Kategori
Asuransi Perencanaan Keuangan

Apa Sih Sebenarnya Fungsi Asuransi Itu?

Banyak perencana keuangan yang menekankan, betapa pentingnya untuk punya asuransi. So, apakah kamu sudah punya asuransi juga? Kalau sudah, apa kamu sudah tahu betul fungsi asuransi?

Jika kamu sampai saat ini masih belum paham mengenai fungsi asuransi, nantinya manfaat asuransi bisa jadi justru tak bisa optimal kamu dapatkan loh.

Jadi mari kita bahas secara khusus dalam artikel kali ini.

Disclaimer: Artikel ini bukan ditulis oleh Bang Mamat.

Saya dan Asuransi

Biar saya mulai dari cerita tentang saya dan asuransi.

To be honest, saya dulu juga enggak ngerti betapa penting fungsi asuransi itu. Hingga suatu saat, saya harus melahirkan.

Sejak awal kehamilan, tentu saja, saya menginginkan bisa melahirkan secara alami. Karena itu, saya rajin kontrol, selalu menyampaikan keluhan-keluhan kalau ada supaya bisa cepat diatasi, dan menjaga asupan gizi.

Sampai dengan kurang dari 5 hari menuju HPL—di hari terakhir saya kontrol ke dokter kandungan—ternyata janin dalam kandungan saya masih belum juga menempatkan diri di jalan lahir dengan benar. Alhasil, dokter kandungan saya mencurigai ada sesuatu yang enggak beres. Padahal ya, semua usaha supaya bayi bisa “mapan” sudah saya lakukan.

Saya pun diminta untuk foto rontgen, dan medical checkup lengkap. Setelah itu, ketahuan deh. Diameter pinggul saya ternyata kurang 2.5 cm untuk jalan lahir bayi. Kalau mau dipaksakan lahir alami, jiwa saya dan bayi bisa terancam. Satu-satunya jalan adalah operasi Caesar.

Dan, berapa biaya operasi Caesar? Saat itu ya mungkin setara dengan motor Honda Supra. Ya lumayan banget buat pasangan muda kayak suami dan saya yang sama-sama karyawan tapi belum top management.

Lumayan ngemplang.

Duh, mana ada duit segitu? Saya cuma siap dana melahirkan buat lahiran alami. Huhu. Nyesel nggak bisa nabung lebih banyak.

And then, suami bilang, “Nggak apa. Nanti ada asuransi.”

Setelahnya saya baru tahu, kalau untuk persalinan Caesar bayi saya, saya cuma perlu ‘nombok’ Rp1.500.000 saja.

Kembali ke atas

Fungsi Asuransi: Apa Pentingnya?

Nah, dari cerita saya, jadi jelas kan ya, betapa membantunya asuransi ini? Itu saja saya masih merasa bodoh banget, kenapa enggak siap untuk biaya melahirkan dengan operasi. Tapi, memang saat itu juga belum bisa menabung lebih banyak sih.

Lalu, kebayang nggak misalnya kalau situasi-situasi dadakan yang gawat darurat. Misalnya, tiba-tiba rumah kebakaran. Atau, kita mengalami kecelakaan di jalan? Itu kan hal-hal yang enggak mungkin kita prediksi, betul?

Tanpa asuransi, entahlah.

Perlindungan kesehatan merupakan salah satu contoh asuransi yang penting untuk dimiliki. Selanjutnya, ada beberapa jenis asuransi yang sebaiknya kamu miliki juga, tergantung kondisi dan kebutuhanmu. Mulai dari asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, asuransi mobil dan aset-aset yang lain.

Jadi, pentingkah asuransi itu?

Jelas penting! Mari kita lihat satu per satu hal yang membuat asuransi ini sangat penting untuk dimiliki.

Kembali ke atas

1. Mengalihkan risiko

Dalam hidup, sudah biasa kalau kita harus menghadapi berbagai risiko. Kejadian yang kurang menyenangkan, yang membuat kita harus menanggung kerugian finansial bisa terjadi sehari-hari. Mau menghindar? Enggak bisa. Yang bisa, harus dihadapi, meski dampaknya kadang ya bikin nyesek.

Sebagai pembeli polis asuransi dan menjadi yang tertanggung, kita memiliki hak untuk mengalihkan risiko—terutama risiko finansial—kepada pihak perusahaan asuransi dengan cara mengajukan klaim dan melengkapi syarat-syaratnya.

Di sinilah fungsi asuransi dan premi yang sudah kamu bayar akan berperan. Di sini terlihat, apakah kamu sudah memilih jenis asuransi dengan tepat. Juga akan ketahuan, kamu paham ilustrasi asuransi ketika ditawarkan oleh agen atau cuma iya-iya aja.

Kembali ke atas

2. Memberimu rasa aman dan tenang

Punya asuransi yang pas dengan kebutuhan itu bikin kita bisa menjalani hari-hari dengan lebih tenang loh.

Buat kesehatan misalnya, ndilalah kita jatuh sakit. Kalau ada asuransi dan kita tahu nantinya biaya rumah sakit dan pengobatan akan tercover, kita pun jadi lebih tenang. Nggak takut duit habis. Karena merasa lebih tenang, kita jadi lebih fokus pada proses pemulihan dan penyembuhan. Bener nggak?

Saya tuh, kalau nggak tahu bakalan dicover, hari pertama pascaoperasi, bisa-bisa saya memaksa pulang. LOL. Takut duit habis buat bayar RS!

Begitu juga dengan asuransi mobil. Memang kita tetap harus hati-hati berkendara. Tapi, kadang kitanya sudah hati-hati, eh ada saja yang bikin masalah. Keserempet sepeda motor, atau kendaraan lain.

Saya sih di sini paling bermasalah sama becak. Atuhlah. Seringlah mobil saya kebaret-baret becak yang dikemudikan sembrono. Tapi kalau si abangnya dikonfrontir, palingan mereka cuma bilang, “Saya orang kecil, Bu. Mana bisa ganti servisnya?”

Lah, padahal dia yang ugal-ugalan.

Kalau enggak ada asuransi, udah stres pastinya. LOL.

Kembali ke atas

3. Membantumu mengatur keuangan

Fungsi asuransi juga bakalan kerasa dalam proses pengaturan keuangan. Kayak saya tadi. Asuransi meng-cover bagian dana melahirkan yang tak terencana.

Premi yang kita bayarkan secara teratur “memaksa” kita untuk menyisihkan uang demi keperluan tak terduga. Karenanya, asuransi ini fungsinya sejajar dengan dana darurat. Kalau bisa, dua-duanya memang harus dimiliki, karena masing-masing punya fungsinya sendiri.

“Paksaan” untuk membayar premi ini juga cocok buat kamu yang kurang punya motivasi untuk menabung. Dengan demikian, kamu bisa dapat perlindungan kan?

Kembali ke atas

Fungsi Asuransi secara Makro

Selain penting bagi individu-individu produktif seperti kita, fungsi asuransi adalah penting juga dalam ekonomi makro sebuah negara loh!

Misalnya saja, negara Swiss mewajibkan semua warganya untuk menjadi peserta asuransi kesehatan. Warga yang kurang mampu disubsidi.

Karena kesehatan warga terjamin, ekonomi negara juga ikut membaik. Angka harapan hidup naik, bahkan rumah sakit pun punya pilihan beragam dan tak pernah menolak pasien. Perlindungan terhadap kesehatan warga negara oleh pemerintah ini dilakukan demi mencegah warga menghabiskan 10% dari penghasilannya “hanya untuk” perawatan kesehatan.

Menurut studi Harvard University, pemerintah Swiss menghabiskan 11,4% dari PDB-nya di sektor kesehatan.

Tak heran, Swiss termasuk salah satu negara termakmur di dunia berdasarkan pendapatan per kaiptanya.

Kapan ya, Indonesia bisa begini?

Kembali ke atas

Well, mimpi sih boleh saja, tapi ya sebaiknya tak usah terlalu jauh. Mari berharap agar semakin banyak orang Indonesia paham fungsi asuransi dan tahu betapa penting untuk memiliki asuransi—terutama asuransi kesehatan. Mari berharap juga, agar semua yang sudah punya asuransi kesehatan—minimal BPJS Kesehatan—taat membayar preminya.

Semoga nggak ada kejadian lagi, pas sakit ngajuin jadi peserta BPJS Kesehatan. Begitu sembuh dan sehat, lupa bayar premi. Pas sakit lagi, bingung karena nggak bisa dibantu BPJS Kesehatan.

Amin?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *