Kategori
Investasi Saham

Begini Cara Kerja Investasi Saham dan Perhitungan Potensi Keuntungannya

Di tengah kebutuhan kita yang makin banyak, investasi saham online menjadi salah satu alternatif pengembangan aset yang menguntungkan. Bahkan, banyak pula yang berpendapat, bahwa cara kerja investasi saham ini cocok buat yang pengin kaya dengan cepat.

Hmmm, untuk pertanyaan pertama, memang sahih adanya. Tapi, pernyataan kedua? Hmmm ….

Tapi, kalau melihat banyak orang yang sukses dari berinvestasi saham, rasanya ya wajar saja sih muncul anggapan seperti itu. Toh, orang-orang selalu melihat dari sisi suksesnya saja, jarang banget ada yang mau melihat perjuangannya. Ya kan?

So, kalau memang kamu pengin mencoba sistem kerja investasi saham, tentu hal itu enggak ada salahnya. Bagus, malahan. Semakin cepat kamu mencoba, investasi saham bisa memberimu imbal hasil yang signifikan seiring waktu—apalagi untuk jangka panjang.

Jadi, kalau mau tahu cara kerja investasi saham, mari kita bahas di artikel kali ini.

Apa Itu Investasi Saham?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Sementara, pengertian saham adalah surat bukti pemilikan bagian modal perseroan terbatas yang memberi hak atas dividen dan lain-lain menurut besar kecilnya modal yang disetor.

So, kalau begitu bisa disimpulkan, investasi saham adalah aktivitas menanam modal dengan membeli surat bukti kepemilikan perseroan terbatas yang kemudian akan memberi kita hak atas berbagai keuntungan sebagai investor, sesuai dengan besarnya modal. Hak investor atau pemilik saham di sini termasuk hak untuk mendapatkan dividen, hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham, dan juga memiliki hak suara.

Kalau dibandingkan dengan jenis instrumen lainnya, seperti deposito, obligasi, atau reksa dana, cara main saham pemula ini menawarkan keuntungan yang paling tinggi. Nah, inilah yang kemudian memunculkan anggapan bahwa dengan cara main saham, kita bisa cepat kaya secara instan. Padahal ya, bersama dengan peluang keuntungan yang tinggi itu, datang pula potensi risiko yang tak kalah tingginya. Hal inilah yang justru tidak banyak disadari.

Kembali ke atas

Cara Kerja Investasi Saham

Adanya potensi risiko yang tinggi, maka sudah seharusnya bagi setiap investor pemula untuk bisa belajar dulu bagaimana cara kerja investasi saham ini, agar kemudian risiko tersebut bisa dikelola hingga diminimalkan dengan baik.

Lalu, bagaimana cara kerja investasi saham ini?

Pada prinsipnya, jika suatu perusahaan—misalnya—menjual 500.000 lembar saham, dan kamu berhasil memiliki 5.000 lembar di antaranya, maka itu artinya kamu memiliki 1% banyaknya saham dalam perusahaan tersebut. Jika kamu menambah dengan membeli lagi 1.000 lembar saham, maka kepemilikanmu bertambah menjadi 1.2%.

Semakin banyak orang berminat untuk membeli saham perusahaan tersebut, maka nilai saham akan semakin tinggi. Di sinilah hukum ekonomi berlaku, ketika demand naik, harga akan naik. Saat permintaan atau demand turun, maka harga juga akan menyesuaikan. Karena itu, ketika terjadi aksi jual saham secara massal, maka harga saham pun dikatakan anjlok atau turun.

Hukum ekonomi lagi-lagi berlaku buat kamu yang ingin mendapatkan keuntungan dari saham. Yaitu, belilah saham saat harganya murah, dan juallah saat harganya tinggi. Dan bukan sebaliknya. Nah, di sinilah kemampuanmu untuk trading saham dan menganalisis perkembangan saham yang kamu incar itu diuji. Jika perusahaan penerbit sahamnya memiliki kinerja bisnis yang bagus, nilai saham akan menyesuaikan seiring waktu dengan prospek yang menjanjikan.

Ada 2 jenis keuntungan investasi saham yang bisa didapatkan oleh investor.

Kembali ke atas

Capital gain

Capital gain adalah keuntungan yang kita dapatkan setelah menjual saham dengan harga yang lebih tinggi daripada harga belinya. Selisih harga ini terjadi karena adanya fluktuasi antara permintaan dan persediaan saham dalam aktivitas perdagangan. Atau bisa juga karena peningkatan nilai saham dalam jangka waktu lama karena kinerja perusahaan yang stabil dan menguntungkan.

Untuk lebih jelasnya, coba simak simulasi keuntungan capital gain dan contoh investasi saham berikut.

Mamat punya saham QWER dengan harga Rp1.000 per lembar sebanyak 20 lot, atau setara 2.000 lembar saham. Setelah beberapa tahun kemudian, ternyata harga saham yang disimpan Mamat mengalami kenaikan harga, menjadi Rp1.500 per lembar.

Karena sudah mendekati tujuan finansialnya, Mamat pun menjual sahamnya di harga Rp1.500 per lembar. Maka keuntungan yang didapatkan oleh Mamat adalah:

(Rp1.500 – Rp1.000) x 2.000 = Rp1.000.000.

Sehingga total keuntungan plus modal yang dimiliki Mamat adalah Rp1.000.000 + Rp2.000.000 = Rp3.000.000.

Kembali ke atas

Dividen

Dividen adalah keuntungan yang dibagikan kepada para investor sesuai jumlah kepemilikan saham masing-masing oleh perusahaan. Pada umumnya, perusahaan akan membagikan dividen satu kali dalam satu tahun setelah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Tetapi, ada juga sih perusahaan yang membagi dividen sampai lebih dari satu kali dalam satu tahun.

Simulasi perhitungannya bisa disimak dalam contoh berikut.

Perusahaan PT QWERTY Tbk. memiliki 1.000.000 lembar saham. Tahun ini, QWERTY berhasil meraih laba bisnis bersih sebesar Rp1 miliar. Kebijakan Rasio Pembayaran Dividen (DPR) perusahaan adalah 30% laba bersih dibagikan pada investor sebagai dividen.

So, perhitungan keuntungan dividen per lembar sahamnya adalah:

Dividen = DPR x laba bersih

= 30% x Rp1.000.000.000

= Rp300.000.000

Maka per lembar saham, besar dividen = Dividen : saham beredar

= Rp300.000.000 : 1.000.000

= Rp300 per lembar saham.

So, kalau Mamat ternyata punya saham PT QWERTY Tbk., maka ia akan berhak mendapatkan dividen sebesar Rp300 x 2.000 = Rp600.000.

Kembali ke atas

Kesimpulan

Gimana? Memang ya, investasi saham Indonesia bisa sangat menguntungkan. Apalagi kalau kita bisa memilih saham yang memang potensial, yang bisa memberikan keuntungan yang berkelanjutan dan semakin tinggi setiap tahunnya. Plus, kalau kita punya modal yang besar, wah, makin besar juga keuntungannya.

But, pada prinsipnya, investasi saham tidak hanya soal cuan cuan cuan. Memang sih, kita tidak bisa memungkiri bahwa kita mencari keuntungan dalam hal ini, tetapi bisa mencapai tujuan finansial dengan baik menjadi hal yang lebih penting.

Mau cuan seberapa besar pun, kalau kita tidak punya cukup keterampilan untuk mengelolanya, ya akan sami mawon pada akhirnya. Tetap saja, uang tidak akan betah bertahan lama di rekening ataupun dompet.

So, sudah mendapat keuntungan dari investasi saham, kamu harus kemudian mikir lagi, mau diputar lagi atau mau digunakan untuk apa—yang produktif tentu saja.

Nah, itu dia cara kerja investasi saham yang sebenarnya cukup sederhana. Gampang dipahami kan? Semoga begitu. So, kapan mau mulai investasi saham? Hari ini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten dalam blog ini dilindungi oleh hak cipta
Exit mobile version