Kategori
Inspirasi Office Life Postingan Tamu

7 Alasan Kenapa PNS Justru Harus Lebih Rajin Investasi dibandingkan Pegawai Swasta

Terimakasih atas kesempatan untuk bisa ikutan nulis alasan kenapa PNS harus lebih rajin investasi di blog yang pemiliknya terkenal dengan kecerdasannya dalam bidang keuangan pribadi ini ya. Sungguh berat beban moril yang gue sandang dalam penulisan blogpost kali ini yang menyebabkan semakin lamanya tulisan ini rampung *alesaaan *dan Dani pun lama beudh postingnya.

{Dani’s note: pengantar dari Mamah Etty yang gue sendiri gak yakin maksudnya apaan. Terlalu absurd kalo gue anggep pujian tapi terlalu tinggi kalo gue anggep hinaan pulak. Jadi terserah kalian menilainya gimana. (>.<)/ *terus kemudian gue dipeperin upil. }

“Jadi kamu Pegawai Negeri Sipil? PNS?

Enak yah gajinya gede,

dapet uang pensiun lagi!”

*TAMPAAARRR*

Gue bosen setengah mati setiap kali denger kalimat semacem itu. Bukan enggak bersyukur sama jumlah penghasilan tiap bulan loh, asli gue bersyukur, karena Alhamdulillah masih bisa buat bayar cicilan dan uang SPP anak sekolah *terjebak riba detected*

Tapi sungguhlah kehidupan sebagai PNS tidaklah senikmat yang orang dengung-dengungkan apalagi media massa yang cenderung berlebihan memberitakan gaji ke 13, lanjut ke gaji ke 14 dan kemudian semua tunjangan kinerja PNS itu.

To be honest, gue malah berharap anak-anak gue nanti jangan ada yang jadi PNS ajadah apalagi di instansi gue.

Tahu gak sih, jadi PNS justru mengharuskan kita untuk berinvestasi dan berhemat lebih keras dimasa muda kalo enggak pengen masa tua jadi belangsak dan nyusahin anak. Kenapa begitu? Nih gue paparkan alasan-alasannya.

7 Alasan Kenapa PNS Harus Lebih Rajin Investasi Dibandingkan Pegawai Swasta

1. Gaji pokok PNS itu Kecil!

Percaya atau nggak, saking kecilnya gaji PNS, malah dibawah Upah Minimum Regional (UMR)!

Sebagai gambaran, PNS golongan 2 dan 3 yang sudah 5 tahun bekerja gaji pokoknya di seputaran Rp. 2 juta sampai Rp. 2,7 juta perbulan. Kecil banget kaan? (Dani: Bandingkan sama UMR di DKI Jakarta yang minimum Rp. 3.1 juta untuk tahun 2016).

Gak percaya? Silahkan unduh sendiri lampiran gaji pokok PNS yang dirilis tiap tahun. Padahal pegawai swasta untuk yang fresh graduate sekalipun angkanya sudah jauh diatas itu. Secara ya, angka UMRnya aja udah di atas gaji PNS ya gaees!

Meskipun bukan tentang gaji PNS, coba baca cerita si Mamah-Etty tentang hasil nguping obrolan soal gaji pegawe ibu kota di blognya.

2. Tunjangan Kinerja itu Jumlahnya Tidak Tetap

Buat yang mau nyinyirin:

“Oke gaji pokok lu kecil tapi kan tunjangannya guedeee”.

Nih yaa gue kasih tau, TUNJANGAN KINERJA YANG DITERIMA PNS ITU JUMLAHNYA GAK TETAP!

Kenapa enggak tetap? karena namanya aja Tunjangan Kinerja jadi jumlahnya tentu sesuai dengan kinerja masing-masing PNS. Sebagai gambaran masih ada beberapa kementerian dan lembaga Negara yang belum menerima Tunjangan Kinerja penuh 100% karena kinerjanya dianggap belum layak.

Pun yang sudah menerima 100% masih akan ada evaluasi tiap tahun. Malahan temen gue yang kerja sebagai PNS di Pemda DKI di review kinerjanya hampir tiap bulan! (Dani: GLEKK! TIAP BULAN!)

Udah gak zaman jadi PNS nyantai bray :D. Padahal justru si Tunjangan Kinerja (TUKIN) ini yang jadi sandaran hidup banyak PNS. Instansi gue malah lebih miris karena seiring tidak tercapainya target, tukin kami dipangkas sebesar 20% tahun ini. Bukannya naik, penghasilan kami malah turun dibandingkan tahun lalu. *nangis darah*

3. Kenaikan Gaji Pokok PNS itu jumlahnya bikin sedih

Kenapa sedih? Karena kalaupun naik (sebagai gambaran tahun ini gak ada kenaikan gaji buat PNS looh) jumlahnya kecil banget, angkanya gak sampe 100 ribu. Jangankan buat melawan inflasi, buat beli beras aja gak sampe 10 liter.

Bandingkan dengan karyawan swasta yang bisa naik minimal 10% sampai dengan 15% tiap tahun. Maka rekan-rekan ku para Abdi Negara, berhematlah kalian! *si Mamah bersadba

{Catatan Dani: Nggak Ty, kenaikan gaji di swasta gak selalu minimal 10% kok. Tergantung kondisi perusahaan juga. Gue sendiri pernah ngalamin di sebuah BUMN kenaikan gaji bahkan gak sampe 1% tiap tahun. Pernah juga di perusahaan yang minimum kenaikan mengikuti angka inflasi. Dan ada juga yang sekitar 5%an. Jadi gak seenak itu juga di swasta sih bok… :P}

4. Mutasi atau Promosi yang Tak Bisa Direncanakan

Apa itu mutasi? Apa bedanya dengan promosi? Mutasi adalah perpindahan PNS dari satu posisi ke posisi lain yang sejajar, sedangkan promosi yah udah pada tau lah yaa itu kenaikan jabatan. Baca cerita gue waktu kena mutasi yang bikin nangis di pojokan kantor.

Kenapa mutasi atau promosi justru bikin PNS harus investasi? (Dani: ini pertanyaan gue juga pas pertama kali baca)

KARENA ITU BISA DATANG KAPAN SAJA GAK PAKE PERMISI.

Masih syukur kalo mutasi atau promosi nya di daerah yang masih deket tempat tinggal saat ini. Kalau jauh? Pertimbangkan biaya-biaya yang tidak ditanggung oleh instansi tempat kita bekerja. Biaya apa saja yang gak ditanggung? Banyaak dan jumlahnya pun gak sedikit. Apa aja?

  • Mindahin sekolah anak (kalo keluarga diajak)
  • Transport untuk mengunjungi keluarga (kalo keluarga tidak diajak pindah)
  • Biaya tempat tinggal kalau instansi tidak menyediakan rumah dinas atau mess(banyak instansi tidak menyediakan penggantian biaya loh, contohnya instansi gue)

Sebagai gambaran:

Gue punya temen sebut saja A, suaminya mendapat promosi jabatan ke Sumatera Barat. Dengan berbagai pertimbangan diputuskan bahwa A dan anak-anak tetap di Jakarta dan sang suami yang akan pulang setiap dua minggu sekali.

Dengan promosi ini, suami A memperoleh peningkatan tunjangan sebesar 6 juta rupiah. Sedangkan pengeluaran yang bertambah adalah : biaya kost karena tidak ada asrama sebesar 1 juta rupiah per bulan dan tiket pesawat sebesar 2,4 s.d 3 juta perbulan. Belum lagi ditambah transport dari dan ke bandara.

Penghasilan tambahan yang benar-benar dirasakan oleh A sekeluarga ada dikisaran 1 juta rupiah. Kecil kan?! Apalagi kalo menghitung rasa rindu dikala berjauhan *mellow*

(Dani: di sini dana darurat bisa berperan untuk mengcover biaya pindahan tadi, baca postingan tentang dana darurat di blog ini.)

5. Susah Nyari Usaha Sampingan

Eh bukan usaha sampingan yang masuk ranah korupsi loh ya! Hih! Udah gak zaman! *kibas jilbab*

(Dani: Baca postingan tentang Investasi Reksadana Online Terbaik dengan IPOTFUND )

Maksudnya jadi freelancer gitu atau nyambi jadi konsultan di luaran, karena salah-salah bisa kena semprit terus dikasih Surat Peringatan karena dianggap ngelanggar aturan disiplin PNS. *meriang*

Coba deh baca lagi Pasal 4 Peraturan Pemerintah no:53 Tahun 2010. Makanya sebagai PNS yang pengen nyari usaha sampingan kita mesti hati-hati memilah profesi sampingan. Jadi blogger, buzzer atau influencer udah paling bener dah *uhuk*

Asal jangan ngedukung partai atau kandidat politik tertentu aja karena ranah politik itu DIHARAMKAN bagi kalian para PNS *lirik sinis rekan seprofesi yang kenceng bener berpolitik di facebook*. Dan inget yaa, pertahankan kinerja dikantor juga, jangan karena ngejar tambahan dari bisnis sampingan malah kehilangan penghasilan pokok 😀 kan sedihh..

(Dani: Baca postingan tentang apakah layak mengeluarkan uang untuk blog kalau memang mau ngeblog dan buat cari tambahan untuk PNS)

6. Bukan Tanpa Ancaman Perampingan

Lucunya walaupun ranah politik sangat diharamkan bagi PNS, tapi penghasilan dan iklim kerja PNS sangat terpengaruh dunia politik. Pergantian pucuk pimpinan Negara, komposisi anggota DPR nyata nya sangat berpengaruh terhadap masa depan kaum PNS.

Kata siapa PNS aman dari ancaman perampingan organisasi? Gak ada yang ngejamin ituuh.

Gue kasih gambaran buruk aja nih ya biar sesama PNS terbuai angan semua bahwa pekerjaan ini pasti kita miliki selamanya. Belanja negara yang terbesar salah satunya adalah untuk membiayai para Abdi Negara ini, jadi bukan gak mungkin bila negara kita berniat berhemat maka opsi perampingan ini diambil.

Kenapa negara kita harus berhemat? Yah bisa satu postingan sendiri itumah kalo dibahas. Intinya ekonomi dunia sedang suram dan Negara kita tentunya juga. Apalagi selama ini PNS banyak dituding belum maksimal lah, masih terlalu banyak lah jumlahnya endesbre endesbre. Jadi kata siapa aman damai sentosa sepanjang masa?

(Dani: Kalau mau bantuin negara kita, coba pertimbangkan buat mulai bantu anggaran pemerintah dengan investasi di Obligasi Ritel Negara atau Sukuk Ritel)

7. UANG PENSIUN KITA ITU KECIL MAMIIH

Udah tau kan kalo gaji pokok PNS itu kecil dan kenaikannya juga gak signifikan tiap tahun?

Nah kalo ente-ente sebagai PNS yang semasa kerjanya mengandalkan tunjangan untuk bayar cicilan dan biaya hidup, KALO PENSIUN TUNJANGAN ITU GA ADA SAMA SEKALI!!

Belum cukup buruk?? Kalo pensiun penghasilan yang diterima cuma 70% GAJI POKOK *pingsan*

Makanya jangan sok-sok an deh kalo jadi PNS. Ada juga sih uang taspen yang bisa dicairkan kalo kita pensiun, bisa cek jumlahnya sendiri disini. Tapi uang taspen itu cuma sekali, sisanya silakan berpikir bagaimana mencukupi pengeluaran dengan 70% gaji pokok. Apalagi kalo kalian mau mempertahankan gaya hidup kayak sekarang.

Masih males investasi karena ngerasa gak penting-penting amat? Tampar nih yaa pake sandal. Wahai kalian abdi Negara, mari kita berinvestasi demi masa tua gak belangsak 😀

Investasinya apa aja? Monggo dibaca-baca di blog ini karena Dani banyak ngasih insight-insight jenis-jenis investasi yang bisa kita mulai dari jumlah yang kecil *kan gaji pokok kita juga kecil*

(Dani: Coba kali aja mau belajar tentang investasi saham atau mungkin mau belajar tentang reksadana)

Salam hangat dari pejompongan.

=====

Dani: Terimakasih ya Mah sudah mau nulis tentang 7 Alasan Kenapa PNS Harus Lebih Rajin Investasi ini, di otak gue banyak banget seri lanjutan postingan ini yang gue yakin bakalan banyak yang akan baca. Baik itu dituliskan di sini sebagai follow up guest-post atau di blog Mamah sendiri. Makasih banyak! 

39 tanggapan untuk “7 Alasan Kenapa PNS Justru Harus Lebih Rajin Investasi dibandingkan Pegawai Swasta”

Poin nomer empaaaaaattt T.T bener banget, meskipun pns digadang-gadang sbg profesi yg paling settle, 7 hal ini perlu bgt dipertimbangkan mengingat sistem penilaian kinerja yg udah mulai berkembang dan kekinian. Bagus sih utk meminimalisir yg magabut.

Iya Nad. Gue appreciate banget perkembangan sistem penilaiannya ini. Semoga semakin merata ya karena ya gue masih nemu yang magabut abish…. huehehehe.

Balas

Kayaknya belum disebut di atas ya kalau PNS kadang harus menyekolahkan SK untuk memenuhi tuntutan kebutuhan. He .. ( pengalaman pribadi ).

Btw … setuju : PNS sekarang nggak nyantai. Tuntutannya banyak. Penilaian kinerja semakin ketat.

Asik tulisannya cak..
Sebenarnya kalo mau kreatif ada juga usaha sampingan lain.. karena beberapa bidang khusus itu hanya bisa dipelajarin di PNS.

Contoh pajak daerah, kepabeanan dan cukai, kemudian ilmu BUMD. Kalau mau bisa jadi dosen dan pas pensiun jadi konsultan.

Overall bener ketujuh tujuhnya,, intinya investasi mah perlu banget..

ternyata apa yang orang bilang itu salah ya.
pantas tetangga sebelah yang PNS kerjaannya gak punya uang mulu, jadi ini alasannya.
asyik banget mas dani bacanya

Oalaah..baru tau poin 6.. Ternyata sama aja kayak di swasta yak..etapi ga pns, ga yang kerja di swasta juga, kayaknya emang perlu banget investasi dari sekarang..

Aku pribadi, senang ya PNS skrg lebih dilihat kinerjanya.
Dan poin 5 itu aku rasa bisa kok, iya sih kalo konsultasi gitu berat tapi bisa diakalin dengan memanfaatkan hobi untuk menghasilkan duit, ya selain blogger, bisa bikin usaha rumahan yes terus masarin di medsos. ^^
Kenaikan gaji pokok PNS dan Swasta sama kok hihihh gak gede :p bener kata Masdan tergantung perusahaan juga.
Dan intinya tetap kita mesti investasi ya mau PNS atau nggak.
Top Mamah Etty tulisannya. ^^

Hmmm ternyata PNS gak mulus mulus banget ya hidupnya hahaa. Kalau dari posting ini sih intinya yang gue tangkep begitu.
Sama kayak pepatah bilang “Rumput tetangga lebih hijau” maka sebagai orang yang liat PNS pasti ngiranya hidup mereka sudah serba kecukupan, dengan segala tunjangan dan katanya pensiunannya gede.

Jadi ingat temenku ada yang pernah resign dari wartawan buat jadi PNS, humas di salah satu lembaga tinggi pemerintahan. Segitu kecilnya gaji pas jadi wartawan tapi tetap lebih rendah gaji dia pas jadi PNS. Dia bilang uang gajinya justru menurun pas jadi PNS.

Gaji pokok mah tetep keciil sama kayak PNS lain cuma tunjangannya lumayan gede. Masalahnya tunjangan itu gak pasti jumlahnya, tahun ini tunjangan gue malah turun karena target pajak gak tercapai tahun lalu. 20% itu kalo di rupiahin lumayan banget hiksss..

Maaf OOT ya, Mas Dani. Aku baru tahu loh gaji PNS itu kecil. Selama ini aku kira WOW! Selama ini orangtuaku dan Adit sebenernya berharap kami bisa jadi PNS, katanya hidupnya terjamin. Dan aku yang percaya-percaya aja. Hahaha.

Udah lama ga komen di sini. haloo Mas Dani 😀

Bagus nih sedikit komennya mengenai kenaikan gaji tiap tahun pegawai swasta, soalnya ada kasus nih, ada beberapa company yang nerapin kenaikan gaji tiap tahun cukup tinggi. Terus di denger anak fresh grad yang baru kerja, terus langsung bandingin company satu dan lainnya. Padahal company dia sendiri cukup ok ko. Ada aja orang yg ga bersyukur. Laah jadi curhat sekalinya komen ha ha

Gimana kayak gw ya… beberapa tahun lalu sempet kenaikan cuma 100rb doang… hahahaha. dua kali malah kayak gitu. eh yang kedua 200rb ding. Alasannya? Sudah mepet ke batas atas jabatan jadi tidak bisa naik lagi kecuali kalau naik jabatan. Sedangkan buat naik jabatan itu lagi gak ada lowong. Bahkan bonus terakhir pas kerja di kantor itu th 2006.

Huwahhh…tapi iya sih sepakat sm yg dibilang mamah Etty di sini, dan itulah knp dari zaman sekolah pun gw nggak pernah kepengen jadi PNS kyk bapak, pdhl disuruh2 Mamah bahkan smp skrg hihihihi

Wah topik menarik nih, menambah wawasan utk orang2 yg selalu terbiasa dengan dunia kerja di sektor swasta. Baru tau nih detailnya seperti ini. Yuk sama2 berinvestasi kalo gitu, hehehe…

Aku aakuuhh. Yang udah 6 tahun jadi pns gol 3b tapi gaji pokok cuma 2,7juta. Huahahahahahaha. Kalau kemaren masukin si K sekolah sppnya 800ribu sebulan, cicilan cuma 2,5juta sebulan udah hitungan nombok sana sini yak. Gimana caranya aku bisa liburan ke eropa secepatnya ini?? ???

Wah padahal saya fikir enak jadi PNS, saya sudah sempat berulang kali gagal untuk jadi PNS. Ternyata seperti itu ya mas Dani.

Makasih ya mas karena postingan ini saya jadi bersyukur atas apa yang sudah jalanin sekarang. Ternyata ga harus jadi PNS juga saya bisa mandiri dan berkembang.

Saya sendiri berpikiran “wah enak ya jadi PNS udah dapat ini itu dan sebagainya” eh ternyata ga seenak yang dibayangkan.

Saya sekarang sadar, untuk menjadi orang yang maju dan sukses itu bukan hanya jadi PNS tapi ada berjuta juta jalan

Salut buat mas Dani.

PNS memang kudu lebih kreatif dan lebih aktif ber-investasi di banding profesi lain.

Salah satu investasi yang bisa dilakukan PNS – dengan tanpa modal gede – ya jadi blogger.
Jadi blogger “aktiv” paling modalnya cuman konsistensi. Itu saja. Bener gak mas Dani?

Kalo saja kebanyakan dari PNS yang ada mau menjadi blogger yang “aktiv” dengan konsistensi tinggi menulis untuk blog nya masing-masing, dijamin persoalan keuangan tidak lagi jadi masalah.

Konsistensi menulis di web blog, 2 – 3 artikel per hari, terus menerus, hasil dari google adsense, pasti luar biasa, bahkan bisa melebihi gaji bulanan sebagai PNS… bener gak? 🙂

Overall. Thanks untuk artikel mas Dani yang sangat “open-mind” ini. 2 Jempol buat mas Dani.

regards.
Sesama Blogger PNS

Hehehe. Saya sendiri belum pernah menulis artikel 2-3 artikel sehari. Jadi tidak bisa menjawab nih.
Kalau yang saya lakukan, menulis artikel seperti yang saya lakukan sudah cukup kok 🙂

Balas

Yaampun kenapa akoh baru baca postingan ini yang sungguh gue banged! Suami kena mutasi ke Palopo, Sulsel.. Meski dapet rumah dinas tapi buat mboyong istri sama dua anak itu biayanya sungguh wow. Belum lagi urusan kalau orang tua sakit mau nengok, atau mau mudik, biaya 4 kepala bisa buat berangkat umroh -_____-

Terus tentang tukin yang buat sandaran hidup para PNS, lah apa kabar kalau tiba-tiba dapet kabar di bulan September-an tukin macet daaan baru dirapel ntar Januari #pengsaaan kalau nggak ada dana darurat mah.

Btw jadi kepikiran mau nulis curhatan serupa di blog, hihi.

Alasan 1 – Bener, gapok PNS itu kecil, Kurang lebih sama UMR lah
Alasan 2 – Bener, tukin PNS itu variatif dari bulan ke bulan tergantung dari evaluasi kinerja bulanan atau tahunan.
Alasan 3 – Bener, kenaikan gaji PNS itu kecil gak sanggup lawan inflasi lah, pake diseremonialkan dengan pidato presiden segala 😀
Alasan 4 – Tergantung instansi/kementeriannya, kalo kayak kementerian keuangan (dirjen pajak) sudah makanan tiap tahun itu mutasi.
Alasan 5 – Tergantung individunya, kalo bisa manage waktu di luar jam kantor, hari kerja dan jaga kesehatan sih pasti bisa. Teman subag saya malah ada yang nyambi jadi ojol, penghasilannya setara gaji malah.
Alasan 6 – Tergantung kebijakan pemerintah di masa depan nanti, memang gak menutup kemungkinan nanti akan ada PNS yang dirumahkan.
Alasan 7 – Bener, pensiun kecil, gapok kecil, jadi deh orang kecil, yang gede-gede gajinya seperti berita di tivi itu hanya pejabat struktural saja, jumlahnya mungkin gak sampe 25% dari seluruh PNS di Indonesia. 75% sisanya ya kita para bawahan yang menikmati remah-remah bos 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *