Kategori
Investasi Saham

9 Tips Mulai Investasi Saham dengan Benar, Supaya Keuntungan Cepat Didapat

Hayok, siapa nih yang masih saja ragu untuk mulai investasi saham? Apa sih yang jadi keraguanmu?

Faktanya, berinvestasi jadi satu kegiatan keuangan yang semakin diminati masyarakat saat ini, khususnya investasi saham. Didorong kemajuan teknologi, untuk mulai investasi saham kini tidak serumit yang kamu pikirkan lagi loh!

Kamu bisa melakukan pembelian saham dengan mudah melalui pialang saham tepercaya. Meski begitu, kamu perlu banget meluangkan waktu untuk melakukan riset dan mempelajari seluk beluk investasi saham sebelum terjun langsung membelinya. Terutama, cara investasi saham yang benar—yang bukan sekadar FOMO, atau karena penasaran doang, atau gara-gara diendorse oleh influencer.

Soal modal untuk memulai investasi, kamu juga tak perlu khawatir. Karena kini kamu bisa mulai investasi saham mulai dari Rp100.000 saja, yaitu dari reksa dana saham. Tentu ini hal yang baik bagi investor pemula sehingga bisa sedikit demi sedikit menyisihkan uang untuk investasi sambil terus mempelajarinya.

Berikut ini cara untuk mulai investasi saham untuk pemula dengan benar agar kamu terhindar dari risiko yang besar dan cepat dapat untung.

Step by Step Mulai Investasi Saham untuk Pemula dengan Benar

Sisihkan waktu untuk belajar investasi saham

Untuk mulai investasi saham, kamu tentu harus tahu pengertian dan cara kerjanya? Investasi saham adalah kegiatan penanaman modal dalam bentuk pembelian saham (surat berharga) suatu perusahaan. Membeli saham di perusahaan artinya kamu jadi memegang sebagian kepemilikan perusahaan tersebut.

Selain itu, kamu juga perlu memahami tentang indeks saham. Apa itu indeks saham? Indeks saham merupakan ukuran statistik yang menunjukkan secara keseluruhan pergerakan harga pada sejumlah saham yang dipilih sesuai kriteria dan metodologi tertentu yang melalui proses evaluasi rutin.

Bagi pemula, kamu bisa mencoba mulai investasi saham yang ada dalam indeks LQ45 dan IDX30 karena nilai likuiditas saham cukup tinggi. Jadi kamu bisa main saham dengan risiko yang relatif minim.

Tentukan tujuan investasi

Jika kamu sudah memahami aktivitas investasi secara umum, kamu perlu membuat perencanaan, target, atau tujuan kamu berinvestasi. Apa yang ingin kamu capai lewat investasi saham?

Kebanyakan orang mulai investasi saham dengan niat untuk menciptakan kekayaan di masa mendatang. Tapi, kamu perlu tujuan yang spesifik, misalnya untuk dana pensiun, pendidikan anak, beli rumah, dan lainnya.

Jadi, jangan sampai kamu asal taruh duit untuk investasi. Ingat loh, itu duit yang kamu dapatkan dengan susah payah. Kalau hilang, ya kamu yang harus tanggung jawab sendiri, bukan orang lain. Kan, kalau dapat untung, juga semua keuntungan buat kamu sendiri. Inilah yang dinamakan dewasa dalam berinvestasi.

Nah, tujuan yang spesifik ini penting, karena akan membantumu untuk membuat rencana investasi yang lebih komprehensif. Kamu bisa menggunakan investasi saham jangka pendek atau jangka panjang untuk mencapai tujuanmu. Misalnya dalam 5 tahun kamu ingin mengumpulkan biaya pernikahan sebesar Rp50.000.000, dengan angka spesifik kamu jadi lebih maksimal untuk berinvestasi.

Pilih perusahaan sekuritas terpercaya dan terjamin

Jika sudah yakin dengan untuk mulai investasi saham dan tujuanmu, langkah selanjutnya yaitu mencari perusahaan sekuritas atau pialang saham terbaik dan tepercaya. Di Indonesia banyak sekali sekuritas yang hadir. Sayangnya, enggak semua legit. Apalagi sekarang, banyak banget modus penipuan atas nama investasi, dengan mencatut berbagai perusahaan pula. So, kamu harus lebih berhati-hati dan tidak asal memilih. Pastikan hanya yang sudah menjadi anggota Bursa Efek Indonesia ya.

Pelajari ketentuan pembelian dan penjualan saham di sekuritas tersebut, bandingkan biaya transaksi di tiap-tiap pialang. Pilih sekuritas yang memberikan pelayanan berkualitas dengan track record yang terjamin dan sesuai dengan kebutuhan aktivitas investasi kamu.

Lakukan riset saham terbaik

Bagi pemula disarankan untuk mulai investasi saham dengan yang sudah dikenal latar belakang perusahaannya. Mulai dari siapa pemilik, bagaimana kredibilitas dan track record perusahaan. Jadi, cari tahu kondisi keuangan, termasuk laba rugi, arus kas, valuasi, hingga prospek di masa mendatang.

Kegiatan riset saham dengan mencermati kondisi keuangan perusahaan ini dikenal dengan analisis fundamental. Selain faktor internal perusahaan, kamu juga harus mempertimbangkan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi nilai saham, misalnya dari isu politik atau ekonomi yang bisa membuat nilai saham turun drastis.

Pahami cara baca grafik saham

Setelah melakukan analisis fundamental yaitu dengan memahami laporan keuangan perusahaan, kamu perlu juga mempelajari cara baca grafik saham. Hal ini agar kamu dapat mengetahui pergerakan nilai saham dalam rentang waktu tertentu.

Misalnya membaca fluktuasi harga saham hingga informasi tentang titik tertinggi hingga terendah pada saham tersebut. Sebagai investor, membaca grafik membantu untuk pengambilan keputusan kapan waktunya membeli, menjual, atau hold suatu saham.

Inilah teknik analisis saham selain analisis fundamental seperti yang dijelaskan di poin sebelumnya. Untuk hasil yang maksimal, kamu bisa menggabungkan kedua teknik ini. Namun, tak perlu khawatir, ini bisa dipelajari sambil kamu mulai investasi saham. Yang penting sekarang, cobalah kenali sahamnya dulu.

Beli saham blue chip

Apa itu saham blue chip? Saham blue chip adalah sekumpulan saham dari perusahaan yang baik dan memiliki reputasi tinggi, memimpin pasar modal dalam industrinya, mencetak pendapatan stabil, dan rajin berbagi dividen.

Memilih saham blue chip menjadi awal yang tepat buat kamu yang baru mulai investasi saham, karena relatif akan lebih nyaman untuk dijalani, serta lebih relatif tahan terhadap fluktuasi. Di Indonesia beberapa saham blue chip yang menjanjikan misalnya saham BCA (BBCA), Unilever Indonesia (UNVR), Astra (ASII), BRI (BBRI), dan Indofood (INDF).

Penting untuk diketahui, baiknya kamu alokasikan 10%-30% dari pendapatan kamu untuk berinvestasi, lalu alokasikan sebagian pada saham. Gunakan uang untuk investasi yang tidak akan mengganggu kebutuhan kamu.

Diversifikasi saham

Secara bertahap setelah mulai investasi saham, kamu perlu mengembangkan portofolio saham yang kamu miliki dengan menambah instrumen investasi atau diversifikasi. Tapi ingat, bertahap ya. Jika kamu sudah mulai terbiasa dengan pola investasi sebelumnya, diversifikasi merupakan langkah selanjutnya.

Perhatikan juga profil risiko kamu, seberapa besar tingkat manajemen risiko yang kamu miliki? Jika di awal kamu masih konservatif dan memilih main aman, perlahan kamu mulai memahami cara kerja dan berani meningkatkan instrumen lain untuk mendapat imbal hasil lebih besar.

Diversifikasi saham dilakukan, selain untuk menambah keuntungan, juga untuk berjaga-jaga jika salah satu saham terlihat merosot turun nilainya.

Perhatikan kondisi ekonomi dan politik saat ini

Sebelumnya sempat disebutkan bahwa faktor eksternal ini juga berpengaruh terhadap naik turunnya saham. Kondisi politik dan ekonomi memang dapat memberikan efek pada pergerakan saham meski tidak langsung. Kenapa harus memperhatikan faktor eksternal ini saat mulai investasi saham?

Hal tersebut dapat membantu kamu untuk mengambil keputusan. Misalnya begini. Ketika harga turun, investor biasanya cenderung menghindari saham tersebut. Namun, jika fundamental perusahaannya bagus, justru kondisi penurunan harga ini bisa jadi waktu yang tepat bagi kamu untuk membelinya. Meski turun, saham itu dapat kembali naik dengan nilai normal bahkan ke melonjak ke harga tertinggi.

Lakukan evaluasi kinerja investasi

Setelah mulai investasi saham, pastikan kamu rutin mengevaluasi kinerja produk yang kamu beli dari waktu ke waktu. Caranya dengan membandingkan harga saham saat ini dengan harga saat pertama kali kamu beli. Apakah ada kenaikan atau penurunan?

Selain itu kamu juga dapat membandingkan harga saham tersebut dengan harga acuan pasar atau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Evaluasi membantu kamu membuat strategi yang sesuai dengan kondisi kinerja investasi.

Jangan lupa untuk memilih sekuritas dan aset yang legal, aman, dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mulai investasi saham dengan baik dan benar supaya dapat hasil untung maksimal!

Jangan lupa untuk menyehatkan keuanganmu dulu sebelum mulai investasi saham ya. Coba baca ebook ini yuk! Bisa bantu kamu untuk memastikan cash flow kamu positif, sebelum memutuskan berinvestasi.

Ebook Kemerdekaan Finansial Level #1: Arus Kas Positif & Budgeting, termasuk alat cek kesehatan keuangan & budgeting + contoh pengisian. Hanya Rp47.770, cara belinya tinggal klik saja button di bawah ini, dan ikuti petunjuk berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Exit mobile version