Kategori
Investasi Saham

Begini Cara Investasi Saham BCA untuk Investor Pemula

Mana nih suaranya, yang pengin mulai investasi saham di tahun 2023? Jadi, kamu memilih saham apa? Ada yang berminat untuk mulai investasi dengan saham BCA? Mau yang aman ya? Enggak salah kok! Kalau begitu kamu perlu tahu cara investasi saham BCA untuk pemula.

Tapi modalnya gede ya?

Well, harga per satuan lembar saham BCA memang cukup tinggi sih, lebih tinggi daripada harga saham lain. Tetapi, ya bukan yang tertinggi. Dalam artian, masih bisa dijangkau kok.

Saat artikel ini ditulis, harga saham BCA (kode BBCA) ada pada level Rp8.450. Memang beberapa waktu belakangan harga saham BBCA ini lagi lucu-lucunya. Bikin gemesh pengin koleksi.

Nah, cara investasi saham BCA ini cukup sederhana. Untuk masalah analisis, kamu tak perlu khawatir. Sudah ada analisis lengkap mengenai saham BCA di blog ini. Silakan klik saja link yang sudah ditautkan ya.

So, mari kita lihat dulu apa saja yang harus kamu persiapkan sebelum tahu cara investasi saham BCA dan melakukannya.

Persiapan untuk Mulai Investasi Saham BCA

1. Tentukan tujuan investasi

Mau tahu cara investasi saham BCA, mau buat apa sih?

Coba deh kamu jawab pertanyaan simpel di atas. Apakah kamu juga bisa menjawabnya secara simpel? Misalnya, buat nanti jadi harta waris untuk anakku si A. Atau, buat nanti bekal aku pensiun, jadi nantinya harus bisa sampai senilai Rp3 miliar.

Atau jawabanmu masih, “Nggak tahu. Pokoknya beli aja, kata orang bagus.”?

Kalau masih jawaban kedua, mendingan coba dipikir lagi. Jawaban tersebut bukan merupakan tujuan investasi, soalnya. Dan, berinvestasi tanpa tujuan hanya akan membuatmu jadi banyak kemakan isu, FOMO-an, emosian, baperan, dan sebagainya. Namanya juga investasi saham, ke depan bakalan banyak fluktuasi lo!

So, sebelum tahu cara investasi saham BCA, lebih baik kamu tentukan dulu dengan pasti: mau dipakai apa saham BCAnya nanti? Dengan begitu, kamu akan berinvestasi secara dewasa, fokus, dan punya plan yang kuat.

Kembali ke atas

2. Kumpulkan modal

Memang investasi saham zaman sekarang itu enggak butuh modal gede. Tapi ya tetap saja butuh modal, dan modalnya ya berupa dana segar.

Kalau satu lembar saham BCA seharga Rp8.450 (sesuai harga saham saat artikel ini ditulis), sementara jumlah minimal pembelian saham adalah 1 lot—yang berarti 100 lembar saham—maka setidaknya untuk mulai investasi BCA, kamu harus punya Rp845.000.

Masih terjangkau kan? Masih lebih mahal harga handphone kamu deh, sepertinya. Namun, nominal segitu juga bukan angka yang kecil. Buat sebagian orang, kudu nabung dulu tuh untuk bisa terkumpul dana dingin sebesar Rp845.000. Nah, sekarang tentukan deh, kamu mau mengumpulkan modal seperti apa.

Salah satu yang banyak dilakukan adalah nabung dulu di reksa dana pasar uang (yang bisa dilakukan mulai dari Rp100.000), lalu kalau sudah memenuhi nominal, cairkan dari RDPU dan beli saham sesuai besarnya modal.

Kembali ke atas

3. Survei sekuritas

Sekuritas akan berperan penting nantinya, karena mereka yang akan menjadi partnermu dalam berinvestasi. Jadi, lakukan survei dengan cermat, supaya kamu enggak sampai terjerat oleh sekuritas abal-abal, yang menawarkan investasi bodong.

Pastikan sekuritasnya sudah berizin OJK, dan bebas dari segala macam kasus yang berat.

Kembali ke atas

4. Belajar cara kerja investasi saham

Meskipun kamu sudah memutuskan untuk berinvestasi pada saham terbaik—dalam hal ini adalah saham BCA—tetapi kamu juga perlu untuk mengetahui cara kerja investasi saham itu sendiri.

Setidaknya, pahami dan sadari bahwa investasi saham adalah investasi high risk high return. Jangan tergiur oleh keuntungan doang, seperti dividen dan capital gain, tetapi pahami juga risiko yang ada di balik keuntungan tersebut. Misalnya seperti risiko capital loss, risiko likuidasi, dan juga risiko yang lain.

Meskipun saham BCA dinilai berkinerja bagus, tapi bukan berarti tak ada risiko!

Karena itu, pelajarilah cara kerja investasi saham dengan cermat sebelum benar-benar memulai. Dengan begitu, kamu akan tahu bagaimana cara mengelola risiko yang timbul dengan tepat.

Kembali ke atas

5. Cash flow, dana darurat, dan asuransi

Adalah percuma kalau kamu berinvestasi pada saham BCA atau saham lain yang kamu nilai cuan, tetapi nyatanya cash flow kamu masih negatif, belum punya dana darurat sama sekali, apalagi nggak punya asuransi juga.

Kalau begini, jika di depan ada risiko yang ternyata benar-benar terjadi, kamu akan terlibat masalah. Misalnya, cash flow masih negatif, kamu investasi saham. Ndilalah sakit, padahal nggak punya asuransi kesehatan apalagi dana darurat. Terus, mau cairkan dana dengan jual saham, ternyata nilai sahamnya minus. Wha … mimpi buruk!

Jadi, beresin dulu cash flow kamu kalau memang masih negatif. Miliki juga dana darurat dalam jumlah yang cukup, dan jangan lupa miliki asuransi sesuai kebutuhan.

Kembali ke atas

Bagaimana Cara Investasi Saham BCA?

BBCA telah melantai di Bursa Efek Indonesia dengan riwayat kinerja yang sangat bagus. Bisa dibilang, saham ini adalah saham primadona atau saham favorit banyak investor. Nilainya tinggi, cenderung stabil, malah kalau dilihat dari historis keseluruhan, kenaikannya sangat signifikan sejak awal diperjualbelikan.

So, apakah kamu sudah bener-bener mantap untuk tahu cara investasi saham BCA? Jika iya, yuk, kita lihat langkah-langkahnya.

1. Pilih sekuritas dan buat akun

Sudah memilih sekuritas yang legal dan terdaftar di OJK? Pastikan juga sekuritas yang bersangkutan punya aplikasinya ya. Hari gini, ya masa untuk investasi ribet amat, mesti datang ke kantor sekuritas sih?

So, download aplikasinya dan buat akun. Biasanya kamu akan diminta mengisi data diri, mengunggah selfie sambil memegang kartu identitas, atau bisa juga pihak sekuritas akan melakukan video call. Hal-hal ini perlu dilakukan, sesuai prosedurnya. Lakukan saja sesuai petunjuk ya.

Kembali ke atas

2. Deposit dana

Jika akunmu telah diverifikasi, maka kamu akan mendapatkan Rekening Dana Nasabah, atau kadang disebut juga Rekening Dana Investor. RDN atau RDI ini dibuka di bank kustodian, yang nantinya akan menampung dana investasimu. Baik untuk kemudian dibelikan saham, atau untuk menyimpan dana hasil penjualan saham. Nantinya, kamu bisa melakukan transfer dari RDN atau RDI ke rekening pribadi, jika kamu ingin menarik dana investasi.

Untuk pertama kali, kamu perlu melakukan deposit dulu. Kamu bisa melihat nomor RDN atau RDI pada aplikasi sekuritas yang kamu gunakan, dan transfer sejumlah dana yang sudah kamu tentukan sesuai nominal harga saham yang pengin kamu beli.

Kembali ke atas

3. Beli saham BBCA

Masih di aplikasi sekuritas, pilih produk saham. Kamu bisa langsung cari saja, dengan memasukkan kode BBCA. Biasanya dalam aplikasi memang ada fitur pencarian untuk kita bisa langsung menemukan saham yang dimau.

Setelah ketemu, biasanya akan tersaji data-data terkait emiten BBCA, mulai dari harga saat ini, histori data harga, aksi korporasi, dan info-info lainnya. Untuk membeli, cari panel “Buy” atau “Beli”, dan masukkan jumlah lot saham yang hendak kamu beli sesuai dana yang tersedia.

Ingat ya, minimal pembelian adalah 1 lot, yang berarti 100 lembar saham.

Nah, jika kamu sudah memasukkan jumlah lotnya, submitlah dengan menekan tombol Buy. Kamu akan bisa lihat kemudian, bahwa depositmu berkurang sesuai nominal dan saham BBCA pun ada di daftar portofoliomu.

Gimana, mudah kan cara investasi saham BCA ini? Bahkan buat pemula juga mudah kok. Mungkin akan sedikit berbeda prosedur sih di setiap aplikasi, tapi secara prinsip sama saja.

Jangan lupa untuk follow akun Instagram Dani Rachmat ya, untuk berbagai tip keuangan dan investasi yang praktis dan bisa dipraktikkan sendiri. Juga berlangganan newsletter dengan melakukan registrasi di sini, yang akan dikirimkan setiap bulan berisi berbagai update dan tren di dunia keuangan. Jangan sampai ketinggalan berita!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten dalam blog ini dilindungi oleh hak cipta
Exit mobile version