Kategori
Film Review

Review Film Batman vs Superman: Pertarungan Dewa dan Manusia (?)

Film Batman vs Superman sudah tayang di bioskop, pertarungan dua superhero legendaris yang ditunggu sebagai salah satu movie of the year.

The (maybe) long awaited movie finally is here! Buat penggemar dua superhero paling legendaris ini (kayak gw) pasti gak sabar nonton film ini. Dan ini review film Batman vs Superman versi gw.

Review film Batman vs Superman: Choose your hero!

Disclaimer: Spoiler Alert is ON!!!

Rating: PG-13 (Parental Guidance strongly advised for children under 13)
Genre: Superhero, Fantasy, Sci-Fi, Actio
Director: Zack Snyder
Duration: 2 hours 31 minutes
Star: Ben Affleck (Batman), Henry Cavill (Superman), Gal Gadot (Wonder Woman), Jesse Eisenberg (Alexander Luthor), Amy Adam (Lois), Diane Lane (Martha Kent), Jeremy Irons (Alfred), Holy Hunter (Senator Finch), Michael Shannon (General Zod)
Critics Review: 8.6/10 IMDB; 46/100 metacritics; 37% Rottentomatoes

All images are from Batman vs Superman Movie official twitter account.

Blurb of The Movie

Batman vs Superman Poster

Bruce Wayne (Affleck) harus menghadapi kehancuran kota Gotham ketika Superman (Cavill) harus bertarung melawan jenderal Zod (Shannon). Ribuan orang meninggal di kotanya tanpa dia bisa berbuat apapun menghadapi kekuatan di luar kemampuan manusia. Hal inilah yang menyebabkan kebenciannya terhadap pahlawan yang banyak membantu manusia ini.

Di sisi lain, Superman menghadapi mosi tidak percaya dari warga Metropolis yang mempertanyakan tindakan penyelamatan yang dilakukannya yang tidak jarang mengakibatkan korban meninggal. Hearing dengan pemerintahan pun digelar untuk meminta kerjasama Superman agar bertindak dengan komunikasi terlebih dahulu dengan otoritas pemerintah. Tidak disangka ternyata Lex Luthor mendalangi semua insiden-insiden berkaitan dengan Superman sementara dia mendapatkan akses penuh ke pesawat Jenderal Zod dan jenazahnya.

Rencana yang dibuat Lex Luthor sungguh jahat dan Superman pun harus berhadapan dengan Batman dengan niatan saling membunuh.

Review Film Batman vs Superman

Dengan Zack Snyder di kursi sutradara, gw yakin (awalnya) kalo film Batman vs Superman ini bakalan jadi film yang beda dan gw suka banget. Turned out gw keluar dari gedung bioskop dengan pikiran:

“Oke, bagus, tapi gak sebagus itu. Coba aja kalo ina inu ini begina beginu begini…”

Jadi ya agak kecewa sih sama hasil filmnya yang begitu karena pertarungan dua superhero yang gw kenal dari jaman gw kecil ini ternyata gak sedahsyat yang gw bayangkan. Yeah-yeah-yea.. Ekspektasi gw ketinggian. Pake banget. Dan kalo gak mau baca spoiler Film Batman vs Superman ini, you better stop right here. 😀

Pengulangan yang Mungkin Gak Perlu dan Scene Abstrak di Film

Semua karakter pembantu di film Batman vs Superman

Film Batman vs Superman ini dibuka dengan awal kehidupannya Bruce Wayne. Adegan pembunuhan kedua orang tuanya digambarkan dalam slow motion khas Snyder di film 300-nya dengan detail yang buat gw sebagai bapak seorang anak kerasa nyata. Gimana rasanya menghadapi kematian dan meninggalkan keluarga yang ada di hadapan mata. Adegan ini berganti-gantian dengan gimana akhirnya Wayne terjatuh di sumur tua berisi banyak kelelawar.

Adegan-adegan yang sudah gw hapal di luar kepala  dari serinya The Dark Knight garapan Nolan dengan Christian Bale sebagai Batmannya. Dan di pembuka film Batman vs Superman ini, durasi adegan pengenalan masa lalu Batman ini cukup lama.

Selain itu, khas film-film Snyder, banyak banget adegan-adegan yang buat gw abstrak dan absurd banget yang penuh dengan simbol-simbol. Kayak bagaimana misalkan begitu banyak orang dalam pose menyembah ketika Superman berhasil menyelamatkan seorang anak perempuan dari kebakaran, atau mimpi Bruce Wayne ketika mendekripsikan data milik Lex Luthor dan beberapa scene lainnya yang menurut gw malah dragging down pace film ini secara keseluruhan. Padahal menurut gw sih lebih baik difokusin buat memperdalam persiapan Wayne ngadepin Superman dan atau adegan pertarungan antara Batman vs Superman bisa dibikin lebih lama *ogenk rugi karena judulnya aja film Batman vs Superman kan kan kan? 😀

Entah karena terlalu banyak yang mau dimasukin karena film ini akan dijadikan pengantar memasuki universenya Justice League (info dari temen yang baca komiknya semua yang absurd-absurd itu emang buat memasuki universenya Justice League), film Batman vs Supermannya Snyder yang ini kurang berhasil buat gw kalo dibandingkan sama 300 dan Man of Steel, film Superman terdahulu yang buat gw keren abis.

Oiya, selain itu special effectnya menurut gw gak terlalu bagus. Kalah jauh dibandingkan Man of Steel beberapa tahun lalu. 😛 Jadi yaudahdeh, kekurangan gw tulis semua di

Konflik Individu dan Perbedaan Pandangan yang Dimanfaatkan

Film Batman vs Superman penuh dengan scene simbolis

Khas banget superheronya DC, nuansa yang diangkat kelam dan konfliknya gak sekedar superhero yang punya kekuatan luar biasa dibandingkan manusia biasa, ketemu penjahat, berantem dan kebaikan menang lawan kejahatan. Seringnya konflik-konflik superheronya DC justru mempertentangkan konsep kebaikan diri mereka dan bahkan kebaikan lawan kebaikan kayak di film ini.

Second opening di film Batman vs Superman yang mengambil kejadian di film Man of Steel waktu Superman melawan Jenderal Zod di Gotham dan gimana Wayne ngelihat kotanya hancur oleh kekuatan super makhluk dari luar bumi beneran keren. Sebuah pembukaan yang bikin hook film ini nancep banget sebagai pembuka alasan kenapa Superman harus disingkirkan oleh Batman.

The Mighty Superman

Sementara itu, Superman yang menganggap apa yang dilakukannya gak ada yang salah. Semua yang dia lakukan cuma mencoba menolong “makhluk lemah” bernama manusia dari kejadian-kejadian buruk yang dalam prosesnya mungkin mengorbankan sebagian dari mereka. Justru kegiatan vigilante yang dilakukan Batmanlah yang menurutnya gak seharusnya dilakukan. Mana yang bener? Gw sendiri juga gak bisa memutuskan mana yang harus lebih gw belain.

Kegalauan gw seolah diwakili oleh perwakilan senator dan dewan pemerintahan yang juga menuntut Superman untuk mengambil tindakannya berdasar hasil diskusi dengan manusia.

Dan kayak kejadian beneran di kehidupan manusia, di setiap pertentangan bener atau salah adaaaaa aja yang memanfaatkan. Kehadiran Lex Luthor yang pinter melihat gimana bisa memanfaatkan posisi Superman yang sulit dan bagaimana Batman membenci Superman bikin konflik di film ini semakin berat. Dua pihak yang sama-sama baik dan satu pihak yang memanfaatkan situasi ini kayak cerita antara Pak Beye dan Pak Presiden yang niatnya mungkin gak ada yang bermaksud buruk dan kemudian dimanfaatkan media untuk bisa mendapatkan pembaca dan akhirnya jadi rame. Hahaha. *lebhey emang gw 😛

Satu highligh dari konflik yang diangkat adalah waktu Superman dijebak oleh Lex Luthor untuk menghadiri hearing di balai kota. Itu aslik, you should wait the scene kalo memang nonton film ini.

Makanya, ceritanya sama sekali bukan buat anak-anak. Terlalu kompleks dan berat.

Perkembangan Karakter dan Tokoh

The actors

Karena yang garap film Batman vs Superman ini Snyder, karakter Superman jadi yang paling mateng di film ini karena sudah dia garap mulai dari original storynya si manusia super di film Man of Steel. Sementara karakter lainnya baru dia sentuh sekarang.

Awalnya gw berharap banyak banget dari peran Batman yang dimainkan sama si Affleck, tapi turned out gw gak bisa terlalu klik. Mungkin karena sudah kadung jatuh cinta sama karakternya Batman versi Nolan dan Bale yang kelam banget. Di sini Batman kelihatan flamboyan, ramah dan baik hati yang mana seharusnya memang seperti itulah seharusnya sesuai di komik. Entahlah, gwnya yang terlalu cinta ama Batman versi Bale aja keknya.

Jadi buat gw karena Bale udah gak maen di film Batman, bersyukur dia sudah maen di film terbaik (buat gw) di tahun ini, The Big Short.

Bahkan ngelihat bentuk mulut-dagu dan tahi lalatnya Affleck bikin gw gak yakin kalo superhero yang bersimbol kelelawar di film Batman vs Superman ini cukup punya sisi jahat untuk melakukan kegiatan vigilante-nya. Hahaha. Beda selera gw lah soal Batman ini.

Wonder Woman

Selain itu, karakter Wonder Woman, meskipun memang berperan cukup penting di akhir cerita, gak ditunjukin secara mendalam kayak karakter lainnya. Padahal mungkin bisa jadi lebih keren kalo bisa diangkat lebih banyak. Kondisinya sama kayak Lois Lane yang kayak cuma jadi tambal sulam di sini.

Satu karakter yang sungguh-sungguh menyita perhatian gw di film Batman vs Superman ini adalah bagaimana Alexander Luthor diberikan porsi yang cukup signifikan dan bisa dibilang kunci keberlangsungan terselenggaranya pertarungan dua superhero legendaris ini.

Batman behind the scene

Eisenberg berhasil banget ngebangung karakternya Lex Luthor yang sakit jiwa. Bagaimana dia bersikap, bereaksi dan melampiaskan kemarahannya ke Superman bener-bener bikin gw ngebayangin father issue yang dialami sama si Lex. Karakternya di film ini beda JAUH BANGET kalo dibandingkan sama Lex Luthor yang diperanin sama Kevin Spacey, seorang aktor kaliber Oscar beberapa tahun lalu. Aslik, gw suka banget sama penjahat musuh abadinya Superman di film ini dengan taraf kesukaan gw sama mendiang Heath Ledger yang memerankan Joker di filmnya Nolan.

Satu hal yang gw perhatikan adalah keberanian Snyder buat menampilkan pembunuhan yang dilakukan oleh para karakter superheronya. Di film-film sebelumnya jarang kelihatan atao malah gak pernah si Batman dan Superman ngebunuh si penjahatnya. Di film ini, they just do what they need (want?) to do even if it is killing the bad guys.

Pengenalan beberapa karakter baru yang memang original membernya Justice League memang bilang kalo bakalan ada film Justice League dengan Superman, Batman, Wonder Woman, Aquaman, Cyborg dan The Flash di masa depan. Jadi gak usah sedih kalo ada yang mati di film Batman vs Superman ini.

[youtube url=https://www.youtube.com/watch?v=eX_iASz1Si8&W=450&rel=0]

Buat Orang Tua yang Mau Ngajakin Anak

Seperti gw bilang tadi, film ini ratingnya PG-13 dan kalo di Indonesia Remaja. Jadi better yang diajak nonton ini kalo anaknya sudah 13 tahun dan jangan lupa didampingi karena beberapa alasan ini (gw rangkum tulisan gw sebelumnya):

  1. Konflik cerita yang terlalu rumit untuk anak-anak (kebaikan lawan kebaikan dan niat jahat orang yang nyaru jadi orang baik)
  2. Kekerasan meskipun gak ada darah-darah
  3. Bed scene yang memang meskipun gak hot banget tapi tetep bukan budayanya kita. Siap-siap aja ngejelasin ke anak dan mestinya Sex Education sudah dilakukan sebelumnya.
  4. Yes, kostumnya Wonder Woman dan baju-baju pestanya hot abis.
  5. Vivid Wayne’s parents murder scene di awal film yang bisa bikin trauma

Soal rating film, selengkapnya baca postingan gw tentang rating film apakah cuma syarat administratif aja?

All in all, film Batman vs Superman ini masih sangat menghibur dan jauh lebih bagus dibandingkan film Deadpool kemaren. 😀 Jadi hayuk yang penasaran nonton yuk! Mumpung liburan ini kan 😀

PS: buat nilai review film Batman vs Superman ini gw revisi nilainya. Gw ilangin nilai Lex Luthor yang awalnya 4.75 karena bisa jadi bias dan ngaruh ke nilai keseluruhan film. Pokoknya Lex Luthor di film ini KEREN ABISSSS!!

46 tanggapan untuk “Review Film Batman vs Superman: Pertarungan Dewa dan Manusia (?)”

Review nya lengkap bangettttt…jadi penasaran pengen liat akting mas Ben jd Batman ?? secara pas liat iklan di warner kaget juga klo peran Batman ternyata diisi Ben Affleck…
Berhubung ratting 3.8 dari 5, berarti not bad lah ya Dan, cuuz long wiken mau ajak papski nonton superman vs batman aaah

Sofiiii…. Maafkan gw revisi nilai ratingnya. Tadi itu tinggi karena actingnya si Eisenberg yang jadi lex luthornya. Maafkan yaaaa
Tapi gimanapun layak tonton sih ini film Sof 😀

Balas

Sebenernya itu daya tarik film ini Bang. Gimana bisa Batman melawan makhluk yang seolah gak punya kelemahan dan ternyata bisa menang. Hihihi.. 😀

Balas

Aku nontonnya setengah ngatuk di tengah film Mas Dani. Mungkin kebiasaan sama pace Batman versi Nolan. Apalagi banyak simbol2 yang aku ga paham maksudnya, jadi bikin benong cenderung ngantuk. Pertarungannya Batman sama Superman juga kurang lama menurutku. Paling bikin berdecak kagum itu memang aktingnya Lex Luthor yang keren banget. Psychonya juga kerasa.

Berhubung film film DC itu lebih banyak kelamnya, aku kok ga terlalu setuju ya kalau anak kecil nonton film ini. Lebih baik remaja ke atas kayaknya.

Iya sih setujuuu banget Ira. Anak kecil gak cucok banget nonton ini. Makanya remaja aja lah tapi ya itu, HARUS dengan pendampingan orang tua. Kalo nekat ngajak anak kecil sih ya gak tahu lagi deh itu orang tua ya Ra.
Btw kalo gw nonton sendiri kemungkinan besar gw juga bakalan tidur loh Ra. Untung aja ada Lex yang setiap dia hadir, scenenya jadi JAUH LEBIH BAGUS. Hahahaha.. 😀

Balas

Kemaren ada loh yang bawa anak kecil ke bioskop mas Dani dan aku nontonnya yg malem ??. Ga paham deh orang tuanya mikir gimana.
Iyaaaa film batman vs superman kemaren itu terselamatkan sama Lex Luthornya!! :))))

Sebenernya ini film keren sih, cuma masalah terbesar di film ini adalah untuk di sukai banyak oranh

Plot lomoat lompat, cerita bertele tele, berantem yg kurang. Bukan felem asal gebuk gebukan sih, ada yg di bangun

Oh iya easter egg di film ini banyak banget om, buat yg gak ngerti ya pasti cuma mangap, itu apa, kok gitu, gak jelas bgt, dll

Ini movie cuma untuk yang tau betmen sama suparman, bukan movie kalangan umum, tanpa research tentang keduanya ya ancur deh bakalan melongo sepanjang film, keciali entar lihat kelanjutanya
Ltapi untuk awam emang gak bikin penasaran easter eggnya

Wkkwkw

Ada dapet beberapa easter eggnya memang. In my defence sebagai penggemar kedua superhero ini tapi gak baca komiknya, mestinya sih film ini bisa cater orang-orang yang memang gak sampai jadi fans beratnya kedua superhero ini dari baca komiknya.
But all in all masih lumayan lah buat dinikmati kebanyakan orang, bukan yang sampe jelek banget kayak film Superman yang diperanin sama Brandon Routh 😀

Balas

Wkakakakkaa, jangan samain sama suparman itu, sama betmen poreper juga bagus bvs kayanya om

Btw bvs kayanya emang di bayang bayangin betmen jaman trikogi betmen kayanya om, wkwkwkkwk

Semoga suice squad bagus om, oh iya captain mamarika juga harusnya keren tuh besok

Memang jauh beda dengan film Dark Knight sebelumnya. cuma menurut gw sih Ben cukup pantas memerankan si mr dark knight ini. Salut sama dianya yg tahan menghadapi semua omongan soal dia saat pengumuman film ini dimulai

Iya Emang. Ini karena fwnya yang emang fans beratnya di Bale aja. Jadi Batman udah punyanya dia. Ben sial aja. Tapi flamboyannya dia dapet lah buat sosok Wayne.

Balas

Bahahahahahaaaa… Tapi gw fair looh bilang kan kalo gw fans beratnya Bale. Suka sama dia sejak jaman dia maen film American Psycho jaman dulu. 😀

Balas

Habis nonton film ini pun aku ngerasa banyak yg kurang. Enggak segreget marketing & judulnya. Aktingnya Babang Lex memang bagus tapi belum bisa bikin aku kesel kayak waktu nonton alm Joker.
Dah itu aja.. soalnya banyak yg bilang bagus & dg jalan cerita sulit ditebak, kok aku ngerasanya enggak gitu. Memang selera penonton itu beda-beda sih ya.. hehehe.

Hahaha.. Hampir sama dengan yang saya rasakan. Cuman untuk Lex Luthornya aja yang beda. Di sini emang kalo dibanding ama Jokernya si Heath Ledger gak sampe sekesel itu, tapi sudah bagus banget aktingnya pemeran si Lex. Apalagi dibanding sama pemain yang lain. Hihihi 😀

Balas

Pas banget ini baca review nanti malem rencananya mau nonton mumpung di Bandung, Masdan. Maklum di Pulau belum ada bioskop, paling banter cari download-an film tapi gambarnya belum bagus biasanya *hiks :’D

terus terang dani, gw bingung pas beres nonton film ini, bingungnya kayanya terlalu berlebihan gitu ceritanya, soalnya kalo superman dan batman main sendiri2 kan jelas banget tuh ya alurnya, tapi gw suka sih so far, secara film super hero. kalo boleh kasih masukan, musuhnya agak sedikit realistis hehe, tapi kalo alien memang gitu ya

Sama dong ama saya Mas, lebih suka Bale terutama pas peranin Batman di Batman Begins dulu. Bagus dan memang karakternya kuat. Pas denger Ben bakal pegang Batman, saya dah ilfil dan setelah baca ulasan Mas Dani makin mantab buat ga nonton. Haha. Dugaan saya Snyder terbebani oleh banyaknya tokoh yg udah populer sementara 2,5 jam ga sanggup mengakomodasi perkembangan masing-masing karakter. Sejak awal diloncing judulnya, saya dah apatis sih, dan syukurlah review ini bikin irit duit, xixi.

Btw, turned out itu apa maksudnya ya Mas? Saya kok agak bingung bacanya, dua kali muncul di tulisan Mas ini. Trus koreksi dikit, Amy Adam harusnya Amy Adams, soalnya belon tumpengan hehe…

Spoiler yes yes yes! Suka…. 😀

Setuju ama reviewnya..itu hearing..dan scene acara debat tv. Mengingatkan daku ama debat pilkada di tv. Yg justru aku ndak doyan banget. So..aku sempet ndak doyan film ini di awal awal. Tapi lumayan lah pas udah akhir akhir..

Whoaa..Dani menggambarkan apa yang ada di kepalaku. Kurang lebih sama.
1. Pembuka konflik yg panjang bgt serasa nonton sinetron (iya, aku lebay)
2. Affleck yang flamboyan. Bale tak tergantikan lah buat aku, Dark Knight bgt.
3. Peran Gal Gadot di awal yg gak jelas, berasa cameo aja.
4. Koreografi fightingnya gak natural. Keliatan tunggu2an kena pukul.
5. Aku gak nonton endingnya krn terpaksa ke toilet. Arrggghh ;p
Yg bagian keren adlh acting Lex Luthor…wiih pas bgt. Sekian ulasanku, hihihi.
Kesimpulan: aku lebih suka film kungfu Panda 2.

Bahahaha. Samaaaa. Lebih suka kungfu panda 2. Lebih berasa super hero. Oiya. Soal koreogfafinya ketinggalan. Emang gak baguuus. Keliatan banget itu tunggu-tungguannya. Hahahaha.

Balas

Review yang jujur. Ok bgt. Protes dikit nih knp tdk ada credit buat music scorenya…walaupun ceritanya bikin alis terangkat..musik BGM nya benar2 keren dlm membangun suasana. Hans Zimmer salah satu penyelamat….

Kayaknya kenapa dimunculkan masa lalu Batman ini supaya penonton baru tetep bisa mengikuti dari awal. Jadi nonton film langsung tanpa nonton sebelum-sebelumnya tetep ngerti 😀

Saya justru suka banget Mas bagian simbol-simbol itu. Bagian paling juara menurutku part perdebatan apakah Superman ini beneran hero semacam utusan Tuhan atau justru monster mengerikan. Dua pandangan yang sama-sama filosofis dan ngena banget buat saya.

Tapi saya ngantuk pas bagian-bagian actionnya :’) Mungkin karena pertarungannya buat saya juga enggak dhasyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *