentuan Kementerian Keuangan.

Keunggulan DPPK

Nilai manfaat yang akan diberikan kepada karyawan yang sudah pensiun bersifat pasti. Makanya disebut sebagai dana pensiun manfaat pasti.

Kalau bingung, coba cek artikel yang mengulas tentang perbedaan program pensiun manfaat pasti dan iuran pasti ini ya.

Kelemahan DPPK

Sayangnya hal ini juga sekaligus menjadi kelemahan DPPK. Pasalnya, risiko jika ada penurunan investasi akan menjadi tanggungan penyelenggara, sedangkan dana yang nantinya diterima oleh peserta bersifat pasti.

Kembali ke atas

Dana Pensiun: DPLK

Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) adalah program pensiun yang dibentuk oleh lembaga keuangan, baik itu bank ataupun perusahaan asuransi jiwa. Sumber dana DPLK ini berasal dari potongan gaji karyawan setiap bulannya, juga ditambah dengan kontribusi dari perusahaan di tempat karyawan itu bekerja.

Kamu juga dapat memilih DPLK untuk dirimu sendiri lho. Ini bisa kamu lakukan jika perusahaan tempatmu bekerja belum menyediakan fasilitas ini. Pilihan ini juga cocok untuk para pengusaha dan pekerja freelance. DPLK dinilai sebagai salah satu investasi untuk pensiun yang cukup menguntungkan dengan berbagai kelebihan dan kekurangan seperti berikut ini.

Keunggulan DPLK

Jika dibandingkan dengan instrumen dana pensiun dalam mencapai financial freedom di masa tua, DPLK memang lebih mudah dari segi proses pelaksanaannya. Terkadang peserta tidak perlu mendaftar karena ada beberapa perusahaan yang memiliki DPLK sendiri, sehingga otomatis karyawan tersebut akan terdaftar sebagai peserta DPLK. Dikarenakan DPLK berada di bawah peraturan pemerintah, maka untuk pajaknya bisa ditangguhkan sehingga kamu dapat menikmati masa tua dengan nyaman dan tenang, pastinya.

Kelemahan DPLK

Di samping itu DPLK juga memiliki kelemahan. Salah satunya kelemahan DPLK adalah dana yang sudah kamu miliki sebelumnya tidak bisa kamu tarik sepenuhnya.

Seperti contoh saja, apabila dana pensiun yang terkumpul mencapai Rp 1 miliar, maka yang bisa diambil secara tunai sebesar Rp 200 juta. Sedangkan untuk sisanya sebesar Rp 800 juta akan dibayarkan dalam bentuk anuitas (manfaat pensiun secara bulanan).

Kembali ke atas

Menyiapkan Dana Pensiun Mandiri

Sebenarnya ada beberapa cara untuk menyiapkan dana pensiun secara mandiri. Kalau mau bahas semuanya ya, sayangnya, bakalan panjang. Jadi, mari kita lihat satu yang cukup populer dan mudah dilakukan bahkan oleh pemula sekalipun, yaitu investasi dengan reksa dana.

Ketika kamu memilih reksa dana sebagai jalan untuk financial freedom di masa tua, pastikanlah kamu memperhitungkan risiko investasinya terlebih dahulu. Termasuk memahami keunggulan dan kelemahan yang dimiliki oleh instrument investasi reksa dana. Berikut keunggulan dan kelemahan dari reksa dana yang bisa kamu jadikan bahan pertimbangan sebelum memilihnya.

Keunggulan menggunakan reksa dana

Di dalam reksa dana tidak berlaku seperti DPLK yang hanya dapat diambil manfaat tunai 20% dari dana yang sudah dimiliki. Dana pensiun yang terkumpul di reksa dana dapat kamu ambil berapa pun besarannya. Keunggulan lainnya yaitu dana iurannya dapat disetorkan secara sukarela setelah kamu berkonsultasi dengan perusahaan sekuritas penyedia reksa dana. Keunggulan selanjutnya adalah kamu bisa membeli reksa dana melalui online. Jadi, semakin mudah bukan?

Kelemahan menggunakan reksa dana

Di saat kamu memilih reksa dana, pajak tidak bisa ditangguhkan. Apabila kamu mengalami kesulitan, kamu masih harus berkonsultasi dengan para agen dan ini tidaklah efektif serta memakan waktu. Jika ingin cepat, kamu harus belajar sendiri tentang cara kerja dan aturan main pada instrumen investasi reksa dana untuk mengumpulkan dana pensiunmu. Selain itu, kamu juga harus menanggung risiko kerugian jika salah memilih jenis reksa dana.

Selain dengan reksa dana, kita juga dapat mencoba menanamkan uang kita pada instrumen investasi lain–yang bisa kamu pilih, tentunya dengan banyak pertimbangan.

Kembali ke atas

Kesimpulan

Setelah kamu mengetahui mengenai sedikit gambaran DPPK, DPLK ataupun mengumpulkan dana pensiun mandiri, lalu manakah instrumen dana pensiun terbaik? Jika dilihat dari segi keuntungan yang didapat, ketiganya memiliki nilai investasi yang menguntungkan. Namun, sebelum memilih instrumen investasi untuk mengumpulkan dana pensiunmu, pikirkanlah risiko investasi yang akan kamu hadapi nanti. Pertimbangkanlah juga instrumen mana yang sesuai dengan kebutuhan dalam mencapai financial freedom!

Hal yang harus diperhatikan lainnya adalah memastikan perusahaan atau lembaga keuangan tersebut tepercaya, kredibel, terdaftar serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selagi masih banyak waktu, yuk mulai mengumpulkan tabungan pensiun untuk kehidupan di masa pensiun yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *