Kategori
Kamus Keuangan

Inflasi: Pengertian, Penyebab, dan Cara untuk Bertahan

Inflasi adalah momok? Benarkah? Setujukah kamu akan hal ini? Mari kita lihat apa yang terjadi belakangan.

Setelah pandemi COVID-19, ternyata masalah masih harus mendera perekonomian AS. Akibat naiknya komoditas energi dan pangan, gelombang inflasi menjadi tak terkendali.  Secara YoY, di bulan April 2022 kemarin, tingkat inflasi adalah 8.3%. Ini saja sudah menurun dari tingkat inflasi yang terjadi di Maret 2022 yang sebesar 8.5% YoY.

Yang terjadi sekarang, inflasi adalah yang tertinggi sejak 41 tahun terakhir yang pernah dialami oleh Amerika Serikat. Namun, negeri Paman Sam ini tidak sendirian. Tradingeconomics mencatat, bahwa ada beberapa negara yang saat ini tingkat inflasi tahunannya di atas 200% YoY. Wow! Kalau begitu, ini artinya, harga komoditas di negara yang bersangkutan naiknya sampai 3 kali lipat dalam satu tahun terakhir!

Venezuela adalah negara dengan tingkat inflasi tertinggi, dengan laju 222% YoY. Krisis ekonomi berkepanjangan terjadi di Venezuela sejak tahun 2013. Padahal Venezuela adalah salah satu negara penghasil minyak, tetapi malah bangkrut karena terlalu mengandalkan pendapatan dari ekspor minyak.

Inflasi memang bisa jadi momok, kalau meningkat tak terkendali. Namun, pertumbuhan ekonomi suatu negara dikatakan stagnan kalau inflasi terlalu rendah. Apa sih inflasi itu?

Pengertian Inflasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, inflasi adalah kemerosotan nilai uang (kertas) karena banyaknya dan cepatnya uang (kertas) beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang.

Bank Indonesia memberikan definisi, inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan menurut Badan Pusat Statistik, inflasi adalah kecenderungan naiknya harga barang dan jasa pada umumnya yang berlangsung secara terus menerus.

Inflasi adalah hal yang biasa terjadi pada negara yang sedang berkembang, yang mengalami kenaikan harga secara meluas dan simultan. Inflasi adalah gejala ekonomi, yang hampir bisa dipastikan tidak mungkin bisa dihindari. Yang bisa dilakukan oleh suatu negara adalah mengendalikannya.

Ada beberapa jenis inflasi menurut tingkat keparahannya. Mari kita lihat satu per satu.

Jenis Inflasi

Inflasi ringan

Skala ringan dalam inflasi adalah yang masih dalam tingkat mudah dikendalikan. Biasanya tidak memberikan efek yang terlalu mengganggu stabilitas ekonomi suatu negara. Parameternya tergantung kondisi negara itu sendiri. Untuk negara berkembang, angka di bawah 10% YoY masih baik.

Inflasi sedang

Kondisi inflasi sedang sudah mulai mengganggu kegiatan ekonomi dalam suatu negara. Misalnya saja mereka yang memiliki gaji tetap. Kenaikannya berkisar antara 10 – 30% setiap tahunnya.

Inflasi berat

Jenis inflasi ketiga adalah kondisi yang lebih parah daripada yang kedua. Perekonomian dalam negara kacau, masyarakat akan mulai menimbun barang untuk persediaan. Kepercayaan terhadap institusi perbankan sudah sangat turun, sehingga masyarakat cenderung tidak menabung dalam bentuk uang. Kenaikan inflasi berat berkisar antara 30 – 100% per tahun.

Hyperinflation

Ini adalah jenis inflasi yang paling parah, dengan tingkat inflasi mencapai 100% lebih. Meskipun sudah dikeluarkan berbagai kebijakan fiskal dan moneter, ekonomi tetap tak tertolong. Bahkan akan semakin naik.

Faktor Penyebab Inflasi

Apa yang bisa menyebabkan inflasi terjadi—bahkan menjadi tak terkendali—di sebuah negara? Ada banyak sebab. Berikut beberapa di antaranya.

Demand tinggi

Ketika demand atau permintaan terhadap suatu produk lebih tinggi daripada supply-nya, maka hal tersebut akan memicu inflasi untuk meningkat. Apalagi jika kemudian barang substitusinya juga terbatas atau bahkan tidak ada. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan antara permintaan dan penyediaannya, sehingga harga barang menjadi naik.

Biaya produksi meningkat

Ketika biaya produksi meningkat terus menerus dalam jangka waktu tertentu, maka akan terjadi peningkatan harga produk yang bersangkutan. Hal ini kemudian juga memicu adanya inflasi.

Uang beredar jumlahnya banyak

Nah, faktor ketiga ini yang menjadi definisi inflasi di Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ketika uang yang beredar bertambah banyak dan terjadi secara terus menerus, maka hal ini bisa dikatakan terjadi inflasi.

Masalah ekonomi dan politik

Jika sebuah negara dalam kondisi yang tidak kondusif, maka biasanya harga komoditas dalam negeri juga akan lebih mahal. Hal ini pernah terjadi di Indonesia, tepatnya tahun 1998. Saat itu, tingkat inflasi mencapai 70%

Utang negara membengkak

Negara punya utang sebenarnya bukan haram. Tetapi, akan menjadi masalah yang sangat besar, ketika negara tidak mampu membayar kembali utang-utangnya.

Ketika utang suatu negara meningkat, maka biasanya pemerintah negara tersebut punya 2 opsi. Pertama, menaikkan pajak untuk kemudian dimanfaatkan untuk membayar utang. Dan, yang kedua, pemerintah mencetak lebih banyak uang agar bisa melunasi utang.

Jika pajak naik, maka rakyat akan bereaksi. Jika mencetak uang lagi, ancaman peredaran uang yang berlebihan di masyarakat akan membawa masalah baru, yaitu kenaikan harga dan devaluasi uang.

Faktor yang datang dari luar

Ya, inflasi adalah gejala ekonomi yang terjadi dalam suatu negara, yang tak hanya disebabkan oleh hal-hal yang terjadi dalam negara tersebut. Tetapi, juga bisa terjadi akibat adanya suatu kondisi di luar negeri. Misalnya saja, saat ini ketika terjadi krisis energi akibat perang Ukraina dan Rusia. Pasokan energi dibatasi, akhirnya memengaruhi harga minyak mentah. Akibatnya lagi—seperti efek domino—memengaruhi harga produk pangan. Saat terjadi berkelanjutan, inflasi pun terjadi.

Cara Mengatasi Inflasi

Dari pemerintah sendiri, biasanya akan muncul berbagai kebijakan fiskal dan moneter untuk dapat mengatasi laju inflasi yang tak terkendali. Let’s leave it to them. Biar yang berwewenang yang memikirkan. Mari kita memikirkan diri kita sendiri saja.

Mau tidak mau mengakui, inflasi adalah keniscayaan. Kita juga akan rasakan efeknya. Kalau inflasi terlalu tinggi, bisa jadi kita juga akan mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jadi kudu gimana?

1. Hemat, hemat, hemat

Kurangi pengeluaran! Ini adalah cara pertama yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi inflasi. Jangan anggap remeh langkah pertama ini loh. Dengan berhemat, kita enggak hanya menekan pengeluaran, tetapi juga bisa menekan peredaran jumlah uang di Indonesia.

Salah satu hal konkret adalah dengan mengurangi bepergian ke luar negeri saat inflasi sedang terjadi. Hal ini dilakukan, agar bisa mengurangi aliran rupiah yang harus ditukar ke mata uang asing. Dengan begini, nilai rupiah bisa dikendalikan.

2. Fokus aset pelindung nilai

Misalnya seperti emas atau logam mulia. Yah, sebagai salah satu instrumen safe haven, emas biasanya memang cenderung naik ketika kondisi dunia sedang tak baik-baik saja. Kamu bisa memanfaatkan instrumen emas ini untuk melindungi asetmu agar tak tergerus inflasi.

Zaman sekarang investasi emas tak melulu berupa emas fisik batangan atau perhiasan. Kamu bisa menabung emas secara online. Misalnya di Pegadaian atau di marketplace-marketplace kesayanganmu.

Kurangi menyimpan uang dalam bentuk cash, karena inflasi akan perlahan menggerusnya. Belum lagi biaya admin ini dan itu.

3. Gunakan produk dalam negeri

Yuk, kurangi mengonsumsi barang-barang impor. Coba pakai barang-barang produksi dalam negeri. Kualitasnya enggak kalah kok dengan produk buatan luar.

Misalnya skincare, malahan lebih bagus kalau buatan dalam negeri karena formulanya memang diperuntukkan bagi kulit-kulit Asia seperti punya kita. Ketimbang produk luar yang formulanya belum tentu cocok.

Contoh lain, misalnya baju. Sekarang lagi musimnya baju-baju thrift ya? Tapi ada baiknya, kita juga membeli produk lokal. Batik-batik, misalnya. Banyak kok yang harganya terjangkau, ya kan? Supaya produksi garmen dalam negeri tidak terpupus.

Nah, selain ketiga hal penting di atas, yang tak kalah pentingnya untuk mengatasi inflasi adalah dengan menyiapkan dana darurat yang ideal.

So, itu dia paparan mengenai inflasi yang bisa kamu coba pelajari. Jadi, gimana? Apakah kamu sudah siap menghadapinya? Yuk, kita saling support, agar tidak ada di antara kita yang terdampak terlalu parah oleh gelombang inflasi yang melanda dunia sekarang ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Exit mobile version