Kategori
Fragment Try Out

Postingan Paling Susah dan Disesali Ditulis – Tantangan Introspeksi Blog #8 dan #9

Postingan paling susah ditulis dan disesali sesudah nulisnya adalah postingan yang penuh energi negatif. Gw gak akan kasih linknya tapi ini adalah tentang penipuan yang gw alami beberapa tahun lalu. Gimana dengan pengalaman kalian?

This is gonna be a short post.
Ngebahas soal postingan paling susah dan disesali ditulis. Ada beberapa sih sebenernya, cuman kalo mau dibilang yang paling susah dan paling disesali ya pastinya yang berhubungan dengan kasus penipuan yang sempet gw singgung di postingan yang paling banyak mendapatkan komen kemaren itu.
Di masanya, hari di mana postingan itu terbit adalah satu-satunya hari dengan views lebih dari seribu dalam sehari sementara hari-hari lain palingan cuman seratus dua ratus views dan bertahan sampai beberapa tahun menjadi most views day. Tapi emosi yang menyertai terbitnya postingan itu sungguh sangat negatif. Penuh kemarahan dan penuh kebingungan.
Apakah gw menyesal nulisnya? Pasti. Menyesal karena gw sampai harus sempat kehilangan kepercayaan terhadap orang. Menyesal karena gw sampe harus tahu kelamnya kehidupan seseorang. Sampe harus menggali sejauh itu.
Trus kalo ditanya apakah akan gw turunkan postingan itu? Sampe sekarang sih belom ada kepikiran buat diturunkan. It will still be there biar bisa dipakai bahan pelajaran buat orang lain.
That’s it. I finish this post here.
>> Hari #1 Alasan Mulai Ngeblog
>> Hari #2 Pentingnya Nama Blog Ini
>> Hari #4 Postingan Terfavorit
>> Hari #5 Postingan dengan View Terbanyak
>> Hari #6&#7 Postigan yang Terus Memberi dan Paling Banyak Komen

17 tanggapan untuk “Postingan Paling Susah dan Disesali Ditulis – Tantangan Introspeksi Blog #8 dan #9”

Iya kalau bisa postingan negatif memang tidak perlu ditulis ya Mas… tapi sebenarnya boleh juga kalau buat jadi bahan pelajaran dan bahan berbagi supaya orang tidak jatuh ke lubang yang sama dengan kita :hehe. Thanks for sharing ya, Mas :)).

Jadi ingat saat menulis postingan yang disesali itu ya Dan, jadi keinget deh ceritanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *